Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Sekedar Roasting! Alasan Celetukan Oki Rengga ke Juan dan Eve Disorot Warganet

Rabu, 21 Oktober 2026 11:33 WIB

Sejumlah Fasilitas Umum di Bandung Terdampak Vandalisme Usai Unjuk Rasa 20 Oktober

Rabu, 21 Oktober 2026 11:28 WIB
Ilustrasi cuaca panas.

Suhu Majalengka Membara Hingga 41 Derajat, Udara Sejuk Pegunungan Lemahsugih Mendadak Hilang

Rabu, 21 Oktober 2026 11:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekedar Roasting! Alasan Celetukan Oki Rengga ke Juan dan Eve Disorot Warganet
  • Sejumlah Fasilitas Umum di Bandung Terdampak Vandalisme Usai Unjuk Rasa 20 Oktober
  • Suhu Majalengka Membara Hingga 41 Derajat, Udara Sejuk Pegunungan Lemahsugih Mendadak Hilang
  • Guncang Tahta Infantino, David Beckham Dilaporkan Masuk Bursa Presiden FIFA
  • Persib & Borneo FC Tampil Gemilang di Asia, Posisi Liga Indonesia Melesat Tajam di Ranking AFC
  • Truk Dalmas Diserang Molotov dan Batu di Dago Bandung, 3 Anggota Polisi Luka-luka
  • Massa Berbaju Hitam Diduga Bakar Truk Polisi di Bandung Pasca-Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran
  • Bosen Macet-macetan di Puncak? Ini 5 Tempat Nongkrong Syahdu di Bogor Berlatar Gunung Salak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Suhu Majalengka Membara Hingga 41 Derajat, Udara Sejuk Pegunungan Lemahsugih Mendadak Hilang

By Aga GustianaRabu, 21 Oktober 2026 11:22 WIB3 Mins Read
Ilustrasi cuaca panas.
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena cuaca ekstrem berupa lonjakan suhu udara yang tinggi tengah melanda kawasan Kabupaten Majalengka dan sekitarnya. Terik matahari yang sangat membakar tak hanya melanda kawasan dataran rendah, tetapi juga mulai menggeser iklim sejuk di wilayah dataran tinggi.

Berdasarkan data pantauan di lapangan, temperatur udara di area perkotaan Majalengka melambung hingga menyentuh angka 40 derajat Celsius pada siang hari. Situasi bahkan terasa lebih ekstrem di wilayah utara seperti Jatiwangi, di mana suhu udara tercatat menembus angka 41 derajat Celsius.

Wilayah Pegunungan Tak Lagi Sejuk

Hawa panas yang mendera kali ini menyebar merata hingga ke kawasan selatan Majalengka. Daerah pegunungan yang biasanya dikenal memiliki udara segar kini tak luput dari paparan suhu tinggi.

Warga setempat merasakan perubahan cuaca yang cukup signifikan ini dalam kehidupan sehari-hari.

“Sekarang mah di Lemahsugih saja yang pegunungan, suhunya panas,” kata Oki, Rab (21/10/2026).

Baca Juga:  Tak Berpotensi Tsunami, Gempa Bumi Sukabumi Akibat Lempeng Indo-Australia

Ekspektasi warga akan hawa dingin pegunungan pun sirnah seiring paparan terik yang berlangsung relatif lama. Suhu panas menyengat dilaporkan sudah mulai membakar sejak pukul 08.00 WIB pagi dan terus bertahan hingga pukul 17.00 WIB sore. Ketika malam tiba, penurunan suhu yang terjadi pun terasa amat tipis dan tidak membawa perubahan berarti.

Kondisi ini memaksa para pekerja luar ruangan memutar otak demi menjaga ketahanan fisik dari ancaman dehidrasi serta paparan sinar ultraviolet. Sejumlah pekerja lapangan bahkan sampai mengompres wajah dengan masker basah berlapis agar area pernapasan tetap lembap saat bekerja di bawah terik matahari.

Peringatan BMKG: Potensi Gelombang Tinggi di Pesisir Jawa Barat

Di saat daratan diterpa suhu tinggi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di wilayah perairan Jawa Barat sepanjang periode 21–25 Oktober 2026.

Baca Juga:  Bukan Gelombang Panas Biasa! Inilah Alasan Mengapa Suhu Udara Indonesia Tembus 37 Derajat Celcius

Prakirawan BMKG, Restiana Fitri, menjelaskan bahwa pergerakan pola angin di wilayah Jakarta hingga utara Jawa Barat dominan bertiup dari arah timur laut menuju tenggara dengan laju kecepatan berkisar 8–20 knot.

Sementara itu, untuk kawasan selatan Jawa Barat, pergerakan angin berhembus dari timur ke tenggara dengan kecepatan yang lebih tinggi, yaitu 10–25 knot.

BMKG memprediksi hembusan angin maksimum mencapai 20 knot berpotensi merjang perairan Cirebon dan Cianjur. Adapun kecepatan angin puncak hingga 25 knot membayangi kawasan laut Sukabumi dan Garut.

Dampak dari tingginya kecepatan angin ini memicu potensi gelombang laut tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter di sepanjang koridor perairan Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran.

Baca Juga:  Perbedaan La Nina dan El Nino Serta Dampaknya yang Perlu Kamu Ketahui

Batas Aman Pelayaran bagi Nelayan

Guna mencegah kecelakaan di laut, BMKG merilis panduan ambang batas keselamatan berlayar berdasarkan jenis armada:

  • Perahu Nelayan: Berisiko tinggi jika hembusan angin menembus 15 knot dan gelombang mencapai 1,25 meter.
  • Kapal Tongkang: Terancam bahaya pada kecepatan angin 16 knot serta gelombang setinggi 1,5 meter.
  • Kapal Feri: Mengadapi risiko serius saat angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang menyentuh 2,5 meter.

Khusus pada 21 Oktober 2026 sekitar pukul 19.00 WIB, BMKG mendeteksi potensi angin maksimum hingga 25 knot (sekitar 46 km/jam) di perairan Sukabumi, serta 20 knot (sekitar 37 km/jam) di laut Cianjur dan Garut. Seluruh aktivitas nelayan dan pelayaran diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi demi mengantisipasi risiko keselamatan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Cuaca Panas Majalengka
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sejumlah Fasilitas Umum di Bandung Terdampak Vandalisme Usai Unjuk Rasa 20 Oktober

Truk Dalmas Diserang Molotov dan Batu di Dago Bandung, 3 Anggota Polisi Luka-luka

Massa Berbaju Hitam Diduga Bakar Truk Polisi di Bandung Pasca-Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran

Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.