Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tolic Rotasi Besar-besaran! Ini Susunan Pemain Persib Lawan Java United

Minggu, 8 November 2026 18:41 WIB

Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung

Minggu, 8 November 2026 17:19 WIB

Lelah Usai dari Australia, Persib Malah Bikin Pelatih Java United Ketar-ketir

Minggu, 8 November 2026 16:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tolic Rotasi Besar-besaran! Ini Susunan Pemain Persib Lawan Java United
  • Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung
  • Lelah Usai dari Australia, Persib Malah Bikin Pelatih Java United Ketar-ketir
  • CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang
  • Viral Pengendara Mobil Diacungi Senjata di Cangkuang, Remaja 17 Tahun Diamankan
  • Ogah Cari Istri Baru! Demian Aditya Blak-blakan Tak Kepikiran Nikah Lagi Usai Cerai dari Sara Wijayanto
  • Jelang Persib vs Java United, Igor Tolic Minta Bobotoh Utamakan Keselamatan
  • Kabar Duka! Bobotoh Meninggal saat Menuju Laga Persib di Semarang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 8 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan, Kemenparekraf dan Komisi X DPR RI Sosialisasi Pengelolaan Sampah

By Putra JuangJumat, 22 Maret 2024 13:06 WIB4 Mins Read
Kemenparekraf dan Komisi X DPR RI Sosialisasi Pengelolaan Sampah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Direktorat Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Deputi Bidang Industri dan Invenstasi berkolaborasi bersama Komisi X DPR RI menggelar sosialisasi Pengelolaan Sampah Industri dan Rumah Tangga Dalam Rangka Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Bandung, Jumat (22/3/2024).

Anggota Komisi X DPR-RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah mengatakan, peserta yang hadir merupakan pelaku UMKM ekonomi kreatif dari wilayah Kota Bandung dan Kota Cimahi.

“Seperti tadi saya sampaikan sebagai contoh itu ada pedagang di atas kali daerah Cicendo, usahanya persis di pinggir kali Cicendo, jadi ada hubungan antara usaha dan pengelolaan sampahnya,” ucap Ledia.

Ledia mengungkapkan, berbicara tentang pengelolaan sampah harus dimulai dari sisi regulasi yang dilakukan oleh anggota legislatif.

“Jadi memang regulasinya harus dievaluasi oleh DPRD, terus masyarakatnya akan diajak ke arah mana nanti. Itu menurut saya yang jadi bagian penting, karena bab sampah itu konsistensi yang diperlukan,” imbuhnya.

“Hari ini kita tertib, besok tidak, nanti bakalan mulai dari awal lagi, gaakan bisa berhasil dengan baik,” tambahnya.

Ledia mengatakan, sejauh ini sejumlah program Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terkait pengelolaan sampah sudah cukup baik. Hanya saja, program tersebut perlu adanya percepatan.

“Sebenernya dengan program seperti Kang Pisman, Buruan Sae yang ada di Kota Bandung itu udah mulai ada tahapannya, udah mulai bagus, tapi selama yang membuang sampahnya makin banyak, itu juga gak boleh,” ungkapnya.

Baca Juga:  Semarak Budaya di Bandung: Menghidupkan Kembali Batik Lilin Dingin dan Warisan Nusantara

Menurutnya, regulasi pengelolaan sampah juga harus diterapkan di rumah makan atau restoran. Sehingga nantinya, jumlah sampah yang dibuang ke TPA akan sangat berkurang.

“Mungkin juga harus dibikin regulasi di rumah makan atau restoran, gaboleh nyisain makanan, kalau tersisa didenda, kaya All You Can Eat (AYCE) gitu. Nanti hanya sedikit yang dibuang ke TPA itu, residunya yang udah sulit mereka kelola sendiri,” katanya.

Ledia menyebut, kampanye untuk mengentaskan sampah dari sumber di Kota Bandung dengan program Kang Pisman, Kang Empos, hingga Buruan Sae harus dilakukan secara konsisten.

“Itu perlu konsisten, komitmen dan mau repot. Tadinya kangkung sisa batangnya main buang aja langsung, sekarang mah sok dicacah biar bisa jadi kompos. Mending repot ngelola sampah, daripada repot kena banjir,” imbuhnya.

Ledia menilai, jika pengelolaan sampah sudah tertara dengan baik, nantinya akan berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan. Sebab menurutnya, kebersihan menjadi hal utama yang diperhatikan oleh para pengunjung.

“Kalau orang datang ke suatu tempat, salah satu yang ditanyakan itu tempatnya enak ga yah? Bersih ga yah? Nyaman ga yah? Kalau dia udah ngerasa ga nyaman, udah dia gaakan balik lagi ke situ,” jelasnya.

Baca Juga:  Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

“Sengantri apapun itu untuk membeli produk ekonomi kreatif, kalau di kiri kanannya tidak menyenangkan, umumnya orang cenderung untuk ga balik lagi. Meskipun masuk gang, kalau bersih mah insya Allah dikejar sama orang-orang,” samhungnya.

Oleh karena itu, pengelolaan sampah ini bukan hanya menjadi tugas dari pemerintah saja, namun juga menjadi tugas bersama termasuk masyarakat itu sendiri dan dilakukan secara konsisten.

“Kota Bandung ini udah jauh lebih baik dibandingkan dulu soal pengelolaan sampah. Tapi memang harus konsisten, urusan gini kalau ga konsisten bakalan dari nol lagi,” ungkapnya.

“Pemerintah dan masyarakat harus sinergi, upaya antara keduanya harus sejalan. Percuma kalau pemerintah nerapin aturan dan memberikan infrastruktur kalau masyarakatnya tidak sadar,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Kemenparekraf, Hanifah Makarim mengatakan, pelatihan dan edukasi dari sekolah alias sejak dini itu perlu diajarkan, bagaimana mereka berprilaku bersih dan sehat.

“Kita sering lihat di media sosial, gimana anak-anak di Jepang itu dididik budaya bersih dan sehat sejak mereka kecil. Gimana mereka membersihkan sekolahnya, membersihkan kelasnya, membersihkan rumahnya, itu kan pendidikan dari dini, itu perlu disisipkan di sekolah,” kata Hanifah.

Baca Juga:  Asah Keterampilan Pelaku Ekraf di Bandung, Komisi X DPR RI Gelar Pelatihan Public Speaking

“Nantinya anak-anak bisa ngajarin juga kan ke ibunya, ‘bu saya di sekolah diajarin begini’ gitu, nanti diterapkan di rumah, sekolah memantau juga. Lalu kaya bikin botol minuman jadi pot bunga atau kerajinan apa gitu yang bisa dikombinasikan,” tambahnya.

Hanifah berharap, apa yang telah disampaikan oleh Ledia Hanifa bisa langsung dipraktikan oleh para peserta.

“Seperti yang Bu Ledia bilang saat menyampaikan Keynote Speech, kalau teori, itu hanya menjadi kumpulan resep doang di buku resep, jadi kliping aja, ga bermanfaat. Kita berharap hari ini, mereka kedepannya bisa mengimplementasikan di daerah masing-masing,” tuturnya.

Hanifah mengatakan, Kota Bandung selalu menjadi daya tarik utama para wisatawan khususnya warga Jakarta untuk berwisata.

“Tinggal bagaimana menjaga daya tarik ini dengan kebersihan lingkungan, kenyamanan, dan lain-lain. Sehingga tamunya itu datang lagi dan lagi, karena kalau di Bandung itu selalu ada aja hal baru, makanannya, tempat wisatanya, hasil ekonomi kreatifnya luar biasa,” jelasnya.

“Tinggal bagaimana menjaga kebersihannya, sehingga orang nyaman. Saya yakin insya Allah Bandung bisa menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik demi kemajuan Pariwisata dan ekonomi kreatifnya,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ledia Hanifa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung

CPNS

CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang

Viral Pengendara Mobil Diacungi Senjata di Cangkuang, Remaja 17 Tahun Diamankan

Kabar Duka! Bobotoh Meninggal saat Menuju Laga Persib di Semarang

Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung

Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.