Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer

Selasa, 16 Juni 2026 20:57 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak

Selasa, 16 Juni 2026 20:52 WIB
Persib Bandung

Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027

Selasa, 16 Juni 2026 20:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
  • Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak
  • Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
  • Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?
  • Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
  • Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Sadio Mane, Duel Sengit Pembuka Grup I
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dugaan Narkoba Ditemukan dalam Bantuan AS untuk Gaza

By Aga GustianaSabtu, 28 Juni 2025 08:36 WIB2 Mins Read
peredaran narkoba
Narkoba. Foto ilustrasi: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Gaza mengungkap temuan mengejutkan dalam paket bantuan kemanusiaan yang dikirim ke wilayah konflik tersebut. Otoritas setempat menyatakan bahwa mereka menemukan pil jenis oxycodone, obat penghilang rasa sakit yang tergolong narkoba, tersembunyi di dalam kantong tepung terigu yang dibagikan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) – sebuah lembaga yang beroperasi di bawah dukungan Amerika Serikat dan Israel.

Temuan itu pertama kali dilaporkan oleh warga Palestina yang menerima bantuan dari pusat distribusi GHF. Setelah diperiksa lebih lanjut, pil-pil tersebut diduga sengaja disembunyikan dalam kemasan makanan pokok.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari kantor berita Anadolu, Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut kasus ini sebagai “serangan langsung terhadap kesehatan masyarakat”. Mereka menilai adanya indikasi bahwa obat tersebut sengaja dimasukkan ke dalam bantuan dengan tujuan membahayakan masyarakat.

“Ini bukan sekadar kelalaian. Kami menduga kuat ini adalah bagian dari strategi untuk menyebarkan kecanduan dan merusak tatanan sosial masyarakat Palestina dari dalam,” demikian pernyataan kantor media Gaza dikutip Sabtu (28/6/2025).

Baca Juga:  Jokowi Apresiasi Sikap Vatikan Serukan Perdamaian di Palestina

Obat oxycodone sendiri dikategorikan sebagai analgesik semi-sintetik oleh Badan Penanggulangan Narkoba Amerika Serikat (DEA). Dalam beberapa tahun terakhir, obat ini kerap disalahgunakan di berbagai negara, terutama oleh para pengguna zat adiktif.

Baca Juga:  Alasan Semangka Dijadikan Simbol Dukungan Palestina

Lebih jauh, pihak otoritas Gaza secara tegas menyalahkan Israel atas insiden ini. Mereka menyebut penyelundupan obat tersebut sebagai bagian dari tindakan sistematis dalam rangka melemahkan masyarakat sipil Palestina, bahkan menyamakannya dengan bentuk lain dari genosida.

“Israel tak hanya menyerang dengan rudal dan senjata, tapi juga menggunakan narkoba sebagai alat perang yang menjijikkan,” tegas pernyataan itu.

Baca Juga:  Radja Nainggolan Bebas Bersyarat atas Tuduhan Perdagangan Narkoba

Sementara itu, laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa sejak 27 Mei lalu, sedikitnya 549 warga sipil meninggal dunia dan lebih dari 4.000 orang terluka dalam serangan yang menyasar pusat distribusi bantuan serta konvoi truk makanan yang dioperasikan oleh PBB.

Insiden ini menambah daftar panjang krisis kemanusiaan di Gaza yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. PBB dan organisasi internasional lainnya diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan serius ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat Bantuan Kemanusiaan Gaza Israel narkoba Palestina
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Kenaikan BBM Nonsubsidi Bebani Pemkot Bandung, Farhan Akui Harus Lakukan Efisiensi Besar-besaran

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Video Cut Salwa di Hotel Full Durasi Viral, Warganet Cari Link Telegram
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.