Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Langgar 115 Aturan Finansial, Manchester City Berpotensi Terdepak dari Liga Inggris!

Selasa, 20 Oktober 2026 13:20 WIB
Demo Jakarta

Siap-siap Macet! Ini Titik Demonstrasi Jakarta 20 Oktober dan Jalur Pintasnya

Selasa, 20 Oktober 2026 12:16 WIB

Ribuan Mahasiswa Demo di Bandung Hari Ini, Jalan Asia Afrika dan DPRD Jabar Jadi Sasaran

Selasa, 20 Oktober 2026 12:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Langgar 115 Aturan Finansial, Manchester City Berpotensi Terdepak dari Liga Inggris!
  • Siap-siap Macet! Ini Titik Demonstrasi Jakarta 20 Oktober dan Jalur Pintasnya
  • Ribuan Mahasiswa Demo di Bandung Hari Ini, Jalan Asia Afrika dan DPRD Jabar Jadi Sasaran
  • Jadwal Liga Champions 2026/2027 Pekan Ini: PSG vs Barcelona, Bayern vs Arsenal
  • Tiga Laga Menanti Persib, Ini Strategi Igor Tolic Hadapi Jadwal Padat
  • Harga Emas Antam Hari Ini 20 Oktober 2026 Turun Rp10.000, Cek Daftar Lengkap
  • Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?
  • Persib Mengancam di Posisi 5 Besar! Ini Kalkulasi Peluang Maung Bandung Geser Macan Kemayoran
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Iran Dihantam Krisis Moneter, Nilai Tukar Rial Merosot Tajam

By Aga GustianaSelasa, 13 Januari 2026 12:51 WIB3 Mins Read
Mata uang Iran. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Iran memasuki awal 2026 dengan tekanan besar dari dalam negeri. Krisis ekonomi yang kian parah memicu gelombang demonstrasi di berbagai wilayah, di tengah melemahnya nilai mata uang dan lonjakan harga kebutuhan pokok. Pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian kini menghadapi ujian serius akibat kombinasi inflasi tinggi dan kepercayaan publik yang terus menurun.

Mengutip laporan Al Jazeera pada Senin (12/1), aksi protes tercatat berlangsung di sejumlah kota. Salah satu yang paling menonjol terjadi pada Selasa malam di Abdanan, sebuah kota di Provinsi Ilam, wilayah tengah Iran. Rekaman yang beredar memperlihatkan ribuan warga turun ke jalan, membentuk arak-arakan panjang sambil melontarkan teriakan protes.

Unjuk rasa tersebut melibatkan berbagai kelompok usia. Anak-anak yang digandeng orang tua hingga warga lanjut usia terlihat memenuhi ruas jalan kota kecil itu, mencerminkan luasnya dampak krisis ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Merespons situasi tersebut, pemerintah Iran segera meningkatkan pengawasan keamanan dan memberlakukan pembatasan akses internet sejak Kamis (8/1/2026). Namun langkah itu dinilai tidak efektif. Aksi demonstrasi tetap berlangsung meski ruang digital dibatasi.

Tekanan Ekonomi dan Kejatuhan Rial

Akar persoalan demonstrasi ini berawal dari kondisi ekonomi yang terus memburuk. Nilai tukar rial mengalami tekanan berat, sementara daya beli masyarakat merosot tajam. Kenaikan harga kebutuhan sehari-hari menjadi pemicu utama kemarahan publik.

Bloomberg melaporkan bahwa mata uang Iran telah lama berada dalam posisi rapuh akibat sanksi Barat dan praktik korupsi yang menggerogoti sistem ekonomi. Situasi ini semakin memperlemah kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas finansial negara.

Pada akhir Desember 2025, nilai rial tercatat anjlok sekitar 45 persen terhadap dolar Amerika Serikat. Kepanikan mendorong warga mengalihkan tabungan mereka ke mata uang asing, emas, maupun aset properti sebagai langkah penyelamatan nilai kekayaan.

Kondisi tersebut diperparah oleh kebijakan nilai tukar bertingkat. Pemerintah memberikan subsidi impor kepada entitas tertentu, namun sistem ini justru membuka celah penyalahgunaan dan memperkuat persepsi ketidakadilan ekonomi di kalangan publik.

“Selama inflasi masih menjadi masalah kronis dalam perekonomian, berharap nilai tukar yang stabil tidaklah realistis,” terang Ekonom Mohammad Kohandal, dikutip CNBC.

Selain persoalan domestik, tekanan eksternal turut memperburuk situasi. Sanksi internasional terkait program nuklir Iran membatasi ekspor minyak dan mempersempit akses ke sistem perbankan global. Akibatnya, kemampuan negara dalam memperoleh serta mengelola devisa menjadi sangat terbatas.

Harga minyak dunia yang melemah turut menekan anggaran negara. Minyak mentah Brent tercatat turun 18 persen sepanjang 2025, berada di kisaran USD60 per barel. Angka ini jauh dari kebutuhan Iran yang diperkirakan mencapai USD165 per barel untuk menyeimbangkan anggaran negara, menurut perhitungan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Mei lalu.

Sikap Pemerintah dan Ketegangan Geopolitik

Presiden Masoud Pezeshkian akhirnya angkat bicara menanggapi gelombang protes tersebut. Dalam wawancara di televisi pemerintah pada Minggu, ia menuding campur tangan asing sebagai faktor pemicu instabilitas.

Pezeshkian menyebut Amerika Serikat dan Israel berupaya “menabur kekacauan dan ketidaktertiban” di Iran dengan mengarahkan “kerusuhan”. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menjauh dari pihak yang disebutnya sebagai “perusuh dan teroris”.

Nada serupa disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf. Ia memperingatkan Washington agar tidak salah langkah dalam membaca situasi kawasan.

“Mari kita perjelas, jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan (Israel) serta semua pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah kita,” kata Qalibaf, mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pernyataan keras ini muncul di tengah memori konflik bersenjata yang masih segar. Tahun lalu, Iran terlibat perang selama 12 hari dengan Israel dan Amerika Serikat setelah serangan mendadak Israel pada Juni. Dalam konflik tersebut, fasilitas nuklir Iran menjadi sasaran serangan udara AS.

Serangan itu menelan korban ratusan orang, termasuk warga sipil, pejabat militer, dan ilmuwan. Iran membalas dengan meluncurkan ratusan rudal balistik ke sejumlah kota di Israel, yang mengakibatkan 28 orang tewas di pihak Israel.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Demo Jakarta

Siap-siap Macet! Ini Titik Demonstrasi Jakarta 20 Oktober dan Jalur Pintasnya

Ribuan Mahasiswa Demo di Bandung Hari Ini, Jalan Asia Afrika dan DPRD Jabar Jadi Sasaran

Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?

Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga

Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak

Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.