bukamata.id – Aktivitas belajar mengajar di sejumlah satuan pendidikan di Kota Cirebon mendadak dihentikan sementara pada Rabu (21/10/2026). Langkah darurat ini diambil otoritas pendidikan setempat setelah ratusan murid dan tenaga pengajar mengeluhkan gejala dugaan keracunan massal pascamengonsumsi hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Handi Sugiyanto, menegaskan bahwa kebijakan penghentian KBM hanya diberlakukan khusus bagi sekolah-sekolah yang terpapar dampak insiden tersebut. Sementara itu, lembaga pendidikan yang aman dari laporan keracunan tetap beraktivitas normal.
“KBM untuk yang terdampak, hari ini diliburkan. Karena tadi saya sampaikan bahwa guru-guru saya optimalkan untuk menjaga siswanya,” kata Handi di Kota Cirebon, Rabu (21/10/2026).
Daftar Sekolah Terdampak dan Guru Diminta Siaga Total
Beberapa fasilitas pendidikan yang terkonfirmasi menghentikan kegiatan KBM antara lain SDN Taman Kalijaga, SDN Kalijaga Permai, TK Teratai, hingga TK Harapan Bangsa, di samping beberapa sekolah lain yang masih terus didata.
Handi menjelaskan bahwa keputusan meliburkan siswa diambil usai koordinasi cepat dengan pihak sekolah. Hal ini dilakukan agar para tenaga pendidik dapat memfokuskan perhatian sepenuhnya pada pemantauan kondisi kesehatan murid-murid mereka.
Tak hanya jajaran siswa, sejumlah guru dilaporkan ikut mengalami pusing dan mual, sementara sebagian lainnya harus mendampingi para murid yang menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan.
“Kita fokusnya kepada yang terdampak. Guru-gurunya saya minta standby dan terus memonitor, terutama siswa-siswinya,” ujar Handi.
Imbauan Ketat Skrining Makanan Sekolah
Menyikapi musibah ini, Disdik Kota Cirebon menyampaikan keprihatinan mendalam dan meminta seluruh pihak sekolah lebih selektif serta waspada dalam menyajikan menu makanan kepada peserta didik.
Pengawasan ketat terhadap kelayakan bahan pangan sebelum dikonsumsi menjadi poin krusial untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Kalau misalkan memang ada sayur atau telur yang agak asam, kalau bisa tidak dikonsumsi. Jangan sampai nanti menimbulkan dampak seperti ini, gejala-gejala keracunan,” tuturnya.
Korban Tembus 270 Orang, Diserbu 8 Rumah Sakit
Skala insiden dugaan keracunan menu MBG ini tergolong masif. Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria, mengungkapkan bahwa rekapitulasi data korban hingga Rabu siang telah mencapai ratusan orang, yang didominasi oleh anak-anak usia sekolah.
“Data tadi siang, itu masih di 270. Yang terdampak 270, terdiri dari 231 anak dan ada 39 itu dewasa,” kata Siti Maria di Kota Cirebon, Rabu (21/10/2026).
Guna menampung dan menangani para korban yang mengeluhkan gejala mual hingga muntah, Dinkes mengarahkan penanganan medis ke delapan rumah sakit rujukan di Kota Cirebon, di antaranya RS Siloam Putera Bahagia, RS Ciremai, serta Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











