Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB

Minggu, 1 November 2026 11:30 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Minggu, 1 November 2026 11:12 WIB

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Minggu, 1 November 2026 10:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB
  • Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih
  • Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah
  • Tolic Dihukum, Persib Tetap Ganas Hadapi Kalteng FC di Si Jalak Harupat
  • Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI
  • Emas Antam Hari Ini Tertahan di Rp 2,526 Juta, Saatnya Beli?
  • Siap-siap! Rilis 10 November, Syarat Dapat Bansos Digital Wajib Scan Wajah dan NIK
  • Kabar Terbaru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Kuartal IV 2026: Syarat Desil, Cara Cek, hingga Solusi Dana Belum Cair
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dugaan Narkoba Ditemukan dalam Bantuan AS untuk Gaza

By Aga GustianaSabtu, 28 Juni 2025 08:36 WIB2 Mins Read
peredaran narkoba
Narkoba. Foto ilustrasi: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Gaza mengungkap temuan mengejutkan dalam paket bantuan kemanusiaan yang dikirim ke wilayah konflik tersebut. Otoritas setempat menyatakan bahwa mereka menemukan pil jenis oxycodone, obat penghilang rasa sakit yang tergolong narkoba, tersembunyi di dalam kantong tepung terigu yang dibagikan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) – sebuah lembaga yang beroperasi di bawah dukungan Amerika Serikat dan Israel.

Temuan itu pertama kali dilaporkan oleh warga Palestina yang menerima bantuan dari pusat distribusi GHF. Setelah diperiksa lebih lanjut, pil-pil tersebut diduga sengaja disembunyikan dalam kemasan makanan pokok.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari kantor berita Anadolu, Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut kasus ini sebagai “serangan langsung terhadap kesehatan masyarakat”. Mereka menilai adanya indikasi bahwa obat tersebut sengaja dimasukkan ke dalam bantuan dengan tujuan membahayakan masyarakat.

“Ini bukan sekadar kelalaian. Kami menduga kuat ini adalah bagian dari strategi untuk menyebarkan kecanduan dan merusak tatanan sosial masyarakat Palestina dari dalam,” demikian pernyataan kantor media Gaza dikutip Sabtu (28/6/2025).

Baca Juga:  Tak Ingin Pulang Lebih Cepat, Amerika Serikat Optimis Hadapi Jerman di Piala Dunia U-17

Obat oxycodone sendiri dikategorikan sebagai analgesik semi-sintetik oleh Badan Penanggulangan Narkoba Amerika Serikat (DEA). Dalam beberapa tahun terakhir, obat ini kerap disalahgunakan di berbagai negara, terutama oleh para pengguna zat adiktif.

Baca Juga:  Kemenkes dan Polri Kirim 26.5 Ton Bantuan Kloter Dua Ke Palestina

Lebih jauh, pihak otoritas Gaza secara tegas menyalahkan Israel atas insiden ini. Mereka menyebut penyelundupan obat tersebut sebagai bagian dari tindakan sistematis dalam rangka melemahkan masyarakat sipil Palestina, bahkan menyamakannya dengan bentuk lain dari genosida.

“Israel tak hanya menyerang dengan rudal dan senjata, tapi juga menggunakan narkoba sebagai alat perang yang menjijikkan,” tegas pernyataan itu.

Baca Juga:  Momen Prabowo Ajak Relawan Pendukungnya Menundukan Kepala Berdoa untuk Rakyat Palestina

Sementara itu, laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa sejak 27 Mei lalu, sedikitnya 549 warga sipil meninggal dunia dan lebih dari 4.000 orang terluka dalam serangan yang menyasar pusat distribusi bantuan serta konvoi truk makanan yang dioperasikan oleh PBB.

Insiden ini menambah daftar panjang krisis kemanusiaan di Gaza yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. PBB dan organisasi internasional lainnya diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan serius ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat Gaza Israel narkoba Palestina
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.