Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

KISAHNYA BIKIN MERINDING! Anak Penjual Ikan Tanpa 2 Kaki Sukses Raih Gelar Doktor Dengan IPK 4.00!

Minggu, 31 Mei 2026 20:42 WIB

Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet

Minggu, 31 Mei 2026 20:02 WIB

Persib Ulang Duel Lawan Filipina, Tiket ACL Two Ditentukan Sekali Laga!

Minggu, 31 Mei 2026 19:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • KISAHNYA BIKIN MERINDING! Anak Penjual Ikan Tanpa 2 Kaki Sukses Raih Gelar Doktor Dengan IPK 4.00!
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Persib Ulang Duel Lawan Filipina, Tiket ACL Two Ditentukan Sekali Laga!
  • Resmi! Persib dan Borneo FC Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship 2026/27
  • Gara-Gara Tulisan Ini, Lembar Remedial Siswa SD Malah Bikin Orang Tua Terharu, Kok Bisa?
  • Nama Vell Mendadak Trending Lagi, Benarkah Ada Video Viral Berdurasi 10 Menit?
  • Viral! Pengendara Mobil Plat B Diduga Dipalak di Dago Bandung, Diancam Jika Tak Beri Uang
  • Di Tengah Sanksi FIFA, Persib Masih Aktif Bidik Pemain Incaran
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 31 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

KISAHNYA BIKIN MERINDING! Anak Penjual Ikan Tanpa 2 Kaki Sukses Raih Gelar Doktor Dengan IPK 4.00!

By SusanaMinggu, 31 Mei 2026 20:42 WIB5 Mins Read
Dr. Rozi, S.Pi., M.Biotech. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah berbagai tantangan hidup, kisah Dr. Rozi, S.Pi., M.Biotech, menjadi salah satu cerita paling inspiratif dari dunia pendidikan Indonesia pada tahun 2026. Dosen Universitas Airlangga (Unair) ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi akademik tertinggi.

Rozi resmi menyandang gelar doktor setelah lulus dari Program Studi S3 Sains Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga dengan predikat cumlaude dan IPK sempurna 4.00 pada Wisuda ke-261 Unair, pertengahan April 2026.

Lebih luar biasanya, ia menyelesaikan studi tersebut dalam waktu 3 tahun 11 bulan sambil tetap menjalankan tugas sebagai dosen aktif di Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Unair.

Perjalanan Akademik: Dari Dosen Aktif hingga Peneliti Produktif

Di balik gelar doktor yang diraihnya, Rozi menjalani kehidupan akademik yang sangat padat. Ia tetap menjalankan tridharma perguruan tinggi secara penuh, mulai dari mengajar, meneliti, mengabdi kepada masyarakat, hingga publikasi ilmiah.

Selama masa studi doktoralnya, Rozi berhasil mempublikasikan dua artikel internasional bereputasi Scopus Q1 dan tiga artikel Scopus lainnya. Ia juga aktif sebagai editor jurnal internasional bereputasi Scopus.

Capaian ini menjadikannya tidak hanya sebagai akademisi, tetapi juga peneliti yang produktif di tingkat internasional.

Namun bagi Rozi, semua pencapaian tersebut bukan sekadar angka akademik. Ia melihatnya sebagai bukti bahwa pendidikan inklusif benar-benar dapat membuka ruang setara bagi setiap individu.

Baca Juga:  Satu Gedung Mendadak Hening! Pidato Tanpa Suara Wisudawan Tuli Unpad Ini Bikin Tangis Haru Pecah

“Pendidikan adalah hak semua orang. Keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti belajar dan bertumbuh,” ujar Rozi.

Profil Singkat Dr. Rozi

  • Nama: Dr. Rozi, S.Pi., M.Biotech
  • Profesi: Dosen Universitas Airlangga
  • Unit: Departemen Akuakultur, FPK Unair
  • Gelar: Doktor Sains Veteriner (FKH Unair)
  • IPK: 4.00 (Cumlaude)
  • Lama Studi: 3 tahun 11 bulan
  • Keahlian: Akuakultur, bioteknologi, riset perikanan
  • Karya ilmiah: Publikasi Scopus Q1 & Scopus, editor jurnal internasional

Latar Belakang: Anak Penjual Ikan dari Muaro Jambi

Dr. Rozi lahir dan tumbuh di Desa Markanding, Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Ia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara dari pasangan Musli dan Mastinah.

Keluarganya hidup sederhana dengan mengandalkan usaha berjualan ikan secara eceran. Dari lingkungan inilah semangat Rozi untuk menempuh pendidikan tinggi tumbuh dan terus menguat.

Bagi Rozi, sosok ayah menjadi inspirasi utama dalam hidupnya.

“Ayah saya mungkin tidak memahami apa itu jurnal internasional atau disertasi doktoral, tetapi beliau mengajarkan kerja keras, ketulusan, dan semangat untuk tidak menyerah,” tuturnya.

Perjuangan Berat Sebagai Penyandang Disabilitas Daksa

Perjalanan hidup Rozi tidak mudah. Ia merupakan penyandang disabilitas daksa setelah mengalami amputasi kedua kakinya.

Peristiwa tersebut menjadi titik balik paling berat dalam hidupnya. Ia mengakui sempat berada dalam fase sulit untuk menerima kenyataan yang mengubah seluruh hidupnya.

Namun seiring waktu, ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya.

Baca Juga:  Bikin Merinding! Aksi Heroik Deki Degei Pimpin Upacara Hardiknas dengan Satu Kaki

“Saya belajar bahwa manusia tidak selalu diuji untuk dijatuhkan, tetapi kadang diuji untuk menemukan versi terkuat dari dirinya,” ungkapnya.

Di tengah kondisi tersebut, keluarga menjadi sumber kekuatan terbesar.

“Kadang ketika saya merasa lelah, saya ingat bahwa mungkin ada doa ibu yang tidak pernah putus menyebut nama saya,” tambahnya.

Lingkungan Kampus Unair yang Inklusif dan Mendukung

Selain dukungan keluarga, lingkungan akademik Universitas Airlangga juga memainkan peran besar dalam perjalanan Rozi.

Ia mengaku mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, hingga rekan sejawat.

Menurutnya, yang paling berharga bukan hanya fasilitas fisik, tetapi penerimaan sebagai manusia yang setara.

“Yang paling saya rasakan bukan hanya fasilitas fisiknya, tetapi bagaimana saya diterima sebagai bagian dari lingkungan akademik secara setara,” jelasnya.

Unair sendiri telah menyediakan berbagai fasilitas aksesibilitas seperti ramp, lift ramah kursi roda, serta akses gedung yang lebih inklusif.

Namun bagi Rozi, inklusivitas sejati tidak berhenti pada infrastruktur.

“Kadang akses paling mahal bagi penyandang disabilitas bukan lift atau ramp, tetapi rasa diterima sebagai manusia yang setara,” katanya.

Pendidikan Inklusif dan Harapan untuk Masa Depan

Rozi menekankan bahwa pendidikan inklusif harus mencakup lebih dari sekadar fasilitas fisik. Ia menyebut pentingnya akses informasi, komunikasi, dan lingkungan belajar yang ramah bagi semua jenis disabilitas.

Ia juga berharap Airlangga Inclusive Learning (AIL) dapat terus berkembang menjadi pusat layanan disabilitas yang kuat, adaptif, dan kolaboratif.

Baca Juga:  Satu Gedung Mendadak Hening! Pidato Tanpa Suara Wisudawan Tuli Unpad Ini Bikin Tangis Haru Pecah

“Inclusive learning bukan hanya tanggung jawab unit layanan disabilitas, tetapi budaya bersama seluruh sivitas akademika,” ujarnya.

Rozi berharap semakin banyak mahasiswa penyandang disabilitas yang berani melanjutkan pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi diri.

“Saya percaya setiap orang punya kesempatan untuk tumbuh dan berprestasi. Kadang yang dibutuhkan hanya ruang yang menerima mereka untuk berkembang,” tegasnya.

Kisah Inspiratif yang Menggema di Media Sosial

Kisah Rozi juga mendapat banyak respons positif dari warganet. Banyak yang memberikan doa dan apresiasi atas perjuangannya menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral, dikutip dari kolom komentar Instagram @kamusmahasiswa.

“MasyaAllah, berkah ilmunya. Sehat dan sukses terus Pak,” tulis salah satu akun.

“Beliau dosen pembimbing anak saya, luar biasa sosoknya,” komentar lainnya.

“Dulu sempat ikut sedih dengar ceritanya, sekarang bangga sekali,” tulis warganet lain.

Respons ini menunjukkan bahwa kisah Rozi tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga inspirasi bagi masyarakat luas.

Penutup: Simbol Keteguhan dalam Dunia Pendidikan

Dr. Rozi menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan akhir dari perjalanan hidup. Dari seorang anak penjual ikan di Muaro Jambi, ia berhasil menembus dunia akademik hingga meraih gelar doktor cumlaude di salah satu universitas terbaik Indonesia.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang kemampuan intelektual, tetapi juga tentang keteguhan hati, kerja keras, dan dukungan lingkungan yang inklusif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

akademisi disabilitas dosen disabilitas Indonesia Dr Rozi Unair FKH Unair inspirasi pendidikan Indonesia kisah inspiratif dosen pendidikan inklusif indonesia S3 cumlaude Unair Universitas Airlangga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gara-Gara Tulisan Ini, Lembar Remedial Siswa SD Malah Bikin Orang Tua Terharu, Kok Bisa?

Viral! Pengendara Mobil Plat B Diduga Dipalak di Dago Bandung, Diancam Jika Tak Beri Uang

Viral di Medsos! Aksi Bupati Purwakarta di Bandara Jayapura Picu Tanda Tanya

Plot Twist! Viral di Pinrang Pelakor Nekat Temui Istri Sah karena Cemburu Berat

25 Persen Orang Indonesia Percaya Alien: Misteri Penampakan UFO di Madura dan Dokumen Rahasia Pentagon

Blora Babak Belur, Jawa Barat Punya Solusinya? Sentilan Keras untuk Manajemen Infrastruktur Jateng!

Terpopuler
  • Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.