Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Update Kode Redeem FF 28 Mei 2026: Klaim Hadiah Eksklusif dan Skin Senjata Terbaru!

Kamis, 28 Mei 2026 02:00 WIB

Fenomena Video Viral ‘Rok Hijau Tosca’: Bahaya di Balik Link yang Menggoda Rasa Penasaran

Kamis, 28 Mei 2026 01:00 WIB

Update Jadwal Piala Dunia 2026: Pembagian Grup, Stadion, dan Tanggal Pertandingan Lengkap

Rabu, 27 Mei 2026 22:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Kode Redeem FF 28 Mei 2026: Klaim Hadiah Eksklusif dan Skin Senjata Terbaru!
  • Fenomena Video Viral ‘Rok Hijau Tosca’: Bahaya di Balik Link yang Menggoda Rasa Penasaran
  • Update Jadwal Piala Dunia 2026: Pembagian Grup, Stadion, dan Tanggal Pertandingan Lengkap
  • Moussa Sidibe ke Persib? Gestur Bojan Hodak Saat Pawai Juara Jadi Tanda Tanya Besar
  • Dari Penarik Gerobak Jadi ‘Anak Emas’: Kisah Haru Sapi Matilda yang Bikin Netizen Mewek
  • Jangan Asal Klik! Link Video Viral Rok Hijau Tosca Ternyata Berbahaya
  • Pengendara Motor Masuk Tol Purbaleunyi Berujung Kecelakaan, Polisi Lakukan Penyelidikan di KM 123 Bandung Barat
  • HARU! Pesan Terakhir Bojan Hodak untuk Bobotoh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 28 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

IPRC Nilai Putusan MK Ubah Peta Politik di Jabar, PKB dan PAN Bisa Keluar dari KIM

By Putra JuangSenin, 26 Agustus 2024 20:06 WIB4 Mins Read
Diskusi bertajuk Konstelasi Politik Jawa Barat Pasca Putusan MK. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 60/PUU-XXII/2024 akan memberikan perubahan terhadap konstelasi politik di Jawa Barat jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Begitu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC), Indra Purnama dalam diskusi bertajuk Konstelasi Politik Jawa Barat Pasca Putusan MK di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (26/8/2024).

Menurutnya, putusan MK yang menurunkan ambang batas pencalonan yang awalnya 20 persen menjadi 6,5 hingga 7,5 persen perolehan kursi DPRD provinsi di Pileg 2024 dapat mengubah sejumlah kesepakatan yang telah dicapai partai politik.

“Dengan putusan MK yang terbaru, akan ada perubahan konstelasi politik di Jawa Barat. Setidaknya ada dua partai yang berada di KIM yang menghitung ulang untuk mengusung calonnya sendiri di Pemilihan Gubernur Jawa Barat, yaitu PKB dan PAN,” ucap Indra.

Indra menilai, PAN memiliki figur yang sangat cocok untuk diusung sebagai calon gubernur Jabar dalam diri Bima Arya. Termasuk PKB yang dia pandang mempunyai tokoh-tokoh untuk memimpin Tatar Pasundan lima tahun kedepan.

“Ketertarikan figur dan partai tentu muncul minimal figur baru atau kader terbaik di Pilkada Jawa Barat 2024. Namun, ketika koalisi KIM Plus terpecah, maka partai pun akan berhitung ulang di waktu pendaftaran yang sempit,” ungkapnya.

Baca Juga:  Cagub Jeje Wiradinata Paparkan Visi-Misi di Debat Perdana, Fokus pada Kesetaraan dan Kemajuan Jabar

“Sehingga memungkinkan memilih bergabung dengan pasangan calon koalisi partai yang berpotensi memenangkan kontestasi, serta tentu faktor lain dari dinamika politik di Jawa Barat adalah anomali hasil pileg dan pilkada,” tambahnya.

Indra memandang, dengan adanya putusan MK ini, akan terjadi tiga hingga empat poros pada Pilgub Jabar 2024. Sebab, dua partai politik pun sudah bisa mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada 2024.

“Ya kalau sekarang kan sudah ada Gerindra dengan Golkar, kemudian PKS-NasDem. Dan kemungkinan besar PDIP bersama PKB. Belum lagi partai-partai non parlemen yang akan mengusung calon alternatif. Jadi semuanya masih dinamis dan cair hingga saat ini,” jelasnya.

Selain itu, peta politik setiap daerah di Jabar dipandangnya berbeda. Indra mencontohkan, Pantura lebih condong ke tokoh atau partai yang berspektrum nasionalis.

Sedangkan untuk daerah Priangan Timur, lebih cenderung ke keterikatan kelompok Islam bisa menjadi perhitungan partai.

Baca Juga:  Deklarasikan Kemenangan Sahrul-Gun Gun, Relawan Klaim Hasil Rekap C1 Unggul di Pilbup Bandung

“Sosio-kultur pun Priangan Timur kuat keagamaan dan Pantura ke nasionalis, sedangkan megapolitan (Bekasi-Depok) relatif berbeda dengan daerah lain,” imbuhnya.

Di tempat sama, politisi PKS, Indra Kusuma tak menyangkal jika putusan MK bisa mengubah peta perpolitikan di Jabar. Meski begitu, sulit juga untuk partai politik melakukan konsolidasi ulang karena keterbatas waktu.

“Kondisi Jabar terkini, KIM kan lebih ke politik saat pilpres yang secara internal ada dinamikanya. Saat ini tentunya akan sulit untuk setiap partai melakukan konsolidasi ulang, karena waktunya terlalu mepet,” ucap Indra.

Indra sendiri memandang, kontestasi Pilgub Jabar tahun ini merupakan pertarungan antara pemimpin otentik dengan pemimpin kosmetik

“Kontestasi Pilgub Jabar saat ini adalah kontestasi pemimpin otentik dengan pemimpin kosmetik,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga masih membuka pintu lebar-lebar bagi partai politik lainnya yang ingin bergabung dalam koalisi.

“Tentu PKS terbuka, Mungkin tadi di kita politik detik-detik terakhir itu bisa saja terjadi,” ungkapnya.

Indra pun berharap, calon pemimpin Jabar ke depan adalah pemimpin yang memiliki ide gagasan yang luas dan solutif.

“Tentu kita berharap, kepemimpinan Jawa Barat kedepan adalah pemimpin yang memiliki stok ide gagasan yang riil, solutif, dan integritas,” harapnya.

Baca Juga:  ASIH Komitmen Beri Insentif Lebih untuk Guru Disabilitas Demi Pemerataan Pendidikan

Sementara itu, politisi PSI, Akbar Wibowo meyakini putusan MK merupakan yang terbaik untuk demokrasi di Tanah Air. Sebab, demokrasi adalah hal-hal utama untuk terwujudnya Indonesia maju.

“Menurut kami demokrasi itu dimana rakyat bisa memilih, bukan pemimpin yang dipilihkan oleh elit-elit,” ucap Akbar.

Akbar menegaskan, PSI sendiri mendukung penuh atas putusan MK dan PKPU. Sebab menurutnya, dengan adanya putusan tersebut, maka akan semakin banyak calon yang mendaftarkan diri dan itu bagus bagi masyarakat.

“Semakin banyak pilihan maka semakin baik. Kami kan partai yang mengusung anak-anak muda tentunya kami berharap threshold yang semakin rendah bisa memajukan anak-anak muda di seluruh daerah,” katanya.

“Maka diturunkannya syarat pencalonan dan ambang batas menjadi angin segar di Indonesia. Jadi, kami sangat mendukung,” sambungnya.

Akbar pun berharap, Pilkada 2024 khususnya di Jabar dan Kota Bandung dapat melahirkan calon-calon pemimpin terbaik.

“Pilkada ini penting untuk Jawa Barat, buat Kota Bandung karena ini untuk pemimpin kita selama 5 tahun kedepan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

IPRC Konstelasi Politik Pilgub Jabar pilkada putusan MK
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dari Penarik Gerobak Jadi ‘Anak Emas’: Kisah Haru Sapi Matilda yang Bikin Netizen Mewek

Pengendara Motor Masuk Tol Purbaleunyi Berujung Kecelakaan, Polisi Lakukan Penyelidikan di KM 123 Bandung Barat

Teror Pocong di Bandung Barat Ternyata Hoaks AI, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Gencatan Senjata AS-Iran di Ujung Tanduk, Ketegangan Timur Tengah Kian Membara

Kurs Rupiah Nyaris Sentuh Rp 17.800, Menkeu Purbaya: Ini Nggak Masuk Akal!

Kabar Gembira bagi Warga Bandung, Presiden Prabowo Instruksikan Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Bandung Siap-siap Macet Total! Ini Skema Pengalihan Jalan dan Rute Konvoi Juara Persib
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.