Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
peredaran narkoba

Modus Baru Pengedar Narkoba di Cimahi, Pil Ekstasi Dibungkus Mirip Coran Semen

Rabu, 21 Oktober 2026 14:02 WIB
PENUSUKAN

ODGJ Ngamuk Bawa Kapak di Ciamis, Dua Polisi Disabet hingga Pelaku Diamuk Massa

Rabu, 21 Oktober 2026 13:45 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Bandung, Dokter IS Ditangkap Polisi

Rabu, 21 Oktober 2026 13:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modus Baru Pengedar Narkoba di Cimahi, Pil Ekstasi Dibungkus Mirip Coran Semen
  • ODGJ Ngamuk Bawa Kapak di Ciamis, Dua Polisi Disabet hingga Pelaku Diamuk Massa
  • Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Bandung, Dokter IS Ditangkap Polisi
  • BPNT Tahap 4 Sudah Cair atau Belum? Kenali 5 Ciri Ini Sebelum Cek KKS ke ATM
  • Ciamis Dilanda Kekeringan: 66 Ribu Jiwa Krisis Air, Antrean Tangki Mengular hingga 29 Titik
  • BSU 2026 Rp900 Ribu untuk Pekerja, Ini Informasi Jadwal dan Cara Ceknya
  • STY Buka Suara soal Wacana Pengurangan Poin Persija, Singgung Aturan FIFA
  • Ini Alasan Persib Bisa Pertahankan Marc Klok hingga Pensiun seperti Jupe
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Bandung, Dokter IS Ditangkap Polisi

By SusanaRabu, 21 Oktober 2026 13:35 WIB4 Mins Read
Ilustrasi kekerasan seksual. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang dokter berinisial IS yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang masih berusia 3 tahun di Kota Bandung telah ditangkap polisi. Saat ini, penyidik Polda Jawa Barat masih memeriksa terduga pelaku untuk mendalami dugaan tindak pidana tersebut.

Direktur Perlindungan Perempuan, Anak, dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Rumi Utari, membenarkan penangkapan tersebut pada Rabu (21/10/2026).

“Iya sudah (ditangkap),” kata Rumi.

Menurut Rumi, terduga pelaku dan anak yang menjadi korban telah diamankan di Mapolda Jawa Barat. Penyidik masih melakukan pemeriksaan, termasuk menunggu hasil visum untuk mendukung proses penyelidikan.

“Masih menjalani pemeriksaan. Kita juga masih nunggu hasil visum,” ujarnya.

Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak tersebut sebelumnya mencuat setelah tim kuasa hukum dari Jabar Bantuan Hukum (JBH), Debi Agusfriansa Rahayu, membeberkan kronologi berdasarkan keterangan ibu korban, MS.

Ibu Curiga setelah Anak Memperagakan Adegan Dewasa

Menurut Debi, dugaan kekerasan seksual itu mulai terungkap ketika MS melihat perubahan perilaku anaknya pada 13 Desember 2025. Saat itu, korban disebut memperagakan adegan dewasa yang membuat ibunya curiga.

MS kemudian menanyakan dari mana anaknya mengetahui perilaku tersebut. Korban disebut memberikan jawaban yang mengejutkan sang ibu.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Program Barak Militer untuk Siswa

“Lalu ibunya kaget, dan ibunya bertanya tau dari mana kaya gini. Lalu anaknya menjawab tau dari hape papa,” kata Debi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (20/10/2026).

Kecurigaan tersebut semakin besar beberapa hari kemudian ketika korban mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil. MS kemudian memeriksa kondisi anaknya dan mendapati adanya luka lebam di area kemaluan.

Korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis. Berdasarkan keterangan Debi, pemeriksaan tersebut menemukan luka robekan di area kemaluan korban.

Dalam keterangannya kepada sang ibu, anak tersebut disebut mengaku pernah mengalami tindakan seksual yang dilakukan ayah kandungnya, termasuk dugaan memasukkan jari ke kemaluannya. Dokter yang memeriksa korban kemudian menyarankan agar dilakukan visum.

Debi juga menyebut pemeriksaan medis menemukan indikasi penyakit gonore. Informasi mengenai temuan medis tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui dokumen pemeriksaan dan hasil visum yang menjadi bagian dari penanganan perkara.

“Akhirnya ditemukan juga penyakit kelamin gonore. Ibunya pada saat itu menangis dan gemetar melihat kelakuan suaminya tersebut sampai akhirnya ibunya pulang ke rumah orang tuanya membawa anaknya,” ujar Debi.

Korban Disebut Pernah Diajak ke Hotel

Berdasarkan keterangan korban kepada ibunya yang disampaikan melalui kuasa hukum, dugaan kekerasan seksual tersebut disebut tidak hanya terjadi di rumah. Korban juga dikabarkan pernah diajak ayahnya ke sebuah hotel.

Baca Juga:  14 Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon Teridentifikasi, Pencarian Masih Berlanjut

Debi menyampaikan bahwa terduga pelaku diduga menggunakan iming-iming hadiah untuk membujuk anak tersebut sebelum melakukan tindakan yang dilaporkan.

“Papanya selalu mengiming-imingi mainan bagus ke anaknya sebelum melakukan aksi bejatnya,” ungkap Debi.

Keterangan tersebut merupakan bagian dari kronologi yang disampaikan pihak kuasa hukum berdasarkan cerita ibu korban. Rangkaian dugaan peristiwa itu masih perlu didalami penyidik untuk memastikan fakta hukum dan mengungkap keseluruhan kejadian.

Ibu Korban Sempat Melapor ke Polisi

Debi mengatakan, MS sebelumnya sempat melaporkan dugaan kekerasan terhadap anaknya ke Polsek. Namun, menurut dia, laporan tersebut belum menunjukkan tindak lanjut sebagaimana yang diharapkan keluarga.

Perkembangan berikutnya terjadi ketika MS dan S mengajukan gugatan perceraian pada pertengahan 2026. Perceraian keduanya disebut telah diputus secara resmi oleh pengadilan pada Senin (19/10/2026).

Meski proses perceraian telah selesai, persoalan terkait dugaan kekerasan seksual terhadap anak tersebut masih berlanjut.

Menurut Debi, sejak 28 September 2026, S diduga membawa pergi anaknya, C. Pada tanggal yang sama, MS melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak ke Direktorat PPA Polda Jawa Barat.

Hingga Selasa (20/10/2026), menurut keterangan kuasa hukum, keberadaan anak tersebut belum diketahui oleh pihak ibu. Perkembangan mengenai penanganan perkara kemudian berlanjut dengan informasi penangkapan terduga pelaku pada Rabu (21/10/2026).

Baca Juga:  Begal Bikin Resah Warga Jabar, KDM dan Kapolda Jabar Siapkan Pengawalan Malam Gratis

Polisi kini perlu mendalami laporan, memeriksa pihak-pihak terkait, serta mencocokkan keterangan dengan bukti medis dan bukti lainnya untuk mengungkap perkara tersebut.

Terduga Pelaku Berprofesi sebagai Dokter

Debi menyebut ayah korban berprofesi sebagai dokter dan memiliki klinik mandiri di sekitar tempat tinggalnya di wilayah Kota Bandung. Terduga pelaku juga disebut berafiliasi dengan salah satu rumah sakit swasta besar di kota tersebut.

“Ayah kandungnya ini berprofesi sebagai dokter mempunyai klinik mandiri juga di dekat rumahnya di wilayah Kota Bandung dan berafiliasi dengan salah satu rumah sakit swasta besar di Kota Bandung,” kata Debi.

Hingga kini, penyidik Polda Jawa Barat masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan menunggu hasil visum. Informasi mengenai hasil penyidikan serta penetapan status hukum lebih lanjut masih perlu menunggu keterangan resmi kepolisian.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut dugaan kekerasan seksual terhadap anak yang masih berusia sangat dini. Proses penanganannya membutuhkan pemeriksaan yang cermat, perlindungan terhadap korban, serta pendalaman bukti agar fakta hukum dapat diungkap secara menyeluruh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dokter ditangkap di Bandung dugaan kekerasan seksual anak kasus kekerasan seksual perlindungan anak Polda Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

peredaran narkoba

Modus Baru Pengedar Narkoba di Cimahi, Pil Ekstasi Dibungkus Mirip Coran Semen

PENUSUKAN

ODGJ Ngamuk Bawa Kapak di Ciamis, Dua Polisi Disabet hingga Pelaku Diamuk Massa

El Nino

Ciamis Dilanda Kekeringan: 66 Ribu Jiwa Krisis Air, Antrean Tangki Mengular hingga 29 Titik

BSU Kemnaker

BSU 2026 Rp900 Ribu untuk Pekerja, Ini Informasi Jadwal dan Cara Ceknya

Sejumlah Fasilitas Umum di Bandung Terdampak Vandalisme Usai Unjuk Rasa 20 Oktober

Ilustrasi cuaca panas.

Suhu Majalengka Membara Hingga 41 Derajat, Udara Sejuk Pegunungan Lemahsugih Mendadak Hilang

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.