Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?

Rabu, 17 Juni 2026 03:00 WIB

Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems

Rabu, 17 Juni 2026 02:00 WIB
Garena Free Fire

Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus

Rabu, 17 Juni 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems
  • Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
  • Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak
  • Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kalipah Apo: Jejak Ulama Berpengaruh di Balik Kawasan Perdagangan Legendaris Bandung

By SusanaJumat, 9 Mei 2025 04:00 WIB2 Mins Read
Jalan Kalipah Apo. Foto: Tangkapan layar Google Maps.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kalipah Apo bukan hanya dikenal sebagai kawasan pusat belanja perlengkapan rumah tangga murah di Bandung, tetapi juga menyimpan sejarah yang dalam dan penting bagi kota ini.

Nama “Kalipah Apo” ternyata berasal dari julukan Raden Haji Moehamad Soe’eb, tokoh ulama dan wakil penghulu yang berperan besar dalam sejarah Islam di Bandung.

Terletak di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Astanaanyar, Kalipah Apo berada tak jauh dari kawasan ikonik Jalan Asia Afrika dan Alun-Alun Bandung.

Lokasinya persis di samping Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), membuatnya mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota.

Baca Juga:  Kota Bandung Etalase Jabar, Dedi Mulyadi Ingin Problem Sosial Diselesaikan

Sejak lama, Kalipah Apo sudah dikenal luas sebagai tempat berburu perlengkapan rumah tangga dengan harga terjangkau. Tapi bukan hanya itu, tempat ini juga terkenal sebagai pusat kuliner legendaris.

Salah satu ikonnya adalah Lotek Kalipah Apo, yang sudah eksis sejak 1953. Bahkan sejak era 90-an, kawasan ini juga populer sebagai pusat penjual aneka kolak, terutama saat Ramadan tiba.

Namun, di balik popularitasnya sebagai pusat perdagangan dan kuliner, Kalipah Apo menyimpan kisah historis yang jarang diketahui.

Nama jalan ini merujuk pada Raden Haji Moehamad Soe’eb, seorang tokoh agama yang semasa hidupnya dikenal dengan gelar “Kalipah”, atau “khalifah”, setelah diangkat menjadi penghulu Kabupaten Bandung—pada masa ketika Bandung belum berstatus kota.

Baca Juga:  Kirmir Sungai Citepus Ambruk, Pj Wali Kota Bandung Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Menurut Ibnu Qoyim Isma’il dalam bukunya Kiai Penghulu Jawa: Peranannya di Masa Kolonial (1997), jabatan pemuka agama Islam pada masa kolonial terbagi dalam beberapa tingkatan, mulai dari guru ngaji, imam, khalifah, hingga penghulu kepala.

Moehamad Soe’eb dikenal luas sebagai tokoh menak kaum yang tidak hanya berkiprah dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk soal teknik bertani.

Baca Juga:  Kreativitas Tanpa Batas, Sugu Restaurant Perkenalkan Kuliner dan Seni Lokal di Bandung

Tak hanya itu, dalam buku Snouck Hurgronje dan Islam (1989), Kalipah Apo bahkan disebut sebagai penembang lagu-lagu Sunda yang ulung.

Ia dipercaya mengumandangkan takbir di Masjid Agung Bandung saat Hari Raya, sekaligus menjadi pelestari tembang dan lagu rakyat, termasuk yang bertema cinta.

Kini, makam Kalipah Apo atau Muhammad Su’eb terletak di Jalan Karanganyar, di kompleks makam para bupati Bandung.

Lokasinya juga bersebelahan dengan makam pahlawan nasional Raden Dewi Sartika, menandai kontribusi besar yang pernah ia berikan untuk Bandung dan masyarakat Sunda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kalipah Apo Kota Bandung Moehamad Soe'eb sejarah ulama
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?

Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems

Garena Free Fire

Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus

Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer

Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak

Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.