bukamata.id – Kebakaran hutan di kawasan Gunung Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), sudah terjadi tiga kali sepanjang 2026. Kemarau panjang membuat rumput dan serasah di kawasan tersebut mengering, sehingga mudah tersulut api dan cepat merambat.
“Betul, sudah tiga kali kejadian,” ujar Komandan Regu Polisi Hutan Perum Perhutani KPH Bandung Utara, Budi Hartono, saat dihubungi, Kamis (22/10/2026).
Menurut Budi, kemarau di kawasan tersebut sudah berlangsung sekitar lima bulan.
“Kondisi sekarang memang kering. Karena kemarau itu sudah menginjak lima bulan,” katanya.
Sekitar 2 Hektare Lahan Terbakar
Dari tiga kejadian tersebut, total lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 2 hektare. Kebakaran pertama hanya menghanguskan sekitar 100 meter persegi karena petugas cepat melakukan pemadaman. Kebakaran kedua dan ketiga masing-masing menghanguskan sekitar satu hektare.
Seluruh lokasi kebakaran berada di kawasan hutan Perum Perhutani yang biasa dilintasi masyarakat, termasuk para pencari rumput. Jarak antarlokasi bervariasi, mulai sekitar 100 meter hingga satu kilometer.
Ketiga kebakaran terjadi pada siang hari, sekitar pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, saat cuaca sedang terik.
Diduga Dipicu Aktivitas Manusia
Berdasarkan identifikasi awal di lapangan, ketiga kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas manusia. Namun, penyebab pastinya masih perlu dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut.
Rumput dan serasah kering di bawah tegakan hutan menjadi bahan yang sangat mudah terbakar ketika terkena sumber api, sehingga api cepat menjalar.
Perhutani Siagakan Personel di Titik Rawan
Untuk mencegah kebakaran meluas atau terulang, Perhutani menempatkan empat hingga lima personel di lokasi rawan. Mereka berpatroli sekaligus bersiaga dengan peralatan pemadaman kebakaran hutan.
“Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait, baik Muspika setempat maupun LMDH dan komunitas-komunitas lainnya,” jelas Budi.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui pemasangan papan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat.
Pendakian Tangkuban Parahu Masih Ditutup
Selain itu, aktivitas pendakian di sejumlah jalur yang belum dibuka kembali masih dilarang.
“Sampai saat ini aktivitas pendakian Gunung Tangkuban Parahu masih ditutup. Namun masyarakat yang mencari rumput masih dibolehkan masuk untuk pakan ternak,” papar Budi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











