Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persija Kena Sanksi Berat! The Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang

Rabu, 21 Oktober 2026 16:44 WIB

Lawan Persib, Presiden Madura United Ajak Suporter Pakai Sarung dan Kopiah

Rabu, 21 Oktober 2026 16:25 WIB

Modus Ramalan Musibah, Warga Diduga Jadi Korban Hipnotis di Pasar Sayati

Rabu, 21 Oktober 2026 16:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persija Kena Sanksi Berat! The Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang
  • Lawan Persib, Presiden Madura United Ajak Suporter Pakai Sarung dan Kopiah
  • Modus Ramalan Musibah, Warga Diduga Jadi Korban Hipnotis di Pasar Sayati
  • Dewa United Gusur Pesaing dan Puncaki Klasemen Super League, Persijap Makin Terpuruk
  • Korban Keracunan MBG di Cirebon Tembus 270 Orang, Sejumlah Sekolah Diliburkan
  • Dokter Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Kandung Ditangkap, Pemulihan Korban Jadi Prioritas
  • Madura United vs Persib Bandung: Catatan Kelam Sapeh Kerrab Jadi Modal Maung Bandung
  • Siapa Izara Aishah? Viral Menantu Siti Nurhaliza Labrak Lesti, Respons Rizky Billar Jadi Sorotan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Modus Ramalan Musibah, Warga Diduga Jadi Korban Hipnotis di Pasar Sayati

By SusanaRabu, 21 Oktober 2026 16:00 WIB3 Mins Read
Ilustrasi perhiasan emas. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang warga menjadi korban dugaan penipuan bermodus hipnotis saat berbelanja di Pasar Sayati, Kopo, pada Jumat (16/10/2026). Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan uang tunai, perhiasan emas, hingga logam mulia Antam yang selama ini disimpan sebagai tabungan masa pensiun.

Peristiwa ini menjadi perhatian setelah anak korban membagikan kisah yang dialami ibunya melalui akun Threads @gracekristiani. Dalam unggahannya, ia menceritakan bagaimana barang-barang berharga milik sang ibu diduga dibawa komplotan pelaku dan ditukar dengan sebungkus tisu basah.

“ Mamaku jadi korban hipnotis di Pasar Sayati, Jumat tanggal 16 kemarin. Bener-bener gak tau dan gak bisa dilacak pelakunya,” tulis pengunggah dalam unggahannya.

Modus Pelaku Berawal dari Percakapan tentang Obat Kanker

Berdasarkan cerita yang dibagikan, aksi tersebut diduga dilakukan oleh tiga perempuan yang menjalankan peran berbeda. Salah seorang pelaku awalnya menghampiri korban dan berpura-pura mengajak berbincang.

Pelaku kemudian menanyakan lokasi obat kanker yang tertulis di secarik kertas sembari bercerita mengenai kondisi suaminya yang sedang sakit. Ketika korban mengaku tidak mengetahui lokasi obat tersebut, seorang perempuan lain datang dan mengaku memiliki pengalaman positif setelah mertuanya menggunakan obat yang dimaksud.

Percakapan itu kemudian berlanjut hingga korban dan barang belanjaannya dibawa masuk ke dalam sebuah mobil. Di tengah perjalanan, seorang perempuan lain bergabung dan berpura-pura meramal korban.

Pelaku diduga menakut-nakuti korban dengan mengatakan bahwa anak laki-lakinya atau yang biasa disebut koko akan mengalami musibah dalam tiga hari ke depan. Untuk mencegah kejadian tersebut, pelaku menawarkan ritual doa terhadap barang-barang berharga milik korban.

Emas Antam dan Perhiasan Ditukar dengan Tisu Basah

Korban kemudian diantar ke sekitar tempat tinggalnya, tepatnya di dekat rumah tetangga. Di lokasi itu, korban diminta membungkus uang tunai, emas Antam, dan perhiasannya menggunakan kertas koran untuk didoakan.

Pelaku juga melarang korban membuka bungkusan tersebut atau menceritakan kejadian itu kepada siapa pun selama tiga hari. Larangan itu disebut-sebut bertujuan agar proses doa tidak gagal.

Setelah barang-barang berharga diserahkan, korban diturunkan di jalan dan diberi uang untuk ongkos pulang. Korban diduga belum menyadari bahwa dirinya telah menjadi sasaran penipuan.

Kejadian tersebut baru terungkap pada Selasa (20/10/2026), ketika anak korban merasa curiga dan membantu ibunya mengingat kembali rangkaian peristiwa yang terjadi.

Saat bungkusan koran diperiksa bersama, isinya ternyata bukan uang atau emas, melainkan satu pak tisu basah. Keluarga juga mendapati simpanan perhiasan yang sebelumnya disimpan di lemari telah hilang.

Tabungan Puluhan Tahun untuk Masa Pensiun Ikut Hilang

Menurut keterangan dalam unggahan tersebut, korban berada dalam kondisi yang membuatnya tidak sepenuhnya menyadari situasi dan mengikuti perintah para pelaku.

Uang tunai, perhiasan, dan logam mulia yang hilang disebut merupakan hasil tabungan korban bersama anaknya selama puluhan tahun. Simpanan tersebut dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan mereka pada masa pensiun.

Berdasarkan ingatan korban, para terduga pelaku terdiri dari tiga perempuan berpenampilan rapi. Salah satunya diperkirakan berusia 20–30 tahun, sementara dua lainnya berusia sekitar 40–50 tahun. Mereka diduga menggunakan mobil berwarna hitam saat menjalankan aksinya.

Kisah ini dibagikan sebagai peringatan agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan, termasuk yang memanfaatkan percakapan, rasa takut, dan kepercayaan korban.

Masyarakat juga diimbau untuk mengingatkan anggota keluarga, terutama orang tua yang kerap berbelanja atau bepergian sendiri, agar tidak mudah mengikuti ajakan orang asing atau menyerahkan barang berharga kepada pihak yang tidak dikenal.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dugaan hipnotis Pasar Sayati emas modus penipuan hipnotis Pasar Sayati Kopo penipuan di Pasar Sayati
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

program MBG

Korban Keracunan MBG di Cirebon Tembus 270 Orang, Sejumlah Sekolah Diliburkan

kekerasan

Dokter Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Kandung Ditangkap, Pemulihan Korban Jadi Prioritas

Geger Kepulan Asap Hitam di SPBE Kuningan, Berawal dari Ambruknya Tumpukan Tabung Gas

peredaran narkoba

Modus Baru Pengedar Narkoba di Cimahi, Pil Ekstasi Dibungkus Mirip Coran Semen

PENUSUKAN

ODGJ Ngamuk Bawa Kapak di Ciamis, Dua Polisi Disabet hingga Pelaku Diamuk Massa

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Bandung, Dokter IS Ditangkap Polisi

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.