Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kalipah Apo: Jejak Ulama Berpengaruh di Balik Kawasan Perdagangan Legendaris Bandung

By SusanaJumat, 9 Mei 2025 04:00 WIB2 Mins Read
Jalan Kalipah Apo. Foto: Tangkapan layar Google Maps.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kalipah Apo bukan hanya dikenal sebagai kawasan pusat belanja perlengkapan rumah tangga murah di Bandung, tetapi juga menyimpan sejarah yang dalam dan penting bagi kota ini.

Nama “Kalipah Apo” ternyata berasal dari julukan Raden Haji Moehamad Soe’eb, tokoh ulama dan wakil penghulu yang berperan besar dalam sejarah Islam di Bandung.

Terletak di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Astanaanyar, Kalipah Apo berada tak jauh dari kawasan ikonik Jalan Asia Afrika dan Alun-Alun Bandung.

Lokasinya persis di samping Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), membuatnya mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota.

Baca Juga:  Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Jumat 14 Maret 2025

Sejak lama, Kalipah Apo sudah dikenal luas sebagai tempat berburu perlengkapan rumah tangga dengan harga terjangkau. Tapi bukan hanya itu, tempat ini juga terkenal sebagai pusat kuliner legendaris.

Salah satu ikonnya adalah Lotek Kalipah Apo, yang sudah eksis sejak 1953. Bahkan sejak era 90-an, kawasan ini juga populer sebagai pusat penjual aneka kolak, terutama saat Ramadan tiba.

Namun, di balik popularitasnya sebagai pusat perdagangan dan kuliner, Kalipah Apo menyimpan kisah historis yang jarang diketahui.

Nama jalan ini merujuk pada Raden Haji Moehamad Soe’eb, seorang tokoh agama yang semasa hidupnya dikenal dengan gelar “Kalipah”, atau “khalifah”, setelah diangkat menjadi penghulu Kabupaten Bandung—pada masa ketika Bandung belum berstatus kota.

Baca Juga:  Jadwal SIM Keliling Kota Bandung 28 April 2025, Cek Lokasinya

Menurut Ibnu Qoyim Isma’il dalam bukunya Kiai Penghulu Jawa: Peranannya di Masa Kolonial (1997), jabatan pemuka agama Islam pada masa kolonial terbagi dalam beberapa tingkatan, mulai dari guru ngaji, imam, khalifah, hingga penghulu kepala.

Moehamad Soe’eb dikenal luas sebagai tokoh menak kaum yang tidak hanya berkiprah dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk soal teknik bertani.

Baca Juga:  Neta Amarta Bandung: Pusat Layanan Mobil Listrik Terlengkap, dari Penjualan hingga Perawatan

Tak hanya itu, dalam buku Snouck Hurgronje dan Islam (1989), Kalipah Apo bahkan disebut sebagai penembang lagu-lagu Sunda yang ulung.

Ia dipercaya mengumandangkan takbir di Masjid Agung Bandung saat Hari Raya, sekaligus menjadi pelestari tembang dan lagu rakyat, termasuk yang bertema cinta.

Kini, makam Kalipah Apo atau Muhammad Su’eb terletak di Jalan Karanganyar, di kompleks makam para bupati Bandung.

Lokasinya juga bersebelahan dengan makam pahlawan nasional Raden Dewi Sartika, menandai kontribusi besar yang pernah ia berikan untuk Bandung dan masyarakat Sunda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung sejarah ulama
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mau Beli atau Jual Emas Hari Ini? Cek Dulu Harga Antam dan Buyback Terbaru

Dari Resepsionis Bank Jadi Ratu Horor No. 1! Rahasia Nadia Omara ‘Menyihir’ 87 Juta Penonton

Stop Kebiasaan Makan Telur Setengah Matang, Hati-hati Kena Bakteri Salmonella dan Diare

Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus

Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati

Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.