Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Sabtu, 19 September 2026 19:51 WIB

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Sabtu, 19 September 2026 19:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
  • Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan
  • Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Farhan Targetkan Tarif BRT Bandung Raya Rp7.000, Lebih Murah dari Ongkos Angkot!

By Mulki AlbarRabu, 22 Juli 2026 15:42 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan tarif Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya berada di kisaran Rp7.000 per perjalanan. Besaran tarif tersebut dinilai lebih terjangkau dibandingkan tarif angkutan kota (angkot) di Bandung yang saat ini berkisar Rp10.000.

Hal itu disampaikan Farhan saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).

Farhan mengatakan, besaran tarif BRT masih dalam tahap pembahasan. Namun, Pemerintah Kota Bandung akan memperjuangkan agar masyarakat dapat menikmati layanan transportasi massal modern dengan tarif yang tetap terjangkau.

“Itu belum tahu. Saya lagi berjuang supaya tarifnya Rp7.000 saja. Rp7.000 itu kalau angkot Bandung kan sekarang sudah Rp10.000,” ujar Farhan.

Baca Juga:  Tegaskan Pemerintah Butuh Media Massa, Farhan: Lebih Akurat daripada Medsos!

Menurutnya, pengembangan BRT Bandung Raya merupakan bagian dari upaya besar mengintegrasikan sistem transportasi umum di kawasan Bandung Raya. Program tersebut telah masuk ke dalam Program Strategis Nasional (PSN), sehingga pelaksanaannya melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta pemerintah kabupaten dan kota di Bandung Raya, termasuk Kabupaten Sumedang.

Farhan menjelaskan, integrasi transportasi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan angkutan umum yang lebih tertata sekaligus mendorong masuknya investasi baru, khususnya pembangunan gedung parkir di sepanjang koridor BRT.

Baca Juga:  Teras Cihampelas, Mimpi Urban Ridwan Kamil yang Ingin Dibongkar Dedi Mulyadi

“Ini bagian dari upaya kita melakukan terobosan agar sistem angkutan umum di Bandung Raya terintegrasi. Kerjanya terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur BRT mulai dianggarkan pada 2026. Sementara itu, skema pembiayaan melalui Public Service Obligation (PSO) telah menjadi komitmen sejak program tersebut dicanangkan pada 2024.

Terkait keberadaan angkutan kota, Farhan menegaskan operasional angkot tidak akan dihentikan. Sebaliknya, angkot akan diarahkan menjadi feeder atau angkutan pengumpan menuju koridor utama BRT, dengan rencana penggunaan kendaraan listrik di masa mendatang.

Baca Juga:  Angkot Dipastikan Tak Dihapus, Farhan: akan Jadi Feeder BRT Bandung Raya

“Angkot akan dijadikan feeder menggunakan mobil listrik. Bisnis modelnya sedang dikelola oleh Dinas Perhubungan, koperasi-koperasi angkutan, dan juga beberapa pihak swasta yang menjadi investor,” jelasnya.

Farhan juga memastikan selama masa transisi menuju sistem transportasi terintegrasi, angkutan umum yang ada tetap beroperasi.

“Tidak boleh berhenti. Mau pakai apa pun, kendaraan umum tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.