Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Senin, 3 Agustus 2026 01:00 WIB

Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 21:06 WIB

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Minggu, 2 Agustus 2026 20:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jejak Pihak Asing di Balik Kerusuhan Demo Bandung: Dana hingga Propaganda

By Aga GustianaRabu, 17 September 2025 09:34 WIB2 Mins Read
Demo DPRD Jabar
Demo di depan gedung DPRD Jabar. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kerusuhan besar mengguncang Kota Bandung pada Jumat (29/8/2025). Aksi yang semula berjalan damai di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat mendadak berubah menjadi chaos ketika massa mulai melemparkan botol, batu, hingga kayu ke arah gedung dewan.

Ratusan pelajar, mahasiswa, dan pengemudi ojek online yang berkumpul membuat aparat kewalahan. Beberapa orang bahkan memanjat pagar, merusak kamera pengawas, pendingin ruangan, hingga videotron. Situasi makin panas saat bom molotov menghantam kendaraan polisi dan memicu kobaran api.

Bangunan Bersejarah Jadi Korban

Kerusuhan tidak hanya merusak Gedung DPRD Jabar, tapi juga meluas ke fasilitas publik. Wisma MPR yang berada di seberang gedung dewan habis dilalap api. Bangunan cagar budaya di Jalan Diponegoro nomor 20 musnah total, rumah makan Sambara ikut terbakar, bahkan sebuah bank di Jalan Ir. H. Juanda juga luluh lantak.

“Bangunan Cagar Budaya di Jalan Diponegoro nomor 20 itu total musnah,” ungkap Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Sabtu (30/8/2025). Ia menambahkan, “Bakar-bakaran kan baru juga dibongkar. Jadi ngerusak aspal juga itu.”

Indikasi Kuat Keterlibatan Jaringan Asing

Polisi menilai kerusuhan ini bukan murni spontanitas. Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menegaskan ada pola terstruktur dan aliran dana dari luar negeri.

“Ini semua sudah direncanakan. Buktinya kelompok internasional mengirimkan dana. Jadi benar ada hubungan langsung antara kelompok lokal dengan jaringan anarkis di luar negeri,” kata Rudi dalam konferensi pers, Selasa (15/9/2025).

Ia menambahkan, “Mereka sudah menghujani dengan batu, molotov, petasan, sampai menjelang pagi hari. Akibatnya sejumlah anggota kami mengalami luka ringan hingga berat.”

Media Sosial Jadi Jembatan Global

Dari 156 demonstran yang diamankan, 42 orang resmi jadi tersangka. Polisi menemukan jejak peran media sosial dalam memperkeruh suasana. Akun Blackblokzone disebut aktif menyebarkan propaganda, ujaran kebencian, dan siaran langsung yang memprovokasi massa.

Salah satu tersangka, berinisial AD, diketahui mengunggah aktivitas kelompoknya ke jaringan anarkis internasional. Dari sana, ia diterima sebagai bagian jaringan global sekaligus mendapat dukungan dana dari luar negeri.

Dukungan Ideologi dari Balik Jeruji

Tak berhenti di situ, polisi juga menemukan adanya keterlibatan narapidana di dalam lapas yang ikut menyebarkan ideologi anarkisme. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa kericuhan Bandung adalah bagian dari gerakan transnasional.

“Mulai tanggal 29 Agustus sampai 3 September itu bisa dikategorikan sebagai aksi terencana, terstruktur, dan masif. Saya katakan ini bukan hanya terkait kelompok lokal, tapi ada kaitannya dengan jaringan anarkisme internasional,” pungkas Kapolda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demo Bandung DPRD Jabar jaringan anarkis internasional Polda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.