Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27

Rabu, 12 Agustus 2026 20:02 WIB

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Rabu, 12 Agustus 2026 19:46 WIB

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

Rabu, 12 Agustus 2026 19:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27
  • Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra
  • Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
  • Persib Dapat Suntikan 2 Bintang Timnas, Sandy Walsh dan Ragnar Siap Unjuk Gigi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Jago Inggris Tapi Dihujat! Kisah Altaf Siswa Ternate yang Bikin Gubernur Sherly Turun Tangan

By Aga GustianaJumat, 27 Maret 2026 10:03 WIB5 Mins Read
Gubernur Sherly temui Altaf. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Angin laut di Pantai Falajawa, Kota Ternate, biasanya hanya membawa aroma garam dan suara tawa warga yang melepas penat. Namun, beberapa waktu lalu, suasana itu berubah menjadi panggung bagi seorang remaja bernama Altaf. Siswa asal MTsN Ternate ini mendadak menjadi perbincangan hangat setelah aksi komunikasinya yang impresif terekam dalam kamera.

Kisah Altaf bukan sekadar cerita tentang seorang siswa yang pandai bahasa asing. Ini adalah potret kontradiksi di tengah masyarakat kita: antara dambaan akan kemajuan dan ketakutan akan perbedaan yang berujung pada perundungan (bullying). Kisah ini pun akhirnya sampai ke telinga orang nomor satu di Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda, pada Rabu (25/3/2026).

Pesona dari Layar TikTok

Keberhasilan Altaf mencuri perhatian publik tidak lepas dari peran media sosial. Melalui akun TikTok @fandynaser, aktivitas Altaf yang kerap berlatih dan berdialog dengan warga asing di ruang publik sering dibagikan. Konten-konten tersebut memperlihatkan sisi gigih seorang pelajar madrasah yang tidak malu untuk mempraktikkan kemampuan bahasanya secara langsung di lapangan.

Namun, di balik dukungan ribuan likes dan komentar positif di jagat maya, realitas di sekolah justru menghujamnya. Sebagai siswa MTsN Ternate, Altaf harus menghadapi tantangan sosial yang cukup berat dari lingkungan sebayanya.

Dari Viral ke Luka: Sisi Gelap Popularitas

Dukungan publik di kolom komentar ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan penerimaan di dunia nyata. Di balik layar ponsel, Altaf harus menghadapi “bisik-bisik tetangga” yang tidak sedap. Teman-temannya di sekolah justru melontarkan komentar negatif yang membuat telinga memerah. Mereka mempertanyakan alasan Altaf terus mengulang-ulang pelajaran bahasanya, sebuah usaha keras yang justru dianggap aneh oleh lingkungan sekitarnya.

Keluhan ini pertama kali mencuat dalam sebuah acara di Bela Hotel Ternate. Seorang ibu, dengan nada cemas, menyampaikan kepada Gubernur Sherly bahwa Altaf sedang tidak baik-baik saja. Mental sang remaja teruji oleh cercaan kawan sebaya yang gagal memahami visinya.

Mendengar kabar tersebut, Sherly Tjoanda tidak tinggal diam. Ia segera meminta agar Altaf dihadirkan. Baginya, bakat seperti Altaf adalah aset yang harus dilindungi, bukan dibiarkan layu sebelum berkembang karena tekanan sosial.

Pertemuan di Ruang Gubernur: Melawan “Noise”

Tidak butuh waktu lama bagi siswa MTsN itu untuk berdiri di hadapan sang Gubernur. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat namun sarat makna itu, Sherly mencoba menyelami isi kepala sang siswa. Ia ingin tahu, apa sebenarnya yang menggerakkan seorang anak dari Ternate untuk begitu gigih menguasai bahasa internasional tersebut secara mandiri.

Dengan jujur, Altaf mengutarakan mimpinya. Ia ingin menembus batas-batas geografis Maluku Utara. Cita-citanya tinggi: ia ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, bahkan secara spesifik menyebut Spanyol sebagai salah satu tujuannya. Baginya, bahasa Inggris adalah kunci pembuka gerbang dunia.

Sherly Tjoanda mengangguk setuju. Ia melihat potensi besar dalam diri Altaf. Namun, ia juga menyadari bahwa tantangan terbesar Altaf saat ini bukanlah tata bahasa (grammar), melainkan ketangguhan mental menghadapi lingkungan.

“Dengan bisa berbahasa Inggris, itu akan membantu kamu di masa depan. Apa yang kamu lakukan sekarang adalah investasi untuk dirimu,” kata Sherly dengan nada menguatkan.

Namun, Altaf tak bisa menutupi keresahannya. Ia bercerita bagaimana komentar negatif teman-temannya terus menghantui. Mereka menertawakan proses belajarnya, mempertanyakan mengapa ia harus berpayah-payah belajar bahasa yang tidak dipakai sehari-hari di pasar atau di sekolah.

Mendengar itu, Sherly memberikan sebuah analogi yang mendalam tentang kehidupan modern yang penuh dengan distraksi.

“Dalam hidup ada yang namanya ‘noise’, hal-hal yang tidak penting. Kamu tidak perlu menjawabnya, cukup terus lakukan apa yang kamu lakukan,” ujar Sherly menasihati.

Gubernur menekankan bahwa komentar negatif tersebut hanyalah kebisingan yang tidak akan memberikan nilai tambah apa pun bagi masa depan Altaf. Justru keberanian Altaf untuk belajar secara otodidak adalah bukti kekuatan karakter yang jarang dimiliki anak seusianya.

Tamparan bagi Budaya Perundungan

Kasus Altaf adalah cermin retak dari fenomena sosial kita. Seringkali, saat seseorang mencoba melompat lebih tinggi atau melakukan sesuatu yang berbeda, lingkungan sekitar justru berusaha menariknya kembali ke bawah agar tetap “seragam”. Kemampuan bahasa Inggris Altaf dianggap sebagai sebuah ancaman atau keanehan, bukannya inspirasi.

Sherly Tjoanda menggunakan momentum pertemuan ini untuk mengirimkan pesan keras kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Maluku Utara. Ia mengingatkan bahwa rasa iri atau ketidakmampuan tidak boleh menjadi alasan untuk menjatuhkan orang lain.

“Kalau tidak bisa berbahasa Inggris, jangan membuli yang bisa. Dan bagi yang sedang belajar, teruskan saja, jangan berhenti,” tegas sang Gubernur.

Pesan ini bukan hanya untuk teman-teman Altaf di MTsN Ternate, melainkan sebuah teguran bagi budaya kita yang terkadang alergi terhadap prestasi yang dianggap “asing”. Sherly ingin memastikan bahwa di bawah kepemimpinannya, anak-anak yang memiliki inisiatif untuk maju secara mandiri mendapatkan perlindungan moral yang cukup.

“Saya sangat bangga denganmu. Kamu sudah berada di jalur yang tepat untuk berhasil,” tambahnya, memberikan validasi yang sangat dibutuhkan oleh jiwa muda Altaf.

Menuju Spanyol dan Masa Depan

Dukungan dari seorang pemimpin daerah memberikan angin segar bagi Altaf. Di tengah debur ombak Pantai Falajawa yang menjadi saksi bisu awal mula kisahnya viral di akun @fandynaser, Altaf kini memegang janji pada dirinya sendiri dan dukungan dari pemerintah daerah.

Investasi yang dimaksud Sherly Tjoanda bukan hanya soal materi, melainkan kapasitas intelektual. Di era globalisasi, bahasa Inggris bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar untuk berkompetisi. Altaf telah mengambil langkah awal yang berani, jauh mendahului rekan-rekan sebayanya yang masih sibuk mencibir.

Kisah ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa pertumbuhan seringkali memicu ketidaknyamanan bagi orang lain. Namun, seperti yang dikatakan Sherly, itu hanyalah noise. Bagi para “Altaf” lainnya di luar sana yang mungkin sedang berjuang mempelajari hal baru di tengah cemoohan, ingatlah bahwa suara yang paling penting untuk didengar adalah suara keyakinan diri sendiri.

Perjalanan Altaf masih panjang. Namun, dengan mentalitas yang kini lebih tangguh menghadapi “kebisingan” dunia, langkahnya menuju benua Eropa atau belahan dunia mana pun, kini terasa sedikit lebih ringan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Altaf Ternate Gubernur Maluku Utara MTsN Ternate Pantai Falajawa Sherly Tjoanda Viral TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren

Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!

Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram

zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil

Garena Free Fire

Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.