Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Salah satu wisata dekat Stasiun Padalarang adalah Wahoo Waterworld.

Mau Main Air di Bandung? Ini 4 Waterboom dengan Wahana Seru untuk Anak dan Dewasa

Rabu, 23 September 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Skill! Ini Alasan Persib Tak Mau Asal Tambah Pemain Baru

Rabu, 23 September 2026 04:00 WIB

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Rabu, 23 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mau Main Air di Bandung? Ini 4 Waterboom dengan Wahana Seru untuk Anak dan Dewasa
  • Bukan Cuma Skill! Ini Alasan Persib Tak Mau Asal Tambah Pemain Baru
  • Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya
  • 8 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Terbaik di Kuningan untuk Liburan Keluarga
  • Menjelajah Cita Rasa Sunda: Deretan Kuliner Legendaris Khas Kuningan yang Wajib Dicicipi
  • Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat
  • Oktober Mencekam! Persib Harus Jalani 7 Pertandingan di Tengah Jadwal Super Padat
  • MENGEJUTKAN! 12 Tahun Tanpa Gosip Miring, Borok Rumah Tangga Sara Wijayanto dan Demian Akhirnya Terbongkar?!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Heboh Pengakuan Ketua BEM UBK Terima Rp20 Juta Usai Bertemu Wapres Gibran Biar Batal Demo

By Aga GustianaSelasa, 23 Juni 2026 17:55 WIB3 Mins Read
Pengurus BEM FH UBK minta maaf. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Isu miring menerpa gerakan mahasiswa pasca-pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pekan lalu. Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) blak-blakan mengaku telah menerima sejumlah uang. Kompensasi tersebut diduga diberikan agar mereka mengurungkan niat menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara.

Merespons gaduhnya kabar ini, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto menegaskan pihak istana akan segera menelusuri kebenaran tudingan miring tersebut.

“Coba nanti saya monitor dulu, ya. Saya enggak ngikutin yang kemarin berita terakhir itu. Nanti saya akan cek lagi ya, oke, ya,” kata Bambang saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).

Kronologi Terbongkarnya Dugaan Suap dan Tuntutan Mundur

Dugaan gratifikasi ini pertama kali mencuat ke publik lewat rekaman video serta siaran langsung yang viral pada Senin (22/6/2026). Akibatnya, internal kampus bergejolak. Gelombang protes dari mahasiswa UBK mengalir deras, mendesak seluruh jajaran fungsionaris BEM FH UBK yang ikut dalam pertemuan dengan Wapres untuk segera menanggalkan jabatan mereka.

Baca Juga:  Oknum Satpol PP Garut yang Dukung Gibran di Sanksi Skors dan Tak Digaji

Melalui maklumat tertulis yang disebarkan di akun Instagram resmi @bemfhubk, mahasiswa menuntut pertanggungjawaban moral dan konsekuensi hukum bagi para oknum yang terlibat.

“Mencantumkan nama-nama pihak yang diduga terlibat dalan tindak suap agar dapat ditindak secara tegas oleh pihak universitas dan yayasan melalui mekanisme petisi,” demikian keterangan mahasiswa dilansir @bemfhubk, Selasa (23/6/2026).

Terpojok oleh desakan rekan-rekannya, Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, akhirnya membuat pengakuan terbuka di hadapan massa mahasiswa. Ia membenarkan adanya aliran dana yang masuk ke kantongnya.

“Saya Muhammad Abdimaludin selaku Ketua BEM FH, saya mengakui kesalahan. Saya menerima uang tersebut, 20 juta, dengan pembagian dengan kawan-kawan,” ujar Abdi di depan para mahasiswa UBK.

Abdi juga membeberkan sumber dana tersebut. Menurut kesaksiannya, uang puluhan juta itu disodorkan oleh oknum aparat kepolisian dengan tujuan meredam eskalasi massa agar tidak melakukan aksi demonstrasi di area Istana.

Baca Juga:  Live Streaming Pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Tayang Dimana?

Ironi di Balik Ruang Dialog Istana Wakil Presiden

Skandal ini menjadi ironis mengingat beberapa hari sebelumnya, tepatnya Senin (15/6/2026), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambut hangat 15 perwakilan mahasiswa—termasuk dari UBK dan Universitas Mohammad Husni Thamrin—di Istana Wapres. Pertemuan itu sengaja digelar Gibran setelah dirinya berinisiatif membuka gerbang dialog saat mahasiswa berdemonstrasi di kawasan Patung Kuda.

Dalam forum audiensi tersebut, Gibran dengan legawa mengakui bahwa jalannya roda pemerintahan saat ini masih jauh dari kata sempurna dan membutuhkan banyak evaluasi.

“Yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu yang kita rawat bersama. Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama,” tutur Gibran dalam keterangannya.

Saat itu, perwakilan mahasiswa menyerahkan sejumlah draf kajian kritis mengenai isu-isu krusial, seperti efektivitas Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, sektor pendidikan, hingga pemerataan pembangunan di wilayah 3T.

Baca Juga:  Barakuda Siaga, BEM SI dan Mahasiswa Bandung Bersatu Turun ke Jalan

Gibran pun sempat melayangkan pujian tinggi atas sikap kritis yang ditunjukkan oleh para mahasiswa.

“Makanya ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan,” ujar Gibran.

Beliau juga menambahkan bahwa kritik tajam dari elemen mahasiswa sangat dibutuhkan asalkan disampaikan melalui koridor yang tertib.

“Saya senang mahasiswa kritis ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran,” katanya.

Sesudah pertemuan bubar, Muhammad Abdimaludin sendiri sempat memuji respons positif dari sang Wakil Presiden sebelum akhirnya video pengakuan suapnya tersebar luas.

“Mas Wapres terbuka dan menerima hasil kajian, dia akan mengaudit dan mengkonsolidasi, dia akan memberitahukan kepada pimpinan lebih khusus Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya seusai pertemuan.

Abdi bahkan sempat sangat terkesan dengan perhatian yang diberikan oleh Gibran selama proses diskusi berlangsung di dalam Istana.

“Respons dari pihak-pihak tentunya Bapak Wakil Presiden, sangat baik,” katanya.

Ia memungkasi dengan kalimat optimis yang kini berbalik menjadi bumerang,

“Dia akan catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami,” kata Abdi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

demo Gibran Rakabuming Raka
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat

Sempat Diejek Semut Lawan Gajah, Tukang Pemilah Sampah Ini Menangi Pilkades di Bekasi

Pesta Miras Oplosan Maut di Cianjur: 4 Tewas, Dua Remaja Putri Masih Kritis di Rumah Sakit

Rayakan HUT ke-36, JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Mitra Setia ke Tanah Suci

Karhutla Sumedang Tembus 64 Kejadian, Tertinggi di Jawa Barat hingga September 2026

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.