bukamata.id – Bandung Zoo kembali menjadi sorotan publik. Di satu sisi, kabar gembira datang dari lahirnya dua ekor anak harimau benggala pada Sabtu subuh (12/7/2025) lalu. Namun di sisi lain, kebahagiaan itu beriringan dengan kisruh kepengurusan yang memicu kericuhan di area kebun binatang pada awal Agustus.
Kelahiran Satwa Baru: Harimau Benggala
Dua bayi harimau jantan tersebut lahir normal dari indukan betina bernama Jelita (4,5 tahun) dan pejantan Shah Rukh Khan (22 tahun). “Alhamdulillah kita mendapatkan tambahan koleksi dua ekor anak harimau benggala,” ujar Sulhan Syafi’i, Humas Bandung Zoo.
Sejak hari pertama, keduanya langsung menyusu pada induknya dan dirawat di kandang malam. Keeper menyiapkan jerami sebagai alas tidur untuk menjaga kehangatan, yang diganti rutin setiap tiga hari agar tetap steril. Pada usia tujuh hari, kedua anak harimau sudah membuka mata dan mulai merangkak, bahkan kini semakin lincah berjalan.
Tim dokter hewan, tim nutrisi, dan keeper terus memantau kesehatannya. Sang induk diberi pakan khusus berupa daging ayam dan sapi untuk menjaga produksi susu. Hingga kini, kedua bayi harimau tersebut belum memiliki nama, dan pihak kebun binatang berencana mencarikan orang tua asuh ketika situasi sudah kondusif.
Polemik Pengelolaan Bandung Zoo
Namun, di tengah kabar kelahiran satwa langka itu, Bandung Zoo justru diguncang konflik. Pada Rabu (6/8/2025), sekelompok orang memaksa masuk dengan menjebol gerbang utama yang tengah ditutup sementara. Insiden itu memicu ketegangan dengan petugas keamanan dari manajemen baru.
Polisi yang dikerahkan sempat kewalahan mengendalikan situasi, namun setelah mediasi, suasana dapat diredam. Kedua pihak sepakat menenangkan diri demi menghindari bentrokan lebih lanjut.
Perwakilan pengelola lama, Sulhan Safii dari Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), mengaku dirinya dan tim sudah diusir dari area kebun binatang. Ia menilai penutupan sepihak sangat membahayakan satwa, apalagi masih ada belasan bayi hewan eksotik yang membutuhkan perhatian intensif.
“Ada sekelompok orang masuk ke pintu utama, menerobos ruang manajemen, dan mengusir semua sekuriti serta karyawan kami. Padahal satwa-satwa, termasuk bayi harimau, butuh perawatan harian,” ungkap Sulhan.
Ia menegaskan pihaknya masih memiliki hak sah untuk mengelola Bandung Zoo, sementara manajemen baru dinilai belum bisa menunjukkan dokumen legal formal sebagai pengelola resmi.
Satwa Jadi Taruhan di Tengah Kisruh
Kehadiran dua bayi harimau benggala yang menjadi kebanggaan Bandung Zoo kini dibayangi ketidakpastian akibat konflik internal. Publik pun berharap polemik pengelolaan segera menemukan titik terang agar kesejahteraan satwa tetap terjamin, terutama satwa langka yang baru lahir.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










