Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Menang Tipis, Ranking FIFA Berpeluang Naik Lagi

Rabu, 10 Juni 2026 08:10 WIB

Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 06:52 WIB
Ole Romeny

Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik

Rabu, 10 Juni 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Menang Tipis, Ranking FIFA Berpeluang Naik Lagi
  • Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini
  • Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik
  • STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung
  • PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dokter PPDS Anestesi Diduga Lecehkan Tiga Korban, Polisi Ungkap Fetish Mengerikan Pelaku

By Aga GustianaKamis, 10 April 2025 09:28 WIB2 Mins Read
Tersangka kasus kekerasan seksual terhadap keluarga korban di RSHS Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Priguna Anugerah P alias PAP, seorang residen anestesi PPDS Unpad di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan.

Terbaru, terungkap bahwa terduga korban pelaku tidak hanya satu, melainkan tiga orang. Dua di antaranya diduga merupakan pasien yang tengah dirawat, sementara satu lainnya adalah FH (21), anak dari pasien yang sebelumnya telah melaporkan kejadian traumatis tersebut ke Polda Jawa Barat.

Kabar mengenai adanya korban lain ini disampaikan oleh Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan. Meskipun dua korban lainnya belum membuat laporan resmi, pihak kepolisian terus mendalami informasi ini. Sementara itu, Priguna sendiri telah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas laporan yang diajukan oleh FH.

Lebih lanjut, Kombes Pol Surawan mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara yang mengarah pada dugaan adanya kelainan seksual pada diri pelaku. Fakta yang lebih mencengangkan adalah fetish atau preferensi seksual menyimpang yang diduga dimiliki oleh Priguna.

Baca Juga:  Sekda Jabar Ajak Akademisi Dorong Progresivitas Pemerintah dalam Kesejahteraan Warga

“Fantasinya senang (lihat) yang pingsan saja,” kata Kombes Pol Surawan melalui sambungan telepon, Kamis (10/5/2025).

Pemeriksaan intensif terhadap Priguna masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menggali informasi lebih dalam terkait dugaan pelecehan terhadap tiga korban ini. Langkah krusial juga diambil dengan melibatkan ahli psikologi dan forensik untuk memperkuat dugaan adanya penyimpangan seksual yang mendasari tindakan pelaku.

Baca Juga:  Film Dirty Vote Pengingat Demokrasi di Indonesia Bukan Hanya Politik tapi Kesejahteraan

“Dari pemeriksaan beberapa hari ini pelaku mengalami kelainan seksual,” ujar Kombes Pol Surawan.

“Hasil pemeriksaan ini akan diperkuat dari ahli psikologi dan forensik, sehingga menguatkan adanya perilaku kelainan seksual,” tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan modus operandi pelaku terhadap korban FH. Tersangka meminta korban untuk diambil darah dan membawanya dari ruang IGD ke lantai 7 Gedung MCHC RSHS Bandung pada 18 Maret 2025 dini hari.

Di ruangan sepi tersebut, korban dipaksa mengenakan baju operasi dan diminta melepaskan pakaian dalamnya sebelum akhirnya disuntikkan cairan misterius hingga tak sadarkan diri.

Baca Juga:  Sanjung Dirty Vote, Guru Besar Unpad: Film yang Fenomenal

Pengungkapan adanya dugaan korban lain dan fetish pelaku yang mengerikan ini semakin memperdalam luka dan keprihatinan atas kasus yang terjadi di lingkungan rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat aman.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap seluruh fakta yang ada, termasuk kemungkinan adanya korban-korban lain yang belum berani melapor. Masyarakat pun menanti keadilan ditegakkan bagi para korban dan berharap kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter PPDS RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.