Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 21:42 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Selasa, 3 November 2026 20:44 WIB

Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!

Selasa, 3 November 2026 20:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Cek Syarat Terbaru dan Jadwal Transfer Kemnaker
  • Misi Balas Dendam! Melbourne Victory Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Persib Bandung
  • Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Dirombak Total oleh AFC, Ini Tanggal Barunya!
  • Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Farhan Targetkan Tarif BRT Bandung Raya Rp7.000, Lebih Murah dari Ongkos Angkot!

By Mulki AlbarRabu, 22 Juli 2026 15:42 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan tarif Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya berada di kisaran Rp7.000 per perjalanan. Besaran tarif tersebut dinilai lebih terjangkau dibandingkan tarif angkutan kota (angkot) di Bandung yang saat ini berkisar Rp10.000.

Hal itu disampaikan Farhan saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).

Farhan mengatakan, besaran tarif BRT masih dalam tahap pembahasan. Namun, Pemerintah Kota Bandung akan memperjuangkan agar masyarakat dapat menikmati layanan transportasi massal modern dengan tarif yang tetap terjangkau.

“Itu belum tahu. Saya lagi berjuang supaya tarifnya Rp7.000 saja. Rp7.000 itu kalau angkot Bandung kan sekarang sudah Rp10.000,” ujar Farhan.

Baca Juga:  TPJF Raih MURI, Wali Kota Farhan Puji Ekosistem Musik Jazz

Menurutnya, pengembangan BRT Bandung Raya merupakan bagian dari upaya besar mengintegrasikan sistem transportasi umum di kawasan Bandung Raya. Program tersebut telah masuk ke dalam Program Strategis Nasional (PSN), sehingga pelaksanaannya melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta pemerintah kabupaten dan kota di Bandung Raya, termasuk Kabupaten Sumedang.

Farhan menjelaskan, integrasi transportasi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan angkutan umum yang lebih tertata sekaligus mendorong masuknya investasi baru, khususnya pembangunan gedung parkir di sepanjang koridor BRT.

Baca Juga:  Pesan Wali Kota Bandung untuk Pramuka: Cintai Alam, Kuasai Teknologi, dan Amalkan Dasa Dharma

“Ini bagian dari upaya kita melakukan terobosan agar sistem angkutan umum di Bandung Raya terintegrasi. Kerjanya terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur BRT mulai dianggarkan pada 2026. Sementara itu, skema pembiayaan melalui Public Service Obligation (PSO) telah menjadi komitmen sejak program tersebut dicanangkan pada 2024.

Terkait keberadaan angkutan kota, Farhan menegaskan operasional angkot tidak akan dihentikan. Sebaliknya, angkot akan diarahkan menjadi feeder atau angkutan pengumpan menuju koridor utama BRT, dengan rencana penggunaan kendaraan listrik di masa mendatang.

Baca Juga:  Regenerasi Emas Persib Dimulai dari Sini, Piala Wali Kota Bandung Jadi Kawah Candradimuka Pesepakbola Muda

“Angkot akan dijadikan feeder menggunakan mobil listrik. Bisnis modelnya sedang dikelola oleh Dinas Perhubungan, koperasi-koperasi angkutan, dan juga beberapa pihak swasta yang menjadi investor,” jelasnya.

Farhan juga memastikan selama masa transisi menuju sistem transportasi terintegrasi, angkutan umum yang ada tetap beroperasi.

“Tidak boleh berhenti. Mau pakai apa pun, kendaraan umum tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.