bukamata.id – Pernah nggak sih kamu penasaran, sebenarnya berapa sih standar uang belanja yang dihabiskan warga Jawa Barat dalam sebulan? Berdasarkan data paling fresh yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Tanah Pasundan sepanjang 2025 menyentuh angka Rp1.724.367 per bulan.
Nominal tersebut mencerminkan denyut ekonomi riil masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian, mulai dari urusan dapur hingga gaya hidup. Penasaran lari ke mana saja uang tersebut? Yuk, intip rincian pos pengeluarannya!
Rincian Alokasi Dompet Warga Jabar
Pengeluaran bulanan warga dibagi menjadi dua kategori utama, yakni belanja dapur (makanan) dan kebutuhan penunjang (nonmakanan).
1. Sektor Nonmakanan (Porsi Terbesar: 53,33%)
Tahun 2025 ini, warga Jabar tercatat lebih royal untuk urusan nonmakanan dengan total rata-rata mencapai Rp975.760 per bulan. Angka ini naik ketimbang tahun sebelumnya yang berada di kisaran 50,78%. Rincian posnya meliputi:
- Perumahan & Fasilitas Rumah: Rp441.723 (pos paling gendut!)
- Aneka Barang & Jasa: Rp239.306
- Pajak, Pungutan, & Asuransi: Rp69.794
- Barang Tahan Lama: Rp67.680
- Kebutuhan Lainnya: Rp73.378
2. Sektor Makanan (Porsi: 46,67%)
Sementara itu, untuk urusan perut, rata-rata dana yang dihabiskan penduduk Jabar menyentuh angka Rp853.966 per bulan. Kalau dirinci berdasarkan jenisnya, belanja makanan ini diisi oleh:
- Makanan & Minuman Jadi (Jajan/Makan Luar): Rp295.036
- Rokok: Rp103.322 (cukup tinggi, ya!)
- Padi-padian (Beras, dll): Rp83.988
- Sayur-sayuran: Rp59.251
- Komoditas Makanan Lainnya: Rp290.889
Indikator Naik Kelas?
BPS Jabar menjelaskan bahwa data ini didapat melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menggunakan pendekatan pengeluaran rumah tangga—mengingat mengukur pendapatan riil masyarakat jauh lebih rumit.
Menariknya, jika dibandingkan dengan tahun 2024 (di mana porsi makanan masih mencapai 49,22% dan nonmakanan 50,78%), pola konsumsi warga Jabar mengalami pergeseran. Dominasi pengeluaran nonmakanan yang kian kuat mengindikasikan bahwa sebagian besar masyarakat di Bumi Parahyangan kini mulai bertransisi dan menunjukkan ciri-ciri masyarakat kelas menengah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











