Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Debut di ACL Two, Kiper Muda Persib Fitrah Maulana Tampil Gemilang

Kamis, 29 Oktober 2026 13:55 WIB

Polrestabes Bandung Imbau Demonstran Tertib, 13 Orang Diamankan Terkait Insiden 20 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 12:57 WIB

Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana

Kamis, 29 Oktober 2026 11:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Debut di ACL Two, Kiper Muda Persib Fitrah Maulana Tampil Gemilang
  • Polrestabes Bandung Imbau Demonstran Tertib, 13 Orang Diamankan Terkait Insiden 20 Oktober
  • Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana
  • Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan
  • Melesat 12 Tingkat! Persib Jadi Penyelamat Peringkat Sepak Bola Indonesia di Asia
  • Dendam Lama Berujung Maut, Ini Sosok Eksekutor Penusukan di Pasar Caringin
  • Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli
  • Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Jangkrik Bos! Warga Asal Sumedang Ini Raih Cuan Jutaan Rupiah per Bulan

By Putra JuangJumat, 7 Februari 2025 14:30 WIB2 Mins Read
Haji Juju Junaedi. (Foto: sumedangkab)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Haji Juju Junaedi (52), warga RT 1 RW 4, Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang sukses mengembangkan usaha ternak jangkrik.

Haji Juju membudidayakan berbagai jenis jangkrik, mulai dari jangkrik madu, jangkrik lokal, dan jangkrik kalung.

“Alhamdulillah dalam satu bulan, omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp2 juta,” ucap Haji Juju, Jumat (7/2/2025).

Jangkrik hasil ternak Haji Juju banyak digunakan sebagai pakan ikan lele dan burung, dua sektor yang terus berkembang di masyarakat.

Baca Juga:  Pj Bupati Sumedang Sebut Program Makan Siang Bergizi Bentuk Generasi Sehat dan Pintar

“Untuk pakan jangkrik diambil dari ampas tahu, daun hanjuang hijau, dan bonggol pisang,” ujarnya.

Haji Juju mengatakan, jangkrik yang diternaknya tumbuh sehat dan siap panen dalam waktu kurang lebih 30 hari.

“Jangkrik lokal menjadi favorit pasar karena lebih diminati konsumen,” imbuhnya.

Menurutnya, pasokan telur jangkrik dari Jawa Timur.

Baca Juga:  Musim Kemarau, Masyarakat Sumedang Diimbau Tidak Bakar Sampah

“Harus telaten menjaga dari serangan hama seperti semut, laba-laba, dan cicak, serta tantangan cuaca, terutama angin kencang yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jangkrik,” katanya.

Haji Juju mengungkapkan bahwa saha ternak jangkrik membutuhkan ketelatenan dan kesabaran.

“Beternak jangkrik ini sebenarnya tidak terlalu sulit, yang penting rajin memperhatikan lingkungan kandang dan memberi pakan yang cukup. Kendala terbesar biasanya hama dan cuaca, apalagi kalau angin kencang, jangkrik bisa stres,” jelasnya.

Baca Juga:  Kondisi Nataru Level Awas, BPBD Minta Masyarakat Jangan Anggap Remeh Bencana

Haji Juju berharap, semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk mencoba usaha serupa.

“Kalau ditekuni, hasilnya lumayan. Apalagi permintaan jangkrik cukup tinggi, terutama untuk pakan burung dan ikan,” ucapnya.

Ketekunan Haji Juju dalam beternak jangkrik menjadi inspirasi bagi warga sekitar. Usaha kecil pun bisa memberikan keuntungan dan menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kabupaten Sumedang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli

Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF

Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.