Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya

Minggu, 28 Juni 2026 13:03 WIB

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Minggu, 28 Juni 2026 12:22 WIB

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Minggu, 28 Juni 2026 12:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
  • Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung
  • Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!
  • Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi
  • Talenta Muda Persib Dilepas Sementara, Zulkifli Lukmansyah Punya Misi Baru
  • Afrika Selatan vs Kanada 32 Besar Piala Dunia 2026: Prediksi Skor dan Line Up Lengkap!
  • Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?
  • Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Jago Inggris Tapi Dihujat! Kisah Altaf Siswa Ternate yang Bikin Gubernur Sherly Turun Tangan

By Aga GustianaJumat, 27 Maret 2026 10:03 WIB5 Mins Read
Gubernur Sherly temui Altaf. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Angin laut di Pantai Falajawa, Kota Ternate, biasanya hanya membawa aroma garam dan suara tawa warga yang melepas penat. Namun, beberapa waktu lalu, suasana itu berubah menjadi panggung bagi seorang remaja bernama Altaf. Siswa asal MTsN Ternate ini mendadak menjadi perbincangan hangat setelah aksi komunikasinya yang impresif terekam dalam kamera.

Kisah Altaf bukan sekadar cerita tentang seorang siswa yang pandai bahasa asing. Ini adalah potret kontradiksi di tengah masyarakat kita: antara dambaan akan kemajuan dan ketakutan akan perbedaan yang berujung pada perundungan (bullying). Kisah ini pun akhirnya sampai ke telinga orang nomor satu di Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda, pada Rabu (25/3/2026).

Pesona dari Layar TikTok

Keberhasilan Altaf mencuri perhatian publik tidak lepas dari peran media sosial. Melalui akun TikTok @fandynaser, aktivitas Altaf yang kerap berlatih dan berdialog dengan warga asing di ruang publik sering dibagikan. Konten-konten tersebut memperlihatkan sisi gigih seorang pelajar madrasah yang tidak malu untuk mempraktikkan kemampuan bahasanya secara langsung di lapangan.

Namun, di balik dukungan ribuan likes dan komentar positif di jagat maya, realitas di sekolah justru menghujamnya. Sebagai siswa MTsN Ternate, Altaf harus menghadapi tantangan sosial yang cukup berat dari lingkungan sebayanya.

Dari Viral ke Luka: Sisi Gelap Popularitas

Dukungan publik di kolom komentar ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan penerimaan di dunia nyata. Di balik layar ponsel, Altaf harus menghadapi “bisik-bisik tetangga” yang tidak sedap. Teman-temannya di sekolah justru melontarkan komentar negatif yang membuat telinga memerah. Mereka mempertanyakan alasan Altaf terus mengulang-ulang pelajaran bahasanya, sebuah usaha keras yang justru dianggap aneh oleh lingkungan sekitarnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Soroti Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Dinonaktifkan

Keluhan ini pertama kali mencuat dalam sebuah acara di Bela Hotel Ternate. Seorang ibu, dengan nada cemas, menyampaikan kepada Gubernur Sherly bahwa Altaf sedang tidak baik-baik saja. Mental sang remaja teruji oleh cercaan kawan sebaya yang gagal memahami visinya.

Mendengar kabar tersebut, Sherly Tjoanda tidak tinggal diam. Ia segera meminta agar Altaf dihadirkan. Baginya, bakat seperti Altaf adalah aset yang harus dilindungi, bukan dibiarkan layu sebelum berkembang karena tekanan sosial.

Pertemuan di Ruang Gubernur: Melawan “Noise”

Tidak butuh waktu lama bagi siswa MTsN itu untuk berdiri di hadapan sang Gubernur. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat namun sarat makna itu, Sherly mencoba menyelami isi kepala sang siswa. Ia ingin tahu, apa sebenarnya yang menggerakkan seorang anak dari Ternate untuk begitu gigih menguasai bahasa internasional tersebut secara mandiri.

Dengan jujur, Altaf mengutarakan mimpinya. Ia ingin menembus batas-batas geografis Maluku Utara. Cita-citanya tinggi: ia ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, bahkan secara spesifik menyebut Spanyol sebagai salah satu tujuannya. Baginya, bahasa Inggris adalah kunci pembuka gerbang dunia.

Sherly Tjoanda mengangguk setuju. Ia melihat potensi besar dalam diri Altaf. Namun, ia juga menyadari bahwa tantangan terbesar Altaf saat ini bukanlah tata bahasa (grammar), melainkan ketangguhan mental menghadapi lingkungan.

“Dengan bisa berbahasa Inggris, itu akan membantu kamu di masa depan. Apa yang kamu lakukan sekarang adalah investasi untuk dirimu,” kata Sherly dengan nada menguatkan.

Baca Juga:  Dulu Dihujat Habis-habisan, Kini Menteri Bahlil Malah Jadi 'Bolu Ketan' Netizen! Kok Bisa?

Namun, Altaf tak bisa menutupi keresahannya. Ia bercerita bagaimana komentar negatif teman-temannya terus menghantui. Mereka menertawakan proses belajarnya, mempertanyakan mengapa ia harus berpayah-payah belajar bahasa yang tidak dipakai sehari-hari di pasar atau di sekolah.

Mendengar itu, Sherly memberikan sebuah analogi yang mendalam tentang kehidupan modern yang penuh dengan distraksi.

“Dalam hidup ada yang namanya ‘noise’, hal-hal yang tidak penting. Kamu tidak perlu menjawabnya, cukup terus lakukan apa yang kamu lakukan,” ujar Sherly menasihati.

Gubernur menekankan bahwa komentar negatif tersebut hanyalah kebisingan yang tidak akan memberikan nilai tambah apa pun bagi masa depan Altaf. Justru keberanian Altaf untuk belajar secara otodidak adalah bukti kekuatan karakter yang jarang dimiliki anak seusianya.

Tamparan bagi Budaya Perundungan

Kasus Altaf adalah cermin retak dari fenomena sosial kita. Seringkali, saat seseorang mencoba melompat lebih tinggi atau melakukan sesuatu yang berbeda, lingkungan sekitar justru berusaha menariknya kembali ke bawah agar tetap “seragam”. Kemampuan bahasa Inggris Altaf dianggap sebagai sebuah ancaman atau keanehan, bukannya inspirasi.

Sherly Tjoanda menggunakan momentum pertemuan ini untuk mengirimkan pesan keras kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Maluku Utara. Ia mengingatkan bahwa rasa iri atau ketidakmampuan tidak boleh menjadi alasan untuk menjatuhkan orang lain.

“Kalau tidak bisa berbahasa Inggris, jangan membuli yang bisa. Dan bagi yang sedang belajar, teruskan saja, jangan berhenti,” tegas sang Gubernur.

Pesan ini bukan hanya untuk teman-teman Altaf di MTsN Ternate, melainkan sebuah teguran bagi budaya kita yang terkadang alergi terhadap prestasi yang dianggap “asing”. Sherly ingin memastikan bahwa di bawah kepemimpinannya, anak-anak yang memiliki inisiatif untuk maju secara mandiri mendapatkan perlindungan moral yang cukup.

Baca Juga:  Lama Tak Muncul, Ridwan Kamil Viral Gara-Gara Ikut Protes Delay di Bandara

“Saya sangat bangga denganmu. Kamu sudah berada di jalur yang tepat untuk berhasil,” tambahnya, memberikan validasi yang sangat dibutuhkan oleh jiwa muda Altaf.

Menuju Spanyol dan Masa Depan

Dukungan dari seorang pemimpin daerah memberikan angin segar bagi Altaf. Di tengah debur ombak Pantai Falajawa yang menjadi saksi bisu awal mula kisahnya viral di akun @fandynaser, Altaf kini memegang janji pada dirinya sendiri dan dukungan dari pemerintah daerah.

Investasi yang dimaksud Sherly Tjoanda bukan hanya soal materi, melainkan kapasitas intelektual. Di era globalisasi, bahasa Inggris bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar untuk berkompetisi. Altaf telah mengambil langkah awal yang berani, jauh mendahului rekan-rekan sebayanya yang masih sibuk mencibir.

Kisah ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa pertumbuhan seringkali memicu ketidaknyamanan bagi orang lain. Namun, seperti yang dikatakan Sherly, itu hanyalah noise. Bagi para “Altaf” lainnya di luar sana yang mungkin sedang berjuang mempelajari hal baru di tengah cemoohan, ingatlah bahwa suara yang paling penting untuk didengar adalah suara keyakinan diri sendiri.

Perjalanan Altaf masih panjang. Namun, dengan mentalitas yang kini lebih tangguh menghadapi “kebisingan” dunia, langkahnya menuju benua Eropa atau belahan dunia mana pun, kini terasa sedikit lebih ringan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Altaf Ternate Gubernur Maluku Utara MTsN Ternate Pantai Falajawa Sherly Tjoanda Viral TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya

Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?

Game Free Fire

Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Vivo X Fold 6 Bawa Baterai Badak dan Kamera 200 MP, Simak Spesifikasi dan Harganya

Kisah Oma Grace: Menangis di Depan Kamera, Melawan Kekejaman Cyberbullying dengan Doa

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.