Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Senin, 3 Agustus 2026 01:00 WIB

Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 21:06 WIB

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Minggu, 2 Agustus 2026 20:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

HJKB ke-215, Dedi Mulyadi Beri Resep Khusus Atasi Kemacetan Bandung

By SusanaKamis, 25 September 2025 16:35 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melontarkan pandangan mengenai masalah paling klasik di Kota Kembang yakni kemacetan.

Alih-alih sepakat dengan solusi konvensional seperti pembangunan transportasi publik masif, Dedi justru memberikan pandangan yang berbeda.

Ia berpendapat, karakteristik jalanan Bandung yang sempit dan rindang tidak cocok dengan moda transportasi besar. Menurutnya, transportasi masif bisa menghancurkan tata kota.

“Transportasi publik kan nanti harus konektivitas ya, ya kalau menurut saya tidak bisa pakai pola menggunakan kota-kota besar, karena apa? karena jalan Bandung mah sempit, kemudian banyak pohon jangan sampai nanti transportasi publik yang besar yang massal itu menghancurkan tata kota Bandung,” kata Dedi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung dalam rangka Peringatan HJKB ke-215, Kamis (25/9/2025).

Orang nomor satu di Jabar itu mencontohkan pembangunan flyover atau jembatan Pasupati yang menurutnya telah menghilangkan ikonik Pasteur.

“Saya ingin ke depan tetap Bandung sebagai kota pohon, kemudian kota taman, kota bangunan-bangunan Heritage harus tetap dipertahankan,” ucap Dedi.

Tak hanya itu, Dedi menyebut kemacetan di Bandung adalah fenomena “spesial” yang hanya terjadi pada akhir pekan. Ia bahkan berkelakar bahwa kemacetan tersebut justru menjadi tanda baik.

“Kalau Sabtu Minggu tidak macet, kasihan Pak Wali Kota pendapatan daerahnya tidak naik. Berarti tidak ada yang berkunjung ke Bandung,” ujarnya.

Sikap Dedi yang tidak terlalu khawatir dengan macet akhir pekan ini seolah mengisyaratkan bahwa ia lebih memilih untuk menjaga identitas kota sebagai destinasi wisata daripada mengubahnya menjadi kota metropolitan yang padat dan tergesa-gesa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Hari Jadi Kota Bandung ke-215 Identitas Kota Bandung kemacetan Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.