Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!

Minggu, 11 Oktober 2026 16:02 WIB

Persib vs Dewa United Malam Ini, Bobotoh Wajib Tahu Aturan Stadion Si Jalak Harupat

Minggu, 11 Oktober 2026 15:15 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Minggu, 11 Oktober 2026 14:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!
  • Persib vs Dewa United Malam Ini, Bobotoh Wajib Tahu Aturan Stadion Si Jalak Harupat
  • Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya
  • Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung
  • Persib vs Dewa United: Igor Tolic Waspadai Egy, Tiga Pemain Maung Bandung Berpeluang Pulih
  • Chelsea Bantai Bournemouth 5-1, Henderson dan Joao Pedro Sama-sama Cetak Brace
  • Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan
  • Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

KISAHNYA BIKIN MERINDING! Anak Penjual Ikan Tanpa 2 Kaki Sukses Raih Gelar Doktor Dengan IPK 4.00!

By SusanaMinggu, 31 Mei 2026 20:42 WIB5 Mins Read
Dr. Rozi, S.Pi., M.Biotech. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah berbagai tantangan hidup, kisah Dr. Rozi, S.Pi., M.Biotech, menjadi salah satu cerita paling inspiratif dari dunia pendidikan Indonesia pada tahun 2026. Dosen Universitas Airlangga (Unair) ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi akademik tertinggi.

Rozi resmi menyandang gelar doktor setelah lulus dari Program Studi S3 Sains Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga dengan predikat cumlaude dan IPK sempurna 4.00 pada Wisuda ke-261 Unair, pertengahan April 2026.

Lebih luar biasanya, ia menyelesaikan studi tersebut dalam waktu 3 tahun 11 bulan sambil tetap menjalankan tugas sebagai dosen aktif di Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Unair.

Perjalanan Akademik: Dari Dosen Aktif hingga Peneliti Produktif

Di balik gelar doktor yang diraihnya, Rozi menjalani kehidupan akademik yang sangat padat. Ia tetap menjalankan tridharma perguruan tinggi secara penuh, mulai dari mengajar, meneliti, mengabdi kepada masyarakat, hingga publikasi ilmiah.

Selama masa studi doktoralnya, Rozi berhasil mempublikasikan dua artikel internasional bereputasi Scopus Q1 dan tiga artikel Scopus lainnya. Ia juga aktif sebagai editor jurnal internasional bereputasi Scopus.

Capaian ini menjadikannya tidak hanya sebagai akademisi, tetapi juga peneliti yang produktif di tingkat internasional.

Namun bagi Rozi, semua pencapaian tersebut bukan sekadar angka akademik. Ia melihatnya sebagai bukti bahwa pendidikan inklusif benar-benar dapat membuka ruang setara bagi setiap individu.

“Pendidikan adalah hak semua orang. Keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti belajar dan bertumbuh,” ujar Rozi.

Profil Singkat Dr. Rozi

  • Nama: Dr. Rozi, S.Pi., M.Biotech
  • Profesi: Dosen Universitas Airlangga
  • Unit: Departemen Akuakultur, FPK Unair
  • Gelar: Doktor Sains Veteriner (FKH Unair)
  • IPK: 4.00 (Cumlaude)
  • Lama Studi: 3 tahun 11 bulan
  • Keahlian: Akuakultur, bioteknologi, riset perikanan
  • Karya ilmiah: Publikasi Scopus Q1 & Scopus, editor jurnal internasional

Latar Belakang: Anak Penjual Ikan dari Muaro Jambi

Dr. Rozi lahir dan tumbuh di Desa Markanding, Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Ia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara dari pasangan Musli dan Mastinah.

Keluarganya hidup sederhana dengan mengandalkan usaha berjualan ikan secara eceran. Dari lingkungan inilah semangat Rozi untuk menempuh pendidikan tinggi tumbuh dan terus menguat.

Bagi Rozi, sosok ayah menjadi inspirasi utama dalam hidupnya.

“Ayah saya mungkin tidak memahami apa itu jurnal internasional atau disertasi doktoral, tetapi beliau mengajarkan kerja keras, ketulusan, dan semangat untuk tidak menyerah,” tuturnya.

Perjuangan Berat Sebagai Penyandang Disabilitas Daksa

Perjalanan hidup Rozi tidak mudah. Ia merupakan penyandang disabilitas daksa setelah mengalami amputasi kedua kakinya.

Peristiwa tersebut menjadi titik balik paling berat dalam hidupnya. Ia mengakui sempat berada dalam fase sulit untuk menerima kenyataan yang mengubah seluruh hidupnya.

Namun seiring waktu, ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya.

“Saya belajar bahwa manusia tidak selalu diuji untuk dijatuhkan, tetapi kadang diuji untuk menemukan versi terkuat dari dirinya,” ungkapnya.

Di tengah kondisi tersebut, keluarga menjadi sumber kekuatan terbesar.

“Kadang ketika saya merasa lelah, saya ingat bahwa mungkin ada doa ibu yang tidak pernah putus menyebut nama saya,” tambahnya.

Lingkungan Kampus Unair yang Inklusif dan Mendukung

Selain dukungan keluarga, lingkungan akademik Universitas Airlangga juga memainkan peran besar dalam perjalanan Rozi.

Ia mengaku mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, hingga rekan sejawat.

Menurutnya, yang paling berharga bukan hanya fasilitas fisik, tetapi penerimaan sebagai manusia yang setara.

“Yang paling saya rasakan bukan hanya fasilitas fisiknya, tetapi bagaimana saya diterima sebagai bagian dari lingkungan akademik secara setara,” jelasnya.

Unair sendiri telah menyediakan berbagai fasilitas aksesibilitas seperti ramp, lift ramah kursi roda, serta akses gedung yang lebih inklusif.

Namun bagi Rozi, inklusivitas sejati tidak berhenti pada infrastruktur.

“Kadang akses paling mahal bagi penyandang disabilitas bukan lift atau ramp, tetapi rasa diterima sebagai manusia yang setara,” katanya.

Pendidikan Inklusif dan Harapan untuk Masa Depan

Rozi menekankan bahwa pendidikan inklusif harus mencakup lebih dari sekadar fasilitas fisik. Ia menyebut pentingnya akses informasi, komunikasi, dan lingkungan belajar yang ramah bagi semua jenis disabilitas.

Ia juga berharap Airlangga Inclusive Learning (AIL) dapat terus berkembang menjadi pusat layanan disabilitas yang kuat, adaptif, dan kolaboratif.

“Inclusive learning bukan hanya tanggung jawab unit layanan disabilitas, tetapi budaya bersama seluruh sivitas akademika,” ujarnya.

Rozi berharap semakin banyak mahasiswa penyandang disabilitas yang berani melanjutkan pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi diri.

“Saya percaya setiap orang punya kesempatan untuk tumbuh dan berprestasi. Kadang yang dibutuhkan hanya ruang yang menerima mereka untuk berkembang,” tegasnya.

Kisah Inspiratif yang Menggema di Media Sosial

Kisah Rozi juga mendapat banyak respons positif dari warganet. Banyak yang memberikan doa dan apresiasi atas perjuangannya menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral, dikutip dari kolom komentar Instagram @kamusmahasiswa.

“MasyaAllah, berkah ilmunya. Sehat dan sukses terus Pak,” tulis salah satu akun.

“Beliau dosen pembimbing anak saya, luar biasa sosoknya,” komentar lainnya.

“Dulu sempat ikut sedih dengar ceritanya, sekarang bangga sekali,” tulis warganet lain.

Respons ini menunjukkan bahwa kisah Rozi tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga inspirasi bagi masyarakat luas.

Penutup: Simbol Keteguhan dalam Dunia Pendidikan

Dr. Rozi menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan akhir dari perjalanan hidup. Dari seorang anak penjual ikan di Muaro Jambi, ia berhasil menembus dunia akademik hingga meraih gelar doktor cumlaude di salah satu universitas terbaik Indonesia.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang kemampuan intelektual, tetapi juga tentang keteguhan hati, kerja keras, dan dukungan lingkungan yang inklusif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.