Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Rabu, 16 September 2026 22:30 WIB

Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 16 September 2026 21:00 WIB

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Rabu, 16 September 2026 20:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia
  • Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two
  • Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label
  • Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak
  • 10 Tempat Wisata Bogor Terbaru dan Paling Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga
  • Persib Curi Poin Penuh di ACL 2, Marc Klok Sanjung Mental Juang Bobotoh di Negeri Ginseng
  • Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia
  • DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dugaan Narkoba Ditemukan dalam Bantuan AS untuk Gaza

By Aga GustianaSabtu, 28 Juni 2025 08:36 WIB2 Mins Read
peredaran narkoba
Narkoba. Foto ilustrasi: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Gaza mengungkap temuan mengejutkan dalam paket bantuan kemanusiaan yang dikirim ke wilayah konflik tersebut. Otoritas setempat menyatakan bahwa mereka menemukan pil jenis oxycodone, obat penghilang rasa sakit yang tergolong narkoba, tersembunyi di dalam kantong tepung terigu yang dibagikan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) – sebuah lembaga yang beroperasi di bawah dukungan Amerika Serikat dan Israel.

Temuan itu pertama kali dilaporkan oleh warga Palestina yang menerima bantuan dari pusat distribusi GHF. Setelah diperiksa lebih lanjut, pil-pil tersebut diduga sengaja disembunyikan dalam kemasan makanan pokok.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari kantor berita Anadolu, Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut kasus ini sebagai “serangan langsung terhadap kesehatan masyarakat”. Mereka menilai adanya indikasi bahwa obat tersebut sengaja dimasukkan ke dalam bantuan dengan tujuan membahayakan masyarakat.

“Ini bukan sekadar kelalaian. Kami menduga kuat ini adalah bagian dari strategi untuk menyebarkan kecanduan dan merusak tatanan sosial masyarakat Palestina dari dalam,” demikian pernyataan kantor media Gaza dikutip Sabtu (28/6/2025).

Baca Juga:  Berduka atas Wafatnya Pemimpin Hamas, Gus Yahya Serukan Dukungan ke Palestina

Obat oxycodone sendiri dikategorikan sebagai analgesik semi-sintetik oleh Badan Penanggulangan Narkoba Amerika Serikat (DEA). Dalam beberapa tahun terakhir, obat ini kerap disalahgunakan di berbagai negara, terutama oleh para pengguna zat adiktif.

Baca Juga:  Tegaskan Solidaritas, Irak Siap Bantu Iran Hadapi Serangan Israel

Lebih jauh, pihak otoritas Gaza secara tegas menyalahkan Israel atas insiden ini. Mereka menyebut penyelundupan obat tersebut sebagai bagian dari tindakan sistematis dalam rangka melemahkan masyarakat sipil Palestina, bahkan menyamakannya dengan bentuk lain dari genosida.

“Israel tak hanya menyerang dengan rudal dan senjata, tapi juga menggunakan narkoba sebagai alat perang yang menjijikkan,” tegas pernyataan itu.

Baca Juga:  Kampanyekan Hebat Berqurban, Rumah Zakat Bantu Pekurban Salurkan Manfaat hingga ke Palestina

Sementara itu, laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa sejak 27 Mei lalu, sedikitnya 549 warga sipil meninggal dunia dan lebih dari 4.000 orang terluka dalam serangan yang menyasar pusat distribusi bantuan serta konvoi truk makanan yang dioperasikan oleh PBB.

Insiden ini menambah daftar panjang krisis kemanusiaan di Gaza yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. PBB dan organisasi internasional lainnya diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan serius ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat Gaza Israel narkoba Palestina
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia

DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!

Api Kepung 5 Titik Lahan di Sindanggalih Sumedang, Warga Mulai Waspada

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.