Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Minggu, 27 September 2026 18:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DPRD Jabar Gelar Parlemen Mengabdi Meriahkan Peringatan Hari Lahir Pancasila

By Putra JuangSelasa, 18 Juni 2024 14:34 WIB4 Mins Read
DPRD Jabar Gelar Seminar dan Lomba Peringati Hari Lahir Pancasila. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menggelar kegiatan bertajuk Parlemen Mengabdi untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat seminar bertemakan ‘Pancasila untuk Dunia’ yang akan diselenggarakan pada Jumat (21/6/2024) di Gedung Merdeka, Kota Bandung.

Tak hanya itu, lomba artikel dengan tema “Pancasila atau Bung Karno” bagi dosen dan mahasiswa pasca sarjanana (S2, S3), lomba Content Creator tema “Pancasila” untuk siswa SMA, dan lomba Vlog konsep Live Report tema “Pancasila atau Bung Karno” untuk mahasiswa dan perguruan tinggi juga turut memeriahkan rangkaian acara.

Ketua Komisi I DPRD Jabar, Bedi Budiman didapuk menjadi salah satu pemateri dalam seminar tersebut. Bedi akan memberikan materi mengenai Geopolitik di Era Presiden Soekarno.

Kemudian, Penulis Buku berjudul Soekarno Menggenggam Dunia, Yudi Latif akan memberikan materi tentang nilai-nilai Universal Pancasila.

Sedangkan, Head of Foreign Affairs Republic of Indonesia, Yayan G.H. Mulyana akan menyampaikan materi terkait Implementasi Pancasila dalam Penerapan Strategi Politik Luar Negeri Indonesia.

Bedi mengatakan, Ir. Soekarno atau yang lebih akrab disebut dengan Bung Karno menjadi tokoh sentral dalam perjuangan Indonesia. Tak hanya itu, Bung Karno berperan penting dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara.

Baca Juga:  Belum Genap Setahun, DPRD Nilai Kinerja Pemprov Jabar Masih Terlalu Dini Dievaluasi

“Bung Karno adalah penggagas utama dari Pancasila,” ucap Bedi, Selasa (18/6/2024).

Bedi mengungkapkan, pada sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei hingga 1 Juni tahun 1945, Bung Karno mengemukakan konsep dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima prinsip yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

Ketika itu, Bung Karno merumuskan Pancasila berdasarkan pemikiran filosofis yang mendalam tentang kebangsaan, kemanusiaan, dan keadilan sosial.

“Bung Karno menginginkan dasar negara yang mampu mempersatukan berbagai kelompok etnis, agama, dan budaya di Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, Pancasila yang diyakini oleh Bung Karno mencerminkan nilai-nilai luhur seperti, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.

“Nilai-nilai ini dianggap esensial untuk membangun bangsa yang kuat dan bersatu,” ujarnya.

Bedi menilai, Bung Karno sebagai Presiden pertama Indonesia senantiasa mengimplementasikan Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bahkan, Bung Karno mempromosikan Pancasila melalui pidatonya yang berjudul “to build the world a new” di sidang umum PBB tanggal 30 sept 1960.

Padahal kondisi saat itu konflik ideologis sedang melanda dunia tetapi Bedi yakin Pancasila berhasil mempersatukan bangsa indonsesia yang memiliki keragaman etnis, suku bangsa, dan agama.

“Bung Karno menawarkan Pancasila sebagai ideologi tengah yang mengakomodasi kedua ideologi yang sedang bertikai (era perang dingin),” katanya.

Baca Juga:  KPU Jelaskan Alasan Nisya Adik Raffi Ahmad Dilantik Jadi Anggota DPRD Jabar

Politisi PDI P ini menyebutkan, Pancasila sebagai dasar ideologi negara Indonesia, pengaruh Bung Karno dalam merumuskan, serta mempromosikan Pancasila terus dihormati dan diakui.

“Pemikiran dan semangatnya masih relevan dan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya,” imbuhnya.

Bedi mengatakan,, perjuangan dan pemikiran Bung Karno tidak hanya memberikan dasar filosofis bagi bangsa Indonesia. Namun, pemikiran Sang Proklamator menjadi warisan yang terus hidup dalam bentuk Pancasila yang menjadi landasan dalam membangun negara yang adil, makmur, dan bersatu.

Dia menambahkan, Pancasila bisa berguna untuk mempromosikan perdamaian dan toleransi antarbangsa. Kemudian, menguatkan solidaritas global dan memajukan demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), serta memperkuat ekonomi yang berkeadilan.

Dalam hal mempromosikan perdamaian dan toleransi antarbangsa, Pancasila bisa menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan serta keadilan sosial untuk mendorong perdamaian dan mengurangi konflik antar negara.

Lalu, mengajarkan pentingnya menghormati perbedaan budaya, agama, dan ras untuk menciptakan harmoni global.

Sedangkan, terkait penguatan solidaritas global, Pancasila diyakini bisa mendorong kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan ketidakadilan sosial.

“Bisa juga untuk membina semangat gotong royong dan saling membantu antara negara-negara untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” terangnya.

Baca Juga:  Rafael Situmorang Edukasi Pelajar SMKN 9 Bandung Soal Pro-Kontra Pembuatan Perda

Bedi menyebut, dalam hal memajukan demokrasi dan HAM, Pancasila mampu mengadvokasi nilai-nilai demokrasi yang menjamin partisipasi aktif masyarakat dalam pemerintahan dan pengambilan keputusan.

“Pancasila bisa menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia di seluruh dunia,” sebutnya.

Selain itu, dalam hal penguatan ekonomi yang berkeadilan, Pancasila bisa menjadi medium untuk mempromosikan sistem ekonomi yang berlandaskan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama serta mengurangi kesenjangan ekonomi antar negara.

“Mendorong praktik bisnis yang beretika dan bertanggung jawab sosial,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bedi mengatakan, saat ini dibutuhkan penguatan di ranah pendidikan. Menurutnya, Pancasila harus terus dikembangkan melalui silabus dan motede pembelajaran.

Oleh karena itu, para pendidik perlu berinovasi untuk menyampaikan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) agar mudah dimengerti oleh peserta didik.

“Pendidik bisa menjadi penutur naskah Pancasila yang baik. Itu bisa direalisasikan dengan aktivitas kekinian seperti sosio drama dan kegiatan luar ruangan,” katanya.

Meski demikian, Bedi meyakini seluruh lapisan masyarakat Indonesia sudah hafal sila pertama hingga lima dalam Pancasila.

Namun, pengalaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegera harus diimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Jadi Pancasila itu tidak hanya dihafalkan melainkan dihayati dan diamalkan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.