Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

PWI Jabar Periode 2026–2031 Dilantik, Siapkan Bidang Advokasi hingga Pengembangan Digital

Jumat, 2 Oktober 2026 14:02 WIB

Melarikan Penat dari Riuhnya Ibu Kota: Menemukan Ketenangan Hidup di Kota Baru Parahyangan

Jumat, 2 Oktober 2026 13:23 WIB

Kulineran di Bandung? Ini 5 Tempat Makan Sunda dengan Cita Rasa Khas yang Menggoda

Jumat, 2 Oktober 2026 13:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • PWI Jabar Periode 2026–2031 Dilantik, Siapkan Bidang Advokasi hingga Pengembangan Digital
  • Melarikan Penat dari Riuhnya Ibu Kota: Menemukan Ketenangan Hidup di Kota Baru Parahyangan
  • Kulineran di Bandung? Ini 5 Tempat Makan Sunda dengan Cita Rasa Khas yang Menggoda
  • Stadion GBLA Masih Direnovasi, Persib Bandung Kembali Berpindah Markas ke SJH
  • Pemain Malaysia Menangis di Lapangan: Pesta Setengah Lusin Gol Dihancurkan Amukan 9 Gol Indonesia
  • Sudah Ditegur 3 Kali, 40 Bangunan Liar di Bandung Akhirnya Ditertibkan Satpol PP
  • Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Catat Tanggal dan Jam Kick-off
  • Misi Persib Taklukkan ASEAN Dimulai, Peralta Soroti Ketatnya Persaingan Grup B
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Indonesia Anut Demokrasi, Ridwan Kamil Singgung Bisnis Pencitraan

By Fahlevi MercedesKamis, 31 Agustus 2023 21:55 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyinggung sistem demokrasi yang dianut Indonesia. Ini berimbas pada cara pandang masyarakat terhadap pemimpin yang dipilihnya, termasuk urusan pencitraan.

Orang nomor satu di Jabar itu pun mengingatkan agar masyarakat jangan kaget dengan segala keputusan politik yang terjadi. Sebab berkaca dari 2019, hal itu terjadi dalam pemilihan presiden (pilpres).

“Koalisi (berubah) juga jangan kaget. Tiba-tiba detik terkahir pindah kesana. Sok 2019, Pak Maruf Amin gak ada balihonya, tiba-tiba jadi oleh sebuah peristiwa,” kata Kang Emil, sapaannya, di Kota Bandung, Kamis (31/8/2023).

Menurut Kang Emil, kondisi saat ini juga bisa saja tak jauh berbeda dengan 5 tahun lalu. Berbagai kejutan akan hadir setiap pesta demokrasi tiba.

Baca Juga:  Tarif Promo LRT Jabodebek, Jauh-Dekat Cuma Goceng!

“Tapi kita berdoa siapa pun yang nanti terpilih dan ratusan kepala daerah (terpilih), harus pilih pemimpin yang kerja,” pesan Kang Emil.

Kang Emil menjelaskan, sistem demokrasi yang dianut Indonesia menghasilkan setiap masyarakat memilih orang yang disukai, bukan orang yang pintar.

Baca Juga:  Berbeda dengan Ridwan Kamil, PDI-P Klaim Elektabilitas Prabowo-Gibran Turun di Jabar

“Untuk disukai, tidak perlu pintar, tapi cukup pencitraan. Makanya bisnis pencitraan menjadi penting karena tiba-tiba yang ingin dipilih disukai. This is complicated game,” tuturnya.

Sebaliknya, lanjut Kang Emil, apabila memilih sesuai kapasitas, hal itu dinamakan meritokrasi. Hanya orang-orang terpilih yang nantinya akan memimpin.

“Demokrasi gak begitu. One man one vote. Apakah karena penampilannya, kesukuannya, maaf yah, agamanya, apakah wani pironya last minute, gak ada yang tau,” ujarnya.

Baca Juga:  Daftar Tim Lolos ke Piala Asia U23 Qatar, Timnas Indonesia Juara Grup

Oleh karena itu, Kang Emil berharap, masyarakat bisa menyalurkan pilihannya dengan bijak. Melihat dari berbagai sisi siapa yang nanti akan dipilih untuk memimpin Indonesia 5 tahun ke depan.

“Saya hanya berdoa, karena negeri ini sudah memilih demokrasi, mudah-mudahan berkualitas, lebih banyak rasional voters, dibanding emosional voters,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demokrasi Featured ridwan kamil
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PWI Jabar Periode 2026–2031 Dilantik, Siapkan Bidang Advokasi hingga Pengembangan Digital

Sudah Ditegur 3 Kali, 40 Bangunan Liar di Bandung Akhirnya Ditertibkan Satpol PP

Bansos

Kabar Baik! BSU 2026 Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja, Kapan Cair?

Keracunan Makanan

14 Siswa SDN Garuda Cisarua Diduga Keracunan, Sampel Makanan MBG Diperiksa

Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran

BSU Kemnaker

BSU 2026 Cair Rp900 Ribu? Cek NIK dan Jadwal Pencairan Oktober-Desember

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.