Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru

Senin, 19 Oktober 2026 14:02 WIB

Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan

Senin, 19 Oktober 2026 13:19 WIB

Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat

Senin, 19 Oktober 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru
  • Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan
  • Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat
  • Menang Tipis atas Persik, Persib Hanya Berjarak 2 Poin dari Puncak Klasemen
  • Dari ‘Si Euweuh Kacape’ Hingga ‘Iron Man’, Eliano Reijnders Makin Vital bagi Persib Bandung
  • Kisah Pilu Remaja Tasikmalaya, Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung Usai Ditinggal Ibu
  • Miris! Dua Anak Diduga Gunting Alat Kelamin Balita 3 Tahun di Karawang
  • Tebus Luka Asian Games, Fajar/Fikri Akhirnya Juara Denmark Open
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jelang Lebaran, Dedi Mulyadi Desak OJK Jabar Perangi Pinjol Ilegal

By SusanaRabu, 26 Maret 2025 15:00 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar untuk lebih tegas dalam menertibkan pinjaman online (pinjol) ilegal yang merugikan masyarakat.

Selain itu, ia juga mengajak OJK untuk menindak lembaga pembiayaan non-perbankan seperti koperasi simpan pinjam (kosipa) yang beroperasi layaknya rentenir dan menyasar masyarakat desa serta buruh pabrik.

Menurut Dedi, salah satu faktor utama maraknya pinjol ilegal adalah sifat konsumtif masyarakat yang tinggi. Hal ini membuat banyak warga Jabar terjebak dalam jerat pinjaman dari bank gelap dan pinjol ilegal.

“Itu bisa dikategorikan sebagai tindak pidana, namanya kejahatan perbankan. Bisa kita berantas asal semuanya kompak,” ujar Dedi Mulyadi usai menghadiri pengukuhan Kepala OJK Jabar yang baru.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tak Mau Ambil Pusing soal Pilgub Jabar 2024: Yang Penting Kerja untuk Rakyat

Ia juga mengaku khawatir menjelang Lebaran banyak masyarakat yang terpaksa meminjam uang dari bank gelap dan pinjol ilegal demi memenuhi kebutuhan konsumtif.

Dedi pun mengimbau warga untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan tidak memaksakan diri membeli barang baru hanya demi gaya hidup.

“Melarang orang berutang memang sulit, tapi yang paling penting adalah jangan konsumtif. Lebih baik hidup sederhana. Kalau tidak punya uang, jangan memaksakan diri. Jangan sampai ingin Lebaran bahagia, tapi setelahnya justru menderita,” tegasnya.

Dedi berharap, pergantian Kepala OJK Jabar menjadi momentum untuk memperkuat upaya pemberantasan bank gelap dan pinjol ilegal di wilayahnya. Dalam acara tersebut, Darwisman resmi dikukuhkan sebagai Kepala OJK Jabar menggantikan Imansyah.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Siap Ambil Resiko Jika Ditugaskan Maju di Pilgub Jabar

“Pengukuhan ini mengingatkan kita akan permasalahan perbankan di Jabar. Mari kita perkuat kolaborasi untuk memberantas bank gelap dan pinjol ilegal,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa pihaknya akan memberi perhatian khusus terhadap arahan Gubernur terkait pemberantasan bank ilegal dan pinjol.

“Arahan Pak Gubernur tentu menjadi perhatian OJK, terutama dalam upaya pemberantasan bank informal dan pinjol ilegal. Ini harus menjadi prioritas,” kata Dian.

Dian juga mengungkapkan bahwa OJK telah mengambil langkah konkret dalam memberantas pinjol ilegal di Jabar, termasuk menutup 10.000 rekening yang terlibat dalam aktivitas judi online.

Baca Juga:  Bapenda Jabar Genjot PAD Hadapi Pemangkasan Dana Transfer Pusat Rp2,4 Triliun

“Sudah banyak yang kami tutup, dan hampir 10.000 rekening telah diblokir karena terlibat dalam judi online,” ungkapnya.

Namun, Dian mengakui bahwa pemberantasan pinjaman ilegal tidaklah mudah karena operasinya berbasis digital. Jawa Barat sendiri menghadapi tantangan besar dalam hal ini karena memiliki jumlah penduduk tertinggi di Indonesia.

“Tidak mudah memberantas pinjol ilegal karena dilakukan secara online. Tapi ini akan menjadi prioritas Pak Darwisman, terutama mengingat tantangan besar di Jabar yang memiliki populasi terbesar. Oleh karena itu, kerja sama dengan berbagai pihak menjadi sangat penting,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru

Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan

Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat

Pelecehan Seksual

Kisah Pilu Remaja Tasikmalaya, Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung Usai Ditinggal Ibu

Miris! Dua Anak Diduga Gunting Alat Kelamin Balita 3 Tahun di Karawang

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Digerebek, Produksi Ditaksir 256 Juta Butir

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.