Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Bingung Cari Makan Malam! 5 Tempat Kuliner Bandung Ini Bisa Jadi Pilihan

Rabu, 23 September 2026 20:29 WIB

Turis Belanda Tewas di Hotel Grand Preanger Bandung, Polisi Ungkap Kondisi Jasad Korban

Rabu, 23 September 2026 20:16 WIB

Persib Punya 29 Pemain, Tapi 7 Laga Menanti! Maung Bandung Dihantui Ancaman Cedera

Rabu, 23 September 2026 20:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Bingung Cari Makan Malam! 5 Tempat Kuliner Bandung Ini Bisa Jadi Pilihan
  • Turis Belanda Tewas di Hotel Grand Preanger Bandung, Polisi Ungkap Kondisi Jasad Korban
  • Persib Punya 29 Pemain, Tapi 7 Laga Menanti! Maung Bandung Dihantui Ancaman Cedera
  • Marselino Ferdinan Merapat ke Persija! Eks Oxford United Siap Buru Gelar Juara
  • Indonesia Bungkam Thailand 3-1, Tiket Final Asian Games 2026 di Tangan!
  • Geger Sara Wijayanto Gugat Cerai Demian, Kisah Lama 2012 Kembali Meledak dan Disebut ‘Karma’
  • Viral Plang Larangan Merokok Ancaman Denda Rp50 Juta di Pantai Pangandaran
  • Teguran Knalpot Brong Berujung Berdarah, 2 Pria di Bojongsoang Ditangkap Polisi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kembalikan Kemerdekaan Bangsa, Guru Besar dan Dosen ITB Deklarasi Akademik

By Putra JuangSenin, 5 Februari 2024 18:08 WIB2 Mins Read
Guru Besar dan Dosen ITB Deklarasi Akademik. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komunitas Guru Besar dan Dosen ITB Peduli Demokrasi Beintegritas menggelar ‘Deklarasi Akademik’ bertajuk ‘Mencegah Kemunduran Demokrasi Malu Menjadi Bangsa’ pada Senin (5/2/2024).

Guru Besar ITB, Prof Yasraf Amir mengatakan, deklarasi ini merupakan sebuah upaya untuk mengembalikan kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Apa yang kita saksikan sekarang adalah semakin lama saya melihat semakin tidak merdeka, padahal merdeka adalah cita-cita bangsa, nah deklarasi ini untuk mengembalikan kemerdekaan bangsa,” ucap Yasraf.

Yasraf pun mengajak, para guru besar dan dosen ITB untuk sama-sama menyuarakan kemerdekaan Indonesia.

“Oleh karena itu saya mengajak menyuarakan suara kemerdekaan ini dengan kita ucapkan bersama-sama, merdeka,” ungkapnya.

Baca Juga:  ITB Tampik Kampanyekan LGBT saat Kegiatan Mahasiswa Baru

Sementara itu, terdapat sembilan poin yang disampaikan para Guru Besar dan Dosen ITB dalam Deklarasi Akademik ini. Pertama, mendukung pilpres yang jujur, adil, dan damai, serta menjunjung hak asasi setiap pemilih.

Kedua, mendukung pemimpin sebagai negarawan serta menjadi teladan dalam menegakkan aturan hukum dan etika publik untuk membangun demokrasi yang berkualitas.

Ketiga, mendukung pemimpin dan pihak pihak yang terlibat untuk mencapai tujuan mewujudkan negara republik Indonesia sebagai negara hukum, yang menjunjung tinggi asas-asas ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.

Keempat, mendukung pemimpin dan pihak pihak yang terlibat untuk menjunjung sikap netral dan non-partisan dalam proses demokrasi, yang berada di atas semua kelompok dan golongan.

Baca Juga:  Bey Harap Rektor ITB Terpilih Lahirkan Konsep Pembangunan Jabar

Kelima, mendorong para pemimpin bangsa untuk berperan sebagai penengah dalam masyarakat yang terpolarisasi saat ini, dengan mengayomi semua kelompok dan golongan yang berbeda, untuk menghindari keterbelahan masyarakat yang mengancam kesatuan bangsa.

Keenam, mendorong pemimpin dan pihak-pihak yang terlibat untuk mendahulukan kepentingan negara-bangsa yang lebih besar di atas kepentingan kelompok dalam setiap tindakannya, dengan semangat kebersamaan, kerja sama, dilandasi asas keadilan dan inklusivitas.

Ketujuh, mendorong pemimpin dan pihak pihak yang terlibat menjalankan sikap adil dan berpihak kepada semua dalam proses demokrasi, dengan memberikan fasilitas dan perlakuan yang sama bagi setiap kontestan pilpres, untuk menjaga pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Baca Juga:  MTI Dukung Kebijakan Kemenhub soal Penguatan Angkutan Umum Perkotaan

Kedelapan, mendorong pemimpin dan pihak-pihak yang terlibat untuk mendahulukan pembangunan fondasi kepemimpinan bangsa yang kuat secara terstruktur dan sistematis untuk mempersiapkan pemimpin masa depan, yang memiliki integritas, rasa keadilan, prestasi, serta kinerja tinggi, untuk membawa kepada kemajuan bangsa.

Kesembilan, mendorong pemimpin meningkatkan kualitas institusi pendidikan dan sumberdayanya dengan memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam secara optimal dan berkelanjutan dengan prioritas menggunakan sumberdaya dan teknologi dalam negeri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ITB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Turis Belanda Tewas di Hotel Grand Preanger Bandung, Polisi Ungkap Kondisi Jasad Korban

Viral Plang Larangan Merokok Ancaman Denda Rp50 Juta di Pantai Pangandaran

Teguran Knalpot Brong Berujung Berdarah, 2 Pria di Bojongsoang Ditangkap Polisi

Misteri Hilangnya Kapal Angkut 5 Jurnalis: Kapolda Banten Ungkap Kronologi hingga Identifikasi ABK

Evakuasi Dramatis KM Virgo Transport 8: Penyelam Pecahkan Kaca Kamar Kapal, Puluhan Jenazah Korban Terjebak

Pemkot Bandung Koordinasikan Pengelolaan Becak Listrik, Bahas Titik Operasi hingga Pengisian Daya

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.