Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Jumat, 30 Oktober 2026 11:45 WIB

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Jumat, 30 Oktober 2026 11:23 WIB

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Jumat, 30 Oktober 2026 11:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
  • Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
  • Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya
  • Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi
  • Harga Emas Antam Anjlok Lagi! Hari Ini Dibanderol Rp 2.546.000 per Gram
  • Bansos Digital Meluncur 10 November? Luhut Targetkan 100 Juta Warga Terdaftar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hasilkan Bibit Kopi Bersertifikat, Kelompok Tani di Kabupaten Bandung Siap Bersaing

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 7 Oktober 2024 12:15 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Enjang Juju telah memimpin Kelompok Tani Hutan Pasir Jirak Kahuripan II Kabupaten Bandung, sejak tahun 2000, setelah sebelumnya menjadi sekretaris pada tahun 1997.

Kelompok tani ini awalnya bergerak dalam usaha penghijauan, memproduksi bibit kayu-kayuan dan buah-buahan, namun kini berfokus pada produksi bibit kopi.

Dalam kesehariannya, Enjang aktif mengelola persemaian bibit kopi dan kayu-kayuan serta berkebun kopi di lahan Perum Perhutani bersama 62 anggota kelompoknya. Lahan yang dikelola mencakup 143,7 hektar di kawasan Perum Perhutani.

Selain menjadi petani kopi, Enjang juga dikenal sebagai aktivis lingkungan yang tergabung dalam Badega Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung.

Baca Juga:  Capaian Signifikan, Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Bandung Naik ke Predikat A

Enjang mengungkapkan potensi pengadaan bibit kopi bersertifikat di sini bisa mencapai setengah juta bibit.

“Saat ini, sudah ada 450 ribu bibit yang siap disalurkan,” ujar Enjang saat ditemui, Senin (7/10/2024).

Enjang mengatakan, bibit kopi yang dihasilkan kelompoknya saat ini didistribusikan melalui pihak pemenang tender dari tingkat provinsi.

“Tahun lalu, bibit kami dibawa ke Subang, dan tahun ini akan didistribusikan ke Bandung Barat melalui rekan-rekan di provinsi yang memiliki CV,” katanya.

Enjang berharap kedepan pemerintah, khususnya dinas terkait, bisa memaksimalkan potensi lokal yang ada.

Baca Juga:  Rekam Jejak Mumpuni, PAN Kabupaten Bandung Dukung Zulhas Kembali Pimpin Partai

“Saya berharap potensi yang ada di wilayah ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Jangan membeli bibit dari luar, karena di Kabupaten Bandung sendiri ada putra daerah yang mampu bersaing dengan kualitas yang tak kalah baik,” kata Enjang.

Enjang menjelaskan bahwa keunggulan bibit yang dihasilkan kelompoknya adalah bersertifikat dan memiliki izin edar, yang merupakan syarat penting dalam distribusi bibit baik ke pemerintah maupun pasar umum.

“Di sini, ada berbagai jenis bibit seperti nangka, alpukat, jambu, dan kopi yang semuanya bersertifikat. Ini adalah nilai lebih karena tidak semua orang bisa memproduksi bibit dengan standar yang mencapai sertifikasi legal formal,” paparnya.

Baca Juga:  Pantau Jalur Selatan, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Pastikan Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Sebagai ketua kelompok tani, Enjang memiliki harapan besar kepada pemimpin Kabupaten Bandung terpilih nanti.

“Kabupaten Bandung memiliki potensi besar di bidang pertanian. Manfaatkanlah petani lokal sebagai bagian dari kebanggaan kabupaten. Jika ada petani yang dianggap unggul, promosikan mereka, dan untuk yang masih kurang, beri pelatihan dan dukungan agar mereka bisa berkembang,” tuturnya.

Enjang juga menekankan pentingnya pelatihan dan pendataan ulang kelompok tani di Kabupaten Bandung.

Ia percaya, dengan pendekatan yang lebih dekat kepada petani, Kabupaten Bandung akan mampu lebih maju dalam sektor pertanian.

Editor: Rina Rahadian

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kabupaten Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Digital Meluncur 10 November? Luhut Targetkan 100 Juta Warga Terdaftar

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.