Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos

Rabu, 21 Oktober 2026 17:29 WIB

Begal Berpistol Rampas HP Bocah di Garut, Pelaku Babak Belur Dihajar Massa

Rabu, 21 Oktober 2026 17:03 WIB

Kabar Kim Jong Un Meninggal Heboh, Intelijen Korea Selatan Ungkap Temuan Ini

Rabu, 21 Oktober 2026 17:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos
  • Begal Berpistol Rampas HP Bocah di Garut, Pelaku Babak Belur Dihajar Massa
  • Kabar Kim Jong Un Meninggal Heboh, Intelijen Korea Selatan Ungkap Temuan Ini
  • Persija Kena Sanksi Berat! The Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang
  • Lawan Persib, Presiden Madura United Ajak Suporter Pakai Sarung dan Kopiah
  • Modus Ramalan Musibah, Warga Diduga Jadi Korban Hipnotis di Pasar Sayati
  • Dewa United Gusur Pesaing dan Puncaki Klasemen Super League, Persijap Makin Terpuruk
  • Korban Keracunan MBG di Cirebon Tembus 270 Orang, Sejumlah Sekolah Diliburkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kabar Kim Jong Un Meninggal Heboh, Intelijen Korea Selatan Ungkap Temuan Ini

By SusanaRabu, 21 Oktober 2026 17:03 WIB5 Mins Read
Kim Jong Un. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rumor mengenai kematian pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, beredar setelah seorang pembangkang China mengklaim bahwa ia meninggal dunia akibat pendarahan otak. Namun, klaim tersebut belum disertai bukti yang dapat diverifikasi, sementara media pemerintah Korea Utara justru merilis foto Kim yang terlihat menghadiri sebuah pameran bersama putrinya.

Foto-foto yang diterbitkan surat kabar pemerintah Rodong Sinmun memperlihatkan Kim Jong Un mengunjungi pameran pakaian dan alas kaki. Dalam kegiatan tersebut, ia tampak didampingi putrinya, Kim Ju Ae, serta sejumlah pejabat.

Publikasi foto itu muncul beberapa jam setelah Wanjun Xie, yang menyebut dirinya sebagai ketua Partai Demokrat China kelompok yang dilarang oleh pemerintah China menyebarkan klaim bahwa Kim mengalami kondisi medis serius hingga meninggal dunia.

Xie menyebut Kim sempat dibawa ke sebuah rumah sakit di Beijing dalam keadaan koma. Ia juga mengklaim jenazah Kim telah dipulangkan secara diam-diam ke Korea Utara dan pemerintah negara tersebut berusaha menutupi kabar kematiannya.

Namun, hingga kini, tidak ada bukti independen yang mengonfirmasi klaim tersebut.

Foto Kim Jong Un Muncul, Intelijen Korea Selatan Tak Temukan Bukti

Rumor kematian Kim Jong Un bukan hal baru bagi para pengamat Korea Utara. Minimnya informasi yang dapat diakses secara terbuka mengenai kondisi pemimpin negara itu kerap memunculkan spekulasi, terutama ketika tidak ada laporan resmi yang bisa diverifikasi secara independen.

Meski foto terbaru memperlihatkan Kim menghadiri kegiatan publik, waktu pengambilan gambar tersebut tidak dapat dipastikan secara independen hanya dari publikasi media pemerintah.

Baca Juga:  Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara

Kendati demikian, sejumlah indikator yang biasanya menjadi perhatian pengamat ketika terjadi krisis besar di Korea Utara juga tidak menunjukkan tanda-tanda yang mendukung klaim kematian Kim.

Jika pemimpin Korea Utara benar-benar mengalami kondisi kritis atau meninggal secara mendadak, perkembangan di kawasan perbatasan dengan China maupun aktivitas diplomatik negara tersebut berpotensi menjadi perhatian internasional.

Namun, tidak ada indikasi yang disebutkan dalam laporan tersebut yang menguatkan klaim Wanjun Xie.

Pejabat intelijen Korea Selatan juga mengatakan kepada kantor berita Yonhap bahwa mereka tidak memiliki informasi yang mendukung laporan mengenai kematian Kim Jong Un.

Sebelumnya, Xie juga pernah menyebarkan klaim yang belum terverifikasi mengenai kondisi pemimpin China, Xi Jinping.

Rumor Kematian Kim Jong Un Pernah Muncul pada 2020

Spekulasi mengenai kesehatan Kim Jong Un pernah mencuat pada 2020. Saat itu, seorang pembelot Korea Utara mengaku “99 persen yakin” Kim telah meninggal setelah menjalani operasi kardiovaskular.

Namun, Kim kemudian kembali muncul di hadapan publik sehingga klaim tersebut terbantahkan.

Kasus-kasus semacam ini memperlihatkan sulitnya memverifikasi informasi mengenai kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara. Negara tersebut sangat tertutup, sedangkan akses langsung terhadap Kim hanya dimiliki oleh kalangan terbatas.

Akibatnya, informasi yang beredar dari sumber tidak resmi perlu diperiksa secara hati-hati sebelum dianggap sebagai fakta.

Suksesi Kepemimpinan Korea Utara Jadi Perhatian

Selain kondisi kesehatan Kim, spekulasi mengenai kematiannya juga berkaitan dengan pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikannya jika ia tidak lagi memimpin.

Baca Juga:  Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara

Korea Utara telah berada di bawah kekuasaan keluarga Kim selama tiga generasi. Namun, skenario suksesi setelah Kim Jong Un dinilai belum sejelas proses peralihan kekuasaan dari Kim Il Sung kepada putranya, Kim Jong Il.

Kim Il Sung menghabiskan waktu bertahun-tahun mempersiapkan Kim Jong Il sebagai penerus. Ketika Kim Il Sung meninggal pada 1994, struktur suksesi telah dipersiapkan sehingga peralihan kepemimpinan dapat berlangsung relatif mulus.

Sebaliknya, Kim Jong Un dipersiapkan untuk mengambil alih kekuasaan dalam waktu yang lebih singkat setelah Kim Jong Il mengalami stroke pada 2008. Ketika ayahnya meninggal pada 2011, Kim Jong Un telah diperkenalkan sebagai calon penerus.

Setelah berkuasa, Kim Jong Un kemudian memperkuat posisinya dengan menyingkirkan sejumlah tokoh yang dianggap berpotensi menjadi pesaing atau ancaman terhadap kekuasaannya.

Kini, perhatian juga tertuju kepada Kim Ju Ae, putri Kim Jong Un yang semakin sering terlihat mendampingi ayahnya dalam sejumlah acara penting, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan militer.

Badan intelijen Korea Selatan disebut meyakini bahwa Kim mungkin sedang mempersiapkan putrinya sebagai penerus. Namun, Kim Ju Ae belum secara resmi ditetapkan sebagai pewaris kekuasaan.

Usianya yang diperkirakan masih sekitar 13 tahun serta belum adanya preseden pemimpin perempuan di Korea Utara turut menambah ketidakpastian mengenai masa depan kepemimpinan negara tersebut.

Kondisi Kesehatan Kim Jong Un Jadi Perhatian Dunia

Spekulasi mengenai kesehatan Kim juga muncul karena laporan mengenai berat badannya, kebiasaan merokok, serta risiko penyakit kardiovaskular.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan sebelumnya berulang kali menyoroti faktor gaya hidup Kim yang dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Riwayat penyakit jantung dan stroke juga diketahui terdapat dalam keluarga Kim.

Baca Juga:  Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara

Jika terjadi perubahan kepemimpinan secara mendadak, dampaknya berpotensi meluas ke luar Korea Utara. Negara-negara lain akan menghadapi pertanyaan mengenai stabilitas politik, kendali atas persenjataan nuklir, hingga kemungkinan munculnya krisis pengungsi di perbatasan China.

Amerika Serikat juga memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas kawasan karena menempatkan sekitar 28.000 personel militernya di Korea Selatan.

Situasi tersebut membuat perkembangan kondisi Kim Jong Un terus menjadi perhatian badan intelijen dan pemerintah negara-negara terkait.

Korea Utara Jadi Lahan Subur bagi Hoaks

Tertutupnya Korea Utara membuat informasi mengenai pemimpinnya sulit diverifikasi. Bahkan, badan intelijen sekalipun harus mengandalkan berbagai sumber yang tingkat keandalannya dapat berbeda-beda.

Informasi yang beredar mengenai negara tersebut sering kali disertai catatan bahwa kebenarannya belum dapat dipastikan secara independen.

Di sisi lain, pemerintah Korea Utara juga kerap dicurigai memanfaatkan kerahasiaan informasi untuk mengendalikan narasi mengenai situasi dalam negeri. Kondisi ini semakin menyulitkan pihak luar untuk membedakan fakta dari spekulasi.

Dalam konteks tersebut, klaim Wanjun Xie mengenai kematian Kim Jong Un belum dapat diperlakukan sebagai fakta. Belum ada bukti independen yang mengonfirmasi pernyataannya, sedangkan pejabat intelijen Korea Selatan menyatakan tidak memiliki informasi yang mendukung laporan itu.

Karena itu, rumor mengenai kematian pemimpin Korea Utara tersebut perlu disikapi secara kritis sembari menunggu informasi yang dapat diverifikasi dari sumber-sumber tepercaya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kim Jong Un Korea Utara pemimpin Korea Utara rumor kematian Kim Jong Un
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos

Begal Berpistol Rampas HP Bocah di Garut, Pelaku Babak Belur Dihajar Massa

Modus Ramalan Musibah, Warga Diduga Jadi Korban Hipnotis di Pasar Sayati

program MBG

Korban Keracunan MBG di Cirebon Tembus 270 Orang, Sejumlah Sekolah Diliburkan

kekerasan

Dokter Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Kandung Ditangkap, Pemulihan Korban Jadi Prioritas

Geger Kepulan Asap Hitam di SPBE Kuningan, Berawal dari Ambruknya Tumpukan Tabung Gas

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.