Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mulai Rp12 Ribu! Cek 6 Rekomendasi Wedang Ronde di Bandung, dari yang Klasik Sampai Kekinian

Jumat, 23 Oktober 2026 13:50 WIB

Dua Kali Penalti, Dua Kali Gagal: Alex Martins Bikin Persebaya Tumbang

Jumat, 23 Oktober 2026 13:32 WIB
Pelecehan Seksual

Modus Pinjam Uang Rp20 Ribu, Pria Bermotor Nekat Pamer Alat Kelamin ke Siswi di Bogor

Jumat, 23 Oktober 2026 13:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mulai Rp12 Ribu! Cek 6 Rekomendasi Wedang Ronde di Bandung, dari yang Klasik Sampai Kekinian
  • Dua Kali Penalti, Dua Kali Gagal: Alex Martins Bikin Persebaya Tumbang
  • Modus Pinjam Uang Rp20 Ribu, Pria Bermotor Nekat Pamer Alat Kelamin ke Siswi di Bogor
  • Agnez Mo Resmi Jadi Artis Indonesia Pertama yang ‘Bertakhta’ di Hollywood Lantai 3!
  • Tragis! Pemotor Tewas Usai Terjatuh dan Terlindas Truk Boks di Cileunyi
  • Panas Ekstrem Picu Kebakaran Lahan di Bandung, Warga Diminta Waspada
  • French Open 2026: 8 Wakil Indonesia Serbu Perempat Final
  • Persib Kalah 0-1, Igor Tolic Akui Timnya Dihukum Satu Kesalahan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jejak Karier Politik Dedi Mulyadi dan Pesan Tegas Prabowo: ‘Jangan Brengsek’

By Aga GustianaSelasa, 30 September 2025 08:44 WIB4 Mins Read
Prabowo Subianto dan Dedi Mulyadi
Prabowo Subianto dan Dedi Mulyadi (Instagram @dedimulyadi71)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara akad massal 26 ribu KPR FLPP dan serah terima kunci rumah subsidi menyala di Perumahan Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025). Dalam kesempatan ini, hadir pula Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Di hadapan para tamu dan pejabat, Prabowo menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan partai politik. “Kita sudah tidak perang ideologi lagi. Kita sudah sepakat ideologi kita Pancasila. Bersaing itu tidak masalah, tapi jangan sampai rakyat dirugikan,” ujar Prabowo.

Pesan ini juga ditujukan khusus kepada Dedi Mulyadi, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dari Partai Gerindra. “Kalau ‘erengsek’, saya usut kau, tapi saya yakin kau tidak brengsek,” tambah Prabowo disertai senyum, menegaskan harapan agar kader partai tetap mengedepankan etika dan pelayanan publik.

Kehadiran Dedi Mulyadi dalam acara ini sekaligus menegaskan posisi politiknya yang kian mapan, setelah perjalanan panjang dari aktivis hingga politisi nasional. Berikut jejak karier Dedi Mulyadi yang menarik dicermati.

Awal Kehidupan dan Pendidikan

Dedi Mulyadi lahir pada 11 April 1971 di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dari pasangan Sahlin Ahmad Suryana dan Karsiti. Ia tumbuh di keluarga sederhana; ayahnya seorang pensiunan prajurit dan ibunya bekerja keras sebagai aktivis Palang Merah Indonesia sekaligus kuli sawah untuk menopang ekonomi keluarga.

Baca Juga:  Abaikan Imbauan Kemendagri, Dedi Mulyadi Tetap Larang Rapat Dinas di Hotel

Dedi menempuh pendidikan dasar di SD Subakti Subang hingga lulus 1984, dilanjutkan di SMP Kalijati dan SMA Negeri 1 Purwadadi. Setelah lulus SMA, Dedi mencoba masuk AKABRI dan Secapa, namun gagal karena berat badannya belum memenuhi syarat.

Tak putus asa, ia mendaftar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad), namun terpaksa mundur karena keterbatasan biaya. Pilihan berikutnya, Dedi kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Purnawarman Purwakarta pada 1995. Di kampus, Dedi aktif di berbagai organisasi mahasiswa, termasuk HMI Cabang Purwakarta, dan berbagai serikat pekerja, yang membentuk dasar kepedulian politik dan sosialnya.

Karier Awal dan Kehidupan Pribadi

Untuk menyelesaikan kuliah, Dedi bekerja sebagai tenaga kontrak di PT Indho Bharat Rayon, kemudian menjadi tenaga administrasi di PT Binawan Praduta. Ia akhirnya meraih gelar sarjana hukum pada 1999.

Dalam kehidupan pribadi, Dedi pernah menikah dengan Sri Muliawati dan dikaruniai satu anak sebelum sang istri meninggal. Ia kemudian menikah dengan Anne Ratna Mustika, mantan Mojang Purwakarta, dan memiliki dua anak. Pernikahan ini berakhir pada 22 Februari 2023 setelah 20 tahun bersama.

Baca Juga:  Indonesia Sabet 91 Emas di SEA Games 2025, Prabowo: Senyum tapi Pusing Bonus

Jejak Politik Dedi Mulyadi

Karier politik Dedi dimulai pada 1999 melalui Partai Golkar, di mana ia menjadi Wakil Sekretaris Golkar Purwakarta dan berhasil duduk sebagai anggota DPRD Purwakarta. Di periode 1999-2004, ia menjabat Ketua Komisi E DPRD Purwakarta, membangun basis politik lokal yang kuat.

Pada Pilkada Purwakarta 2003, Dedi dipercaya sebagai calon wakil bupati dan berhasil menang. Ia kemudian menjadi wakil bupati pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat. Posisi ini membuka jalan bagi Dedi untuk meniti karier eksekutif lebih jauh.

Pada 2008, Dedi maju sebagai calon bupati Purwakarta dan menang. Ia kembali terpilih pada Pilkada 2013, menjadikannya Bupati Purwakarta selama dua periode. Selama memimpin, Dedi dikenal dengan gaya kepemimpinan populis dan dekat dengan masyarakat, sehingga namanya menjadi figur politik penting di Jawa Barat.

Pada 2016, Dedi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat secara aklamasi, menegaskan pengaruhnya di level provinsi. Ia kemudian mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat pada 2018, namun kalah dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Kiprah Nasional

Dedi tidak hanya fokus di level lokal. Pada Pilpres 2019, ia dipercaya sebagai Ketua Tim Kampanye Regional Jawa Barat untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Penunjukan ini menegaskan pengakuan atas kapasitasnya di kancah politik nasional.

Baca Juga:  Siswa SMAN 6 Garut Tewas Diduga Akibat Perundungan, Gubernur Jabar Turun Tangan!

Pada 2019, Dedi menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, menduduki posisi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI hingga 2024. Ia aktif dalam berbagai isu nasional, terutama terkait pembangunan dan infrastruktur di Jawa Barat.

Bergabung dengan Partai Gerindra

Langkah signifikan terjadi pada 2023, ketika Dedi mundur dari Partai Golkar dan DPR RI, lalu bergabung dengan Partai Gerindra sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina. Keputusan ini menandai babak baru dalam perjalanan politiknya, sekaligus membuka peluang untuk kontestasi lebih luas.

Dedi mencalonkan diri kembali sebagai anggota DPR pada Pemilu 2024 dari Partai Gerindra dan berhasil meraih suara tertinggi di Dapil Jabar VII dengan total 375.658 suara. Keberhasilan ini menunjukkan basis dukungan politiknya tetap solid meski berpindah partai.

Gubernur Jawa Barat

Puncak karier politik Dedi Mulyadi terjadi pada Pilkada Jawa Barat 2024. Berpasangan dengan Erwan Setiawan, Dedi berhasil terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat dan dilantik pada 20 Februari 2025. Kemenangan ini menjadi bukti pengaruhnya yang kuat, baik di tingkat lokal maupun provinsi, serta kemampuan manuver politik yang matang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pelecehan Seksual

Modus Pinjam Uang Rp20 Ribu, Pria Bermotor Nekat Pamer Alat Kelamin ke Siswi di Bogor

Tragis! Pemotor Tewas Usai Terjatuh dan Terlindas Truk Boks di Cileunyi

Panas Ekstrem Picu Kebakaran Lahan di Bandung, Warga Diminta Waspada

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

PKH Tahap 4 dan PIP Oktober 2026, Ini Besaran Bantuan dan Cara Ceknya

Pasokan Air Baku Anjlok 40 Persen, Perumda Tirtawening Kirim Tangki Air Gratis ke Warga

deportasi

Gunakan Uang Kas Desa Buat Judi Slot, Oknum Kades di Sukabumi Divonis 3 Tahun Penjara

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.