Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 21:06 WIB

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Minggu, 2 Agustus 2026 20:02 WIB

Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 19:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dokter PPDS Anestesi Diduga Lecehkan Tiga Korban, Polisi Ungkap Fetish Mengerikan Pelaku

By Aga GustianaKamis, 10 April 2025 09:28 WIB2 Mins Read
Tersangka kasus kekerasan seksual terhadap keluarga korban di RSHS Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Priguna Anugerah P alias PAP, seorang residen anestesi PPDS Unpad di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan.

Terbaru, terungkap bahwa terduga korban pelaku tidak hanya satu, melainkan tiga orang. Dua di antaranya diduga merupakan pasien yang tengah dirawat, sementara satu lainnya adalah FH (21), anak dari pasien yang sebelumnya telah melaporkan kejadian traumatis tersebut ke Polda Jawa Barat.

Kabar mengenai adanya korban lain ini disampaikan oleh Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan. Meskipun dua korban lainnya belum membuat laporan resmi, pihak kepolisian terus mendalami informasi ini. Sementara itu, Priguna sendiri telah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas laporan yang diajukan oleh FH.

Lebih lanjut, Kombes Pol Surawan mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara yang mengarah pada dugaan adanya kelainan seksual pada diri pelaku. Fakta yang lebih mencengangkan adalah fetish atau preferensi seksual menyimpang yang diduga dimiliki oleh Priguna.

“Fantasinya senang (lihat) yang pingsan saja,” kata Kombes Pol Surawan melalui sambungan telepon, Kamis (10/5/2025).

Pemeriksaan intensif terhadap Priguna masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menggali informasi lebih dalam terkait dugaan pelecehan terhadap tiga korban ini. Langkah krusial juga diambil dengan melibatkan ahli psikologi dan forensik untuk memperkuat dugaan adanya penyimpangan seksual yang mendasari tindakan pelaku.

“Dari pemeriksaan beberapa hari ini pelaku mengalami kelainan seksual,” ujar Kombes Pol Surawan.

“Hasil pemeriksaan ini akan diperkuat dari ahli psikologi dan forensik, sehingga menguatkan adanya perilaku kelainan seksual,” tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan modus operandi pelaku terhadap korban FH. Tersangka meminta korban untuk diambil darah dan membawanya dari ruang IGD ke lantai 7 Gedung MCHC RSHS Bandung pada 18 Maret 2025 dini hari.

Di ruangan sepi tersebut, korban dipaksa mengenakan baju operasi dan diminta melepaskan pakaian dalamnya sebelum akhirnya disuntikkan cairan misterius hingga tak sadarkan diri.

Pengungkapan adanya dugaan korban lain dan fetish pelaku yang mengerikan ini semakin memperdalam luka dan keprihatinan atas kasus yang terjadi di lingkungan rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat aman.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap seluruh fakta yang ada, termasuk kemungkinan adanya korban-korban lain yang belum berani melapor. Masyarakat pun menanti keadilan ditegakkan bagi para korban dan berharap kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter PPDS RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.