Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wisata Kuliner di Sumedang: Menikmati Sajian Sunda Otentik Berlatar Alam Pegunungan yang Asri

Selasa, 22 September 2026 06:00 WIB

Cuma Rp15 Ribuan! 4 Nasi Kuning Terenak di Bandung, Ada yang Buka sampai Dini Hari

Selasa, 22 September 2026 05:00 WIB

Usai 3 Laga Tandang, Persib Libur 4 Hari! Igor Tolic Tunggu Pemain Cedera Kembali

Selasa, 22 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wisata Kuliner di Sumedang: Menikmati Sajian Sunda Otentik Berlatar Alam Pegunungan yang Asri
  • Cuma Rp15 Ribuan! 4 Nasi Kuning Terenak di Bandung, Ada yang Buka sampai Dini Hari
  • Usai 3 Laga Tandang, Persib Libur 4 Hari! Igor Tolic Tunggu Pemain Cedera Kembali
  • Cari Hotel Murah di Bandung? 4 Penginapan Ini Tarifnya di Bawah Rp300 Ribu
  • Bukan Cuma Kota Pabrik! Ini 8 Wisata Hidden Gems di Bekasi yang Bikin Pikiran Kembali Fresh
  • Liburan ke Cirebon? Jangan Lewatkan 9 Destinasi Wisata Kuliner Legendaris Ini, Dijamin Ketagihan!
  • Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub
  • Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Stunting, 2.710 Posyandu di Garut Belum Miliki Alat Antropometri

By Putra JuangRabu, 30 Agustus 2023 10:08 WIB2 Mins Read
Stunting. (Foto: rsudmangusada)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mencatat, terdapat ribuan posyandu di Kabupaten Garut yang belum memiliki alat pendukung pengukuran pertumbuhan anak.

Kepala Dinkes Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan, dari 4.000 posyandu yang ada di Garut, 2.710 di antaranya belum memiliki alat antropometri.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya membagikan 2.710 alat antropometri yang disebar ke 421 desa dan 21 kelurahan yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Kemungkinan nanti kita lihat alatnya masih bagus atau tidak, kalau memang masih bagus bisa digunakan, tapi kalau memang sudah mengalami kerusakan mungkin akan kita ajukan juga untuk anggaran di 2024,” ucap Leli dalam acara Gerakan Bersama Intervensi Stunting dengan program Temukan, Obati, Sayangi, Balita Stunting (TOSS) di Kampung Cikole Hilir, Desa Wanasari, Kecamatan Wanaraja, Selasa (29/8/2023).

Baca Juga:  Sejarah dan Resep Membuat Siomay Bandung

Leli mengatakan, Kecamatan Wanaraja merupakan daerah dengan kasus stunting paling tinggi di Kabupaten Garut. Untuk itu, kegiatan ini diharapkan akan membantu memahami masalah stunting di Kecamatan Wanaraja.

Baca Juga:  Warga Difabel Alami Stres hingga Kejang Imbas Ricuh di Dago Elos Bandung

“Hal ini menjadi fokus kunjungan di Kecamatan Wanaraja karena tingginya kasus stunting di sana,” ungkapnya.

Pada kegiatan kali ini, pihaknya mengunjungi 182 balita yang dibantu oleh perwakilan SKPD dan kecamatan di Kabupaten Garut.

Baca Juga:  Bappeda Buka Suara Soal Wacana Pemindahan Pusat Pemerintahan Pemprov Jabar

Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini pihaknya dapat mengetahui secara jelas mengenai permasalahan stunting khususnya di Kecamatan Wanaraja.

“Di sini ada dari Pemdanya, ASN, TNI, Polri dari baznas, seluruh elemen masyarakat juga turut mendukung, membantu, memberikan bingkisan-bingkisan sebagai bentuk tali kanyaah,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured Kabupaten Garut Stunting
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub

Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang

Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor

Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership

RS Premier Bintaro Gunakan Robotic Navigation untuk Bedah Tulang Belakang Lebih Presisi

Investasi Rp800 Miliar Pasar Baru Bandung Ditinjau Ulang, Pemkot Buka Opsi Investor Baru

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.