Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gus Kikin Resmi Jadi Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

Senin, 31 Agustus 2026 11:35 WIB

Bansos Kemensos September 2026 Cair, Cek Penerima PKH dan BPNT Pakai NIK KTP

Senin, 31 Agustus 2026 11:04 WIB

Tiket Fase Grup ACL 2 Dipertaruhkan: Catat Jam Tayang dan Link Live Streaming Persib vs Manila Digger

Senin, 31 Agustus 2026 10:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gus Kikin Resmi Jadi Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031
  • Bansos Kemensos September 2026 Cair, Cek Penerima PKH dan BPNT Pakai NIK KTP
  • Tiket Fase Grup ACL 2 Dipertaruhkan: Catat Jam Tayang dan Link Live Streaming Persib vs Manila Digger
  • Over Kapasitas Atau Over Korupsi? Detik-Detik Jembatan 60 Meter Pangandaran Ambrol!
  • Harga Emas Antam Hari Ini 31 Agustus 2026 Tak Berubah, 1 Gram Rp2,67 Juta
  • Tanpa Bobotoh di Si Jalak Harupat, Persib Hadapi Ancaman Serangan Balik Manila Digger
  • Menimbang ‘Dosa’ Pembangunan: Benarkah Rakyat Jawa Barat Belum Merdeka?
  • Berburu Item Gratisan! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 31 Agustus 2026 Sebelum Hangus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 31 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jelang Lebaran, Dedi Mulyadi Desak OJK Jabar Perangi Pinjol Ilegal

By SusanaRabu, 26 Maret 2025 15:00 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar untuk lebih tegas dalam menertibkan pinjaman online (pinjol) ilegal yang merugikan masyarakat.

Selain itu, ia juga mengajak OJK untuk menindak lembaga pembiayaan non-perbankan seperti koperasi simpan pinjam (kosipa) yang beroperasi layaknya rentenir dan menyasar masyarakat desa serta buruh pabrik.

Menurut Dedi, salah satu faktor utama maraknya pinjol ilegal adalah sifat konsumtif masyarakat yang tinggi. Hal ini membuat banyak warga Jabar terjebak dalam jerat pinjaman dari bank gelap dan pinjol ilegal.

“Itu bisa dikategorikan sebagai tindak pidana, namanya kejahatan perbankan. Bisa kita berantas asal semuanya kompak,” ujar Dedi Mulyadi usai menghadiri pengukuhan Kepala OJK Jabar yang baru.

Baca Juga:  Wajib Teken Materai! Syarat Baru Masuk Sekolah di Jabar: Dilarang Bawa Motor hingga Knalpot Brong

Ia juga mengaku khawatir menjelang Lebaran banyak masyarakat yang terpaksa meminjam uang dari bank gelap dan pinjol ilegal demi memenuhi kebutuhan konsumtif.

Dedi pun mengimbau warga untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan tidak memaksakan diri membeli barang baru hanya demi gaya hidup.

“Melarang orang berutang memang sulit, tapi yang paling penting adalah jangan konsumtif. Lebih baik hidup sederhana. Kalau tidak punya uang, jangan memaksakan diri. Jangan sampai ingin Lebaran bahagia, tapi setelahnya justru menderita,” tegasnya.

Dedi berharap, pergantian Kepala OJK Jabar menjadi momentum untuk memperkuat upaya pemberantasan bank gelap dan pinjol ilegal di wilayahnya. Dalam acara tersebut, Darwisman resmi dikukuhkan sebagai Kepala OJK Jabar menggantikan Imansyah.

Baca Juga:  Ditinggal NTB dan Yogyakarta, Pendapatan-Belanja Jabar Merosot di Era Dedi Mulyadi

“Pengukuhan ini mengingatkan kita akan permasalahan perbankan di Jabar. Mari kita perkuat kolaborasi untuk memberantas bank gelap dan pinjol ilegal,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa pihaknya akan memberi perhatian khusus terhadap arahan Gubernur terkait pemberantasan bank ilegal dan pinjol.

“Arahan Pak Gubernur tentu menjadi perhatian OJK, terutama dalam upaya pemberantasan bank informal dan pinjol ilegal. Ini harus menjadi prioritas,” kata Dian.

Dian juga mengungkapkan bahwa OJK telah mengambil langkah konkret dalam memberantas pinjol ilegal di Jabar, termasuk menutup 10.000 rekening yang terlibat dalam aktivitas judi online.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Akui Keluarkan Kebijakan dari Spontanitas

“Sudah banyak yang kami tutup, dan hampir 10.000 rekening telah diblokir karena terlibat dalam judi online,” ungkapnya.

Namun, Dian mengakui bahwa pemberantasan pinjaman ilegal tidaklah mudah karena operasinya berbasis digital. Jawa Barat sendiri menghadapi tantangan besar dalam hal ini karena memiliki jumlah penduduk tertinggi di Indonesia.

“Tidak mudah memberantas pinjol ilegal karena dilakukan secara online. Tapi ini akan menjadi prioritas Pak Darwisman, terutama mengingat tantangan besar di Jabar yang memiliki populasi terbesar. Oleh karena itu, kerja sama dengan berbagai pihak menjadi sangat penting,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gus Kikin Resmi Jadi Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

Bansos Kemensos September 2026 Cair, Cek Penerima PKH dan BPNT Pakai NIK KTP

Over Kapasitas Atau Over Korupsi? Detik-Detik Jembatan 60 Meter Pangandaran Ambrol!

Menimbang ‘Dosa’ Pembangunan: Benarkah Rakyat Jawa Barat Belum Merdeka?

Jangan Sampai Terlewat! Bansos September 2026 Bisa Dicek Online, Ini Caranya

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

PKH-BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Jadwal dan Besaran Bantuan

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF Terbaru 25 Agustus 2026, Klaim Skin dan Diamond Gratis Sebelum Hangus
  • PN Bandung Tolak Lagi Praperadilan Mantan Pengurus Gereja: Status Tersangka ITE Bambang Soeharto Sah
  • HMI Cabang Bandung Demo Balai Kota: Desak Pemkot Buka Mata Soal RTH dan Kemiskinan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.