Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Skin & SG2 Gratis! Kode Redeem FF 27 Agustus 2026 Terbaru Hari Ini

Kamis, 27 Agustus 2026 01:00 WIB

Krisis Guru di Jabar Masih Dikaji, MQ Iswara Tunggu Data Valid dan Penataan PPPK

Rabu, 26 Agustus 2026 22:57 WIB

MQ Iswara Apresiasi Pemprov di Tengah Tekanan Fiskal, APBD Naik Jadi Rp31,4 Triliun

Rabu, 26 Agustus 2026 22:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Skin & SG2 Gratis! Kode Redeem FF 27 Agustus 2026 Terbaru Hari Ini
  • Krisis Guru di Jabar Masih Dikaji, MQ Iswara Tunggu Data Valid dan Penataan PPPK
  • MQ Iswara Apresiasi Pemprov di Tengah Tekanan Fiskal, APBD Naik Jadi Rp31,4 Triliun
  • Momen Humanis di Nagekeo: Asyik Melayani Selfie Warga, Seskab Teddy Hampir Ketinggalan Rombongan Presiden
  • PN Bandung Tolak Lagi Praperadilan Mantan Pengurus Gereja: Status Tersangka ITE Bambang Soeharto Sah
  • El Clasico Persija vs Persib Siap Guncang GBK 12 September, I.League Tunggu Surat Izin Resmi Polisi
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 dan Potensi Bantuan Rp600 Ribu
  • Tawa Anak-anak di Tenda Pengungsian Nagekeo: Saat Presiden Prabowo Bawa Mainan dan Harapan Baru
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kolam Retensi Tersendat! Farhan Ungkap Masalah Lahan Jadi Penghambat Utama

By SusanaSelasa, 28 Oktober 2025 21:43 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung menghadapi tantangan besar dalam upaya mengurangi banjir, terutama akibat keterbatasan lahan untuk pembangunan kolam retensi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa persoalan banjir di Bandung tidak hanya terkait teknis lapangan, tetapi juga persoalan administratif dan ketersediaan ruang.

“Kolam retensi itu problemnya adalah lahan kita sedikit sekali,” ujar Farhan, Selasa (28/10/2025).

Salah satu contoh yang cukup mencolok adalah proyek kolam retensi di kawasan Cempaka Arum. Pembangunannya tertunda karena masalah Prasarana, Sarana, dan Utilitas umum (PSU).

Baca Juga:  Bandung Punya Galeri Baru! Pojok Carita Jadi Rumah Kreativitas Seniman Nusantara

“Kolam retensi di sana tidak bisa dibangun karena PSU belum selesai. Dan itu terkunci oleh kesepakatan warga,” jelas Farhan.

Untuk mempercepat proses, Farhan turun langsung memediasi pertemuan antara warga dan pengembang agar penyerahan lahan bisa segera tuntas.

“Saya urai dulu kesepakatan warga. Setelah ada kesepakatan, baru bisa diurus penyerahan PSU-nya. Ketika sudah diserahkan, barulah kolam retensi bisa dibangun,” katanya.

Farhan menegaskan, penyelesaian isu lahan di Kota Bandung memang tidak bisa dilakukan secara instan. Setiap persoalan memiliki rantai administrasi panjang yang memakan waktu.

Baca Juga:  10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan

“Masalah lahan sedang kita bereskan satu per satu. Tidak sederhana, satu masalah saja bisa memakan waktu tiga jam untuk diselesaikan,” ungkapnya.

Di sisi lain, upaya pengendalian banjir tetap berjalan di lapangan. Pemkot Bandung terus membersihkan jaringan saluran air sepanjang 350 kilometer. Namun kerja tersebut sering berkejaran dengan kondisi cuaca.

“Saluran ini kita bersihkan satu per satu setiap hari, tapi memang kejar-kejaran dengan hujan,” ucap Farhan.

Baca Juga:  Lebih dari Sekadar Slogan: Muhammad Farhan Dorong Pancasila Jadi Fondasi Nyata Pembangunan Bandung

Ia mengajak masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan agar saluran tidak cepat tersumbat.

“Yang dibersihkan bulan Maret, bulan Juni sudah penuh lagi. Dibersihkan Juni, Agustus penuh lagi. Begitu terus kejar-kejaran,” tuturnya.

Dengan kombinasi penyelesaian masalah lahan, pembangunan kolam retensi baru, serta pembersihan saluran secara masif, Pemkot Bandung berharap upaya penanganan banjir bisa lebih efektif dalam jangka panjang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Krisis Guru di Jabar Masih Dikaji, MQ Iswara Tunggu Data Valid dan Penataan PPPK

MQ Iswara Apresiasi Pemprov di Tengah Tekanan Fiskal, APBD Naik Jadi Rp31,4 Triliun

Momen Humanis di Nagekeo: Asyik Melayani Selfie Warga, Seskab Teddy Hampir Ketinggalan Rombongan Presiden

PN Bandung Tolak Lagi Praperadilan Mantan Pengurus Gereja: Status Tersangka ITE Bambang Soeharto Sah

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

NIK KTP Jadi Kunci! Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 dan Potensi Bantuan Rp600 Ribu

Tawa Anak-anak di Tenda Pengungsian Nagekeo: Saat Presiden Prabowo Bawa Mainan dan Harapan Baru

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.