Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Liburan ke Garut? Jangan Pulang Sebelum Cicipi 5 Kuliner Legendaris dan Viral Ini

Senin, 19 Oktober 2026 03:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ini Desil yang Berpeluang Dapat Bantuan

Senin, 19 Oktober 2026 01:00 WIB

Sentuhan Pertama Langsung Gol! Julio Cesar Bawa Persib Tumbangkan Persik Kediri

Minggu, 18 Oktober 2026 21:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Liburan ke Garut? Jangan Pulang Sebelum Cicipi 5 Kuliner Legendaris dan Viral Ini
  • Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ini Desil yang Berpeluang Dapat Bantuan
  • Sentuhan Pertama Langsung Gol! Julio Cesar Bawa Persib Tumbangkan Persik Kediri
  • Cuma 8 Meter dari Rel Kereta, Halte BRT Kiaracondong Dinilai Bahayakan Pejalan Kaki
  • Dibayar Tuntas! 15 Tahun Vakum Akting, Comeback Agnez Mo Langsung Guncang Hollywood!
  • Melonjak dari 17 Jadi 253, Rumah Rusak Akibat Gempa Bogor Terus Bertambah
  • Pelari ITB Ultra Marathon Meninggal di Cianjur, Ini Kronologinya
  • Jelang Persib vs Persik, Beckham Putra Kirim Pesan Khusus untuk Bobotoh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Drama Evakuasi Longsor Cisarua: Puluhan Prajurit Hilang, Tim DVI Polri Turun Tangan

By SusanaSelasa, 27 Januari 2026 15:13 WIB3 Mins Read
Longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bencana tanah longsor berskala besar menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Peristiwa ini menjadi salah satu longsor terparah di wilayah tersebut karena tidak hanya menimbun puluhan rumah warga, tetapi juga menimpa prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang tengah berada di lokasi.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa 23 personel Marinir menjadi korban dalam musibah ini.

4 Prajurit Marinir Gugur, 19 Masih Dalam Pencarian

Dari total 23 prajurit yang tertimbun material longsor, empat personel ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, 19 prajurit lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim SAR gabungan.

Proses pencarian dilakukan tanpa henti meski dihadapkan pada medan ekstrem, cuaca buruk, dan risiko longsor susulan.

Sedang Latihan Pratugas Pengamanan RI–PNG

Para prajurit Marinir tersebut diketahui sedang menjalani latihan persiapan penugasan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG). Mereka tiba di kawasan Cisarua pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama dua hari berturut-turut diduga menjadi pemicu utama terjadinya longsor pada dini hari.

200 Marinir Dikerahkan, Drone dan Anjing Pelacak Digunakan

Untuk mempercepat proses evakuasi, TNI AL mengerahkan sedikitnya 200 personel Marinir. Mengingat akses jalan yang sempit serta kondisi tanah yang labil, alat berat belum dapat dioptimalkan sepenuhnya.

Sebagai gantinya, tim SAR menggunakan drone termal untuk mendeteksi panas tubuh di bawah timbunan tanah. Selain itu, anjing pelacak (K9) turut diterjunkan guna membantu menemukan posisi korban yang tertimbun.

Badan Geologi Ungkap Penyebab Longsor

Berdasarkan kajian Badan Geologi, longsor di Cisarua bukan semata-mata disebabkan alih fungsi lahan, melainkan kombinasi faktor alam ekstrem, antara lain:

  • Kemiringan lereng sangat curam, mencapai 30–40 derajat
  • Lapisan tanah vulkanik tebal lebih dari 15 meter, bersifat gembur dan mudah jenuh air
  • Curah hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari sebelum kejadian

Kombinasi faktor tersebut membuat lereng kehilangan kestabilan dan akhirnya runtuh.

TNI AL Pastikan Hak Keluarga Prajurit Dipenuhi

TNI Angkatan Laut menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya para prajurit Marinir. Melalui Dinas Penerangan TNI AL, ditegaskan bahwa seluruh hak keluarga korban, termasuk santunan dan pendampingan psikologis, akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Proses Identifikasi oleh Tim DVI Polri

Seluruh jenazah korban, baik dari kalangan prajurit TNI maupun warga sipil, diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi.

Hingga Senin (26/1/2026), tercatat 29 kantong jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi longsor. Dari jumlah tersebut, empat jenazah telah teridentifikasi sebagai anggota TNI AL, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ini Desil yang Berpeluang Dapat Bantuan

Cuma 8 Meter dari Rel Kereta, Halte BRT Kiaracondong Dinilai Bahayakan Pejalan Kaki

Ilustrasi gempa

Melonjak dari 17 Jadi 253, Rumah Rusak Akibat Gempa Bogor Terus Bertambah

Pelari ITB Ultra Marathon Meninggal di Cianjur, Ini Kronologinya

Dibesarkan Sepenuh Hati, Diusir di Usia Senja?! Kisah Pilu Kakek 78 Tahun yang Bikin Netizen Elus Dada

ASN bisa WFA

Kronologi ASN Pemkot Bandung Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Hamili Pelajar Magang

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
  • Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.