Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Balsa Sekulic Pecah Telur! Gol Perdana Antar Persib Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026

Rabu, 29 Juli 2026 10:34 WIB

Job Fair Bandung 2026: Sediakan 3.019 Lowongan Kerja, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

Rabu, 29 Juli 2026 10:12 WIB

Siapa Nabila Gardena? Selebgram Lulusan ITB Ini Terseret Kasus Korupsi Timah Rp300 Triliun

Rabu, 29 Juli 2026 10:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Balsa Sekulic Pecah Telur! Gol Perdana Antar Persib Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026
  • Job Fair Bandung 2026: Sediakan 3.019 Lowongan Kerja, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya
  • Siapa Nabila Gardena? Selebgram Lulusan ITB Ini Terseret Kasus Korupsi Timah Rp300 Triliun
  • Tembus Semifinal Piala Presiden 2026, Pelatih Persib Puji Mental Pemain Muda dan Singgung Jadwal Padat
  • Mau Beli Emas Hari Ini? Simak Daftar Harga Perhiasan Terbaru 29 Juli 2026 Sebelum Naik Lagi
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus
  • 3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dulu Lawan Penguasa, Kini Said Iqbal Resmi Masuk Istana! Pengkhianatan atau Strategi?

By SusanaSenin, 8 Juni 2026 20:04 WIB5 Mins Read
Said Iqbal. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Ketua Umum Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada Senin (8/6/2026).

Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 58/P tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Penunjukan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat komunikasi dengan kelompok pekerja di tengah dinamika ketenagakerjaan nasional yang terus berkembang.

Penunjukan sebagai Penasihat Khusus Presiden

Dalam peran barunya, Said Iqbal akan bertugas memberikan masukan langsung kepada Presiden terkait:

  • Kebijakan ketenagakerjaan nasional
  • Hubungan industrial antara buruh dan pengusaha
  • Peningkatan kesejahteraan pekerja
  • Perlindungan tenaga kerja formal dan informal

Presiden Prabowo Subianto disebut menilai pengalaman panjang Said Iqbal sebagai representasi penting suara buruh yang selama ini belum optimal terakomodasi dalam proses pengambilan kebijakan.

Pemerintah juga menargetkan terciptanya keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dan perlindungan hak pekerja.

Pernyataan Said Iqbal: Suara Buruh dari Dalam Pemerintahan

Said Iqbal menyebut keputusannya bergabung sebagai penasihat presiden merupakan hasil diskusi panjang dengan organisasi buruh.

Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk kompromi politik, melainkan strategi perjuangan baru.

“Setelah kami diskusikan di KSPI dan kawan-kawan buruh, kami memutuskan untuk juga berjuang melalui di dalam pemerintahan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kehadirannya tidak akan menghilangkan sikap kritis gerakan buruh terhadap pemerintah.

“Nah, secara demokratis tidak akan mengurangi daya kritis kami terhadap persoalan perburuhan,” tambahnya.

Pro dan Kontra di Publik: Antara Harapan dan Kritik

Penunjukan ini langsung memicu reaksi beragam di masyarakat, terutama di media sosial.

Sebagian kalangan menilai langkah ini sebagai peluang positif untuk menghadirkan suara buruh di lingkar kebijakan tertinggi negara. Namun, tidak sedikit pula yang bersikap skeptis.

Di akun Instagram @mositidakpercaya_id, sejumlah komentar warganet menyoroti keputusan tersebut:

  • “Gerakan cari jabatan. Rezim potong kue,” tulis akun @gus***
  • “Buruh cuma dimanfaatkan elit,” tulis @din***
  • “Ambisi politik?” tulis @ren***
  • “Hasil May Day Monas,” tulis @zid***

Perdebatan ini mencerminkan adanya dua pandangan besar di masyarakat: antara optimisme terhadap keterlibatan aktivis buruh di pemerintahan, dan kecurigaan terhadap potensi politisasi gerakan buruh.

Awal Mula dan Konsistensi Said Iqbal di Gerakan Buruh

Nama Said Iqbal bukan sosok baru dalam dunia perburuhan Indonesia. Lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968, ia dikenal sebagai figur yang sejak muda aktif memperjuangkan hak-hak pekerja.

Perjalanan panjangnya dimulai pada awal 1990-an ketika ia bekerja di industri elektronik di Bekasi. Di lingkungan pabrik inilah ia mulai bersentuhan dengan isu ketidakadilan hubungan industrial, yang kemudian mendorongnya aktif dalam serikat pekerja.

Sejak 1992, Said Iqbal mulai terlibat dalam advokasi buruh secara langsung. Ia tidak hanya menjadi anggota serikat, tetapi juga terlibat dalam pengorganisasian gerakan pekerja di tingkat lapangan.

Momentum reformasi 1998 menjadi titik balik penting. Ketika ruang demokrasi terbuka, ia bersama sejumlah aktivis buruh lain mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), yang kemudian menjadi salah satu organisasi buruh paling berpengaruh di Indonesia.

Karier Organisasi dan Peran Strategis di Serikat Buruh

Dalam struktur organisasi buruh, Said Iqbal menempati berbagai posisi penting.

Ia pernah menjabat sebagai:

  • Sekretaris Jenderal FSPMI
  • Presiden FSPMI
  • Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)
  • Ketua Majelis Nasional Partai Buruh

Di bawah kepemimpinannya, KSPI berkembang menjadi salah satu konfederasi buruh terbesar di Indonesia yang menaungi berbagai federasi sektor industri.

Said Iqbal juga aktif dalam forum internasional, termasuk International Labour Organization (ILO) dan International Trade Union Confederation (ITUC), yang memperkuat jejaring perjuangan buruh Indonesia di tingkat global.

Gerakan Besar dan Pengaruh Nasional

Nama Said Iqbal semakin dikenal luas melalui berbagai gerakan buruh berskala nasional.

Salah satu yang paling menonjol adalah gerakan HOSTUM (Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah) pada 2012–2013. Gerakan ini menjadi simbol perlawanan terhadap sistem kerja kontrak dan upah rendah yang dianggap merugikan pekerja.

Selain itu, ia juga terlibat dalam advokasi Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) yang mendorong lahirnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Pensiun di Indonesia.

Gerakan-gerakan tersebut memperlihatkan bagaimana peran serikat buruh tidak hanya sebatas demonstrasi, tetapi juga mempengaruhi kebijakan publik secara langsung.

Latar Pendidikan dan Penghargaan Internasional

Dari sisi akademik, Said Iqbal menempuh pendidikan teknik mesin hingga jenjang S1, kemudian melanjutkan studi magister ekonomi di Universitas Indonesia.

Perpaduan latar teknik dan ekonomi ini membuatnya dikenal memiliki pendekatan analitis dalam membaca isu ketenagakerjaan.

Pada 2013, ia menerima penghargaan internasional The Febe Elizabeth Velasquez Award sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia dari serikat pekerja Belanda (FNV). Penghargaan ini diberikan kepada aktivis yang dinilai konsisten memperjuangkan hak-hak buruh di negaranya masing-masing.

Transformasi Politik: Dari Jalanan ke Partai Buruh

Langkah politik Said Iqbal semakin terlihat ketika ia bersama aktivis buruh lain menghidupkan kembali Partai Buruh pada 2021.

Kebangkitan partai ini tidak lepas dari kekecewaan terhadap kebijakan ketenagakerjaan, terutama terkait Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai merugikan pekerja.

Melalui Partai Buruh, ia menegaskan bahwa perjuangan buruh tidak hanya dilakukan di jalanan, tetapi juga melalui jalur legislatif dan kebijakan negara.

Tantangan Besar di Depan Mata

Meski memiliki pengalaman panjang, tugas Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden bukan tanpa tantangan.

Ia harus mampu menjembatani kepentingan buruh, pengusaha, dan negara dalam situasi ekonomi yang dinamis. Selain itu, ekspektasi publik juga cukup tinggi terhadap perubahan nyata di sektor ketenagakerjaan.

Peran ini akan menjadi ujian penting apakah seorang aktivis buruh mampu membawa perspektif gerakan sosial ke dalam ruang kebijakan formal tanpa kehilangan independensi kritiknya.

Penutup

Penunjukan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan menandai babak baru dalam hubungan antara pemerintah dan gerakan buruh di Indonesia.

Dengan rekam jejak panjang, pengalaman organisasi, serta jaringan internasional yang kuat, ia membawa harapan sekaligus kontroversi.

Kini, publik menanti bagaimana peran barunya akan diterjemahkan dalam kebijakan nyata yang berdampak langsung pada jutaan pekerja di Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

buruh Indonesia FSPMI Istana Negara kebijakan tenaga kerja ketenagakerjaan Indonesia KSPI Partai Buruh Penasihat Khusus Presiden Prabowo Subianto Said Iqbal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP

Begal

10 Hari Diburu Polisi, Begal Sadis Majalaya Akhirnya Tertangkap Usai Lukai Buruh Pabrik

Harga Bahan Pokok di Bandung Terpantau Stabil, Komoditas Cabai Kompak Turun

Heboh! Layar Videotron Publik Tiba-tiba Putar Konten Tak Senonoh

Fakta di Balik Video Viral Bendera Setengah Tiang di Tasikmalaya Jelang HUT RI

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.