Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indonesia VS Malaysia Malam Ini! Cek Prediksi Starting XI Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 28 September 2026 16:08 WIB
PENUSUKAN

Sadis! Anak Tiri Habisi Nyawa Ibu Pakai Stunt Gun dan Pisau Dapur, Diduga Dendam Masalah Rumah

Senin, 28 September 2026 15:47 WIB

Ngeri! Pajero Hilang Kendali di Tol Pasteur, Tabrak Kijang dan Gran Max hingga Ringsek

Senin, 28 September 2026 15:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indonesia VS Malaysia Malam Ini! Cek Prediksi Starting XI Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Sadis! Anak Tiri Habisi Nyawa Ibu Pakai Stunt Gun dan Pisau Dapur, Diduga Dendam Masalah Rumah
  • Ngeri! Pajero Hilang Kendali di Tol Pasteur, Tabrak Kijang dan Gran Max hingga Ringsek
  • Jejak Aiswarya Rai Terulang? Gede Aiswarya Bikin Indonesia Gempar di Mister Internasional!
  • Aksi Gila Inces Syahrini di Pestapora 2026! 7 Tahun Vakum Langsung Bagi-bagi Dollar ke Penonton!
  • Sungai Cijanggel Meluap, Rumah Warga di Cisarua KBB Hancur Lebur Disapu Banjir Bandang
  • Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi
  • Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ini Doa Nabi Agar Terhindar dari Ujian Kaya atau Miskin

By Putra JuangSelasa, 30 Juli 2024 11:40 WIB4 Mins Read
Anak berdoa. (Foto: Ilustrasi/Samer Chidiac dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kaya atau miskin sama-sama memiliki risiko. Allah menguji setiap hambanya sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi, tidak memandang kondisi finansial atau status sosial.

Apabila tidak dibekali keimanan yang kuat dan permohonan perlindungan kepada Allah, tidak jarang seorang muslim gagal melewati ujian tersebut.

Salah satu bentuk upaya agar berhasil melewati ujian yang diberikan Allah kepada para hamba-Nya adalah dengan berdoa. Melalui doa, umat Islam mengungkapkan kebutuhannya kepada Allah dan memohon perlindungan dari berbagai musibah.

Dilansir dari laman NU Online, salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah permohonan agar terhindar dari fitnah serta ujian kekayaan dan kemiskinan. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Rasulullah SAW berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِن فِتْنَةِ النَّارِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَأَعُوذُ بِكَ مِن فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْغِنَى وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Artinya, “Aku berlindung kepada-Mu, ya Allah, dari fitnah (cobaan) api neraka dan dari siksaan neraka, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kubur dan dari azab kubur, serta aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kekayaan dan dari fitnah kemiskinan, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” (HR Al-Bukhari).

Baca Juga:  Ustadz Adi Hidayat: Sedekah ke Orang Ini, Doa yang Diminta Segera Dikabulkan

Doa ini mengandung makna yang dalam, terutama dalam konteks menghindari fitnah (ujian) yang datang dari kekayaan dan kemiskinan. Rasulullah saw menyadari bahwa dua kondisi ini memiliki potensi besar untuk menjadi sumber fitnah yang dapat menjauhkan seseorang dari jalan yang benar.

Fitnah kekayaan dapat muncul dalam bentuk kesombongan, ketamakan, dan lupa akan Allah. Sementara fitnah kemiskinan dapat memicu rasa putus asa, ketidakpuasan, keluhan yang berlebih, dan melakukan hal-hal yang dilarang demi memenuhi kebutuhan hidup.

Kekayaan adalah ujian yang tidak kalah berat dibandingkan kemiskinan. Dalam kekayaan terdapat godaan untuk berlaku sombong, menganggap diri lebih baik dari orang lain, serta bermegah-megahan.

Ujian kekayaan disebutkan dalam doa Nabi sebagai “fitnatil ghinâ”. Kekayaan yang melimpah seringkali membawa manusia pada perilaku boros dan hidup dalam kemewahan yang berlebihan. Bahkan, tidak jarang kekayaan membuat seseorang lupa bersyukur dan lupa terhadap kewajiban berbagi kepada yang membutuhkan (Al-Qurthubi, al-Mufhim lima Asykala min Talkhish Kitab Muslim, [Beirut: Dar Ibn Katsir, 1996], jilid VII, hal. 34).

Baca Juga:  UAH Ungkap Ayat Favorit Rasulullah untuk Mempercepat Terkabulnya Doa

Islam mengajarkan bahwa harta benda hanyalah titipan yang harus dipergunakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Kewajiban zakat, infak, dan sedekah adalah bentuk nyata dari penggunaan harta yang benar. Jika tidak digunakan dalam jalan yang benar, kekayaan dapat menjadi malapetaka yang menjerumuskan seseorang ke dalam kebinasaan.

Di sisi lain, kemiskinan juga membawa tantangan tersendiri. Dalam kondisi kekurangan, seseorang mungkin merasa tertekan hingga tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak halal, seperti mencuri atau berbohong demi mendapatkan nafkah.

Ujian tersebut dalam doa Nabi saw dikenal sebagai “fitnatil faqr”. Fitnah kemiskinan tidak hanya mempengaruhi aspek material, tetapi juga dapat merusak moral dan spiritual seseorang. Rasa putus asa karena kemiskinan bisa membuat seseorang kehilangan kepercayaan kepada Allah dan memilih jalan yang salah. (Al-Qurthubi, al-Mufhim lima Asykala min Talkhish Kitab Muslim, jilid VII, hal. 34).

Rasulullah saw menyadari bahwa baik kekayaan maupun kemiskinan dapat menjadi ujian yang berat. Oleh karena itu, beliau berdoa agar terhindar dari ‘fitnah’ keduanya khawatir dapat membawa keburukan.

Baca Juga:  Ustadz Adi Hidayat Spill Doa Penggugur Dosa Masa Lalu

Islam mengajarkan sikap yang proporsional dan menyarankan setiap muslim bersyukur dalam menghadapi setiap keadaan, serta tidak malas untuk berusaha mencapai kebaikan di dunia maupun di akhirat.

Doa ini bukan hanya permohonan untuk terhindar dari ujian, tetapi juga pengingat untuk selalu berada di jalan yang benar, apapun kondisi finansial yang dihadapi. Doa ini juga merupakan nasihat untuk menjaga keseimbangan dalam hidup dan mengingat Allah dalam setiap keadaan. Allah SWT mencintai hamba-Nya yang bersyukur dalam kekayaan dan bersabar dalam kemiskinan.

Dalam kondisi kaya, orang muslim diharapkan untuk tetap rendah hati, bersedekah, dan menggunakan hartanya untuk kebaikan. Sedangkan dalam kondisi miskin, orang muslim diharapkan untuk tetap sabar, tidak putus asa, dan tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang diharamkan.

Keduanya adalah bentuk ujian dari Allah SWT yang harus dihadapi dengan keimanan yang kuat dan ketakwaan yang teguh. Dengan demikian, doa ini menjadi pelajaran penting untuk selalu waspada terhadap potensi fitnah yang datang dari kekayaan dan kemiskinan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Doa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jejak Aiswarya Rai Terulang? Gede Aiswarya Bikin Indonesia Gempar di Mister Internasional!

Aksi Gila Inces Syahrini di Pestapora 2026! 7 Tahun Vakum Langsung Bagi-bagi Dollar ke Penonton!

Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam

Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan

Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.