Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib vs Dewa United Malam Ini, Bobotoh Wajib Tahu Aturan Stadion Si Jalak Harupat

Minggu, 11 Oktober 2026 15:15 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Minggu, 11 Oktober 2026 14:02 WIB

Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung

Minggu, 11 Oktober 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib vs Dewa United Malam Ini, Bobotoh Wajib Tahu Aturan Stadion Si Jalak Harupat
  • Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya
  • Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung
  • Persib vs Dewa United: Igor Tolic Waspadai Egy, Tiga Pemain Maung Bandung Berpeluang Pulih
  • Chelsea Bantai Bournemouth 5-1, Henderson dan Joao Pedro Sama-sama Cetak Brace
  • Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan
  • Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus
  • Mau Nonton Persib vs Dewa United? Catat Lokasi dan Jam Tukar Tiketnya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

MQ Iswara Apresiasi Pemprov di Tengah Tekanan Fiskal, APBD Naik Jadi Rp31,4 Triliun

By Mulki AlbarRabu, 26 Agustus 2026 22:50 WIB4 Mins Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara,. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, mengapresiasi kinerja dan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga program pembangunan di tengah tekanan fiskal dan penurunan pendapatan daerah.

Iswara mengatakan, meski pendapatan Jawa Barat mengalami penurunan, Pemprov Jabar tetap berupaya mempertahankan berbagai target pembangunan, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, daya beli masyarakat, dan infrastruktur.

“Kami DPRD Jawa Barat mengapresiasi kinerja, semangat, dan komitmen Pemprov Jawa Barat. Di tengah tekanan fiskal, Pemprov masih berkomitmen untuk tidak menurunkan target-target berbagai indikator makro keberhasilan pembangunan, baik pendidikan, kesehatan, daya beli, maupun infrastruktur,” ujar Iswara saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).

Menurut Iswara, pendapatan Jawa Barat saat ini turun dari sekitar Rp30,1 triliun menjadi Rp27,8 triliun. Namun, volume APBD justru meningkat dari Rp30,5 triliun menjadi Rp31,4 triliun.

Ia menjelaskan, peningkatan volume APBD tersebut salah satunya ditopang oleh penerimaan pembiayaan melalui pinjaman daerah.

“Di tengah pendapatan turun, volume APBD kita naik. Dari mana? Karena di penerimaan pembiayaan kita melakukan pinjaman daerah sebesar Rp3,4 triliun,” katanya.

Menurut Iswara, langkah tersebut dilakukan agar berbagai program yang telah direncanakan sejak awal tahun tetap dapat berjalan meski kondisi fiskal mengalami tekanan.

Baca Juga:  Soroti Isu Stunting hingga Anggaran Sampah yang Minim, DPRD Jabar Beri 83 Catatan untuk KDM

Target Pendidikan dan Kesehatan Tetap Berjalan

Iswara memastikan sejumlah program pembangunan di sektor pendidikan tetap menjadi perhatian Pemprov Jabar. Di antaranya peningkatan rata-rata lama sekolah, penurunan angka putus sekolah, renovasi gedung sekolah, pembangunan unit sekolah baru, hingga rehabilitasi sekolah.

Hal serupa juga dilakukan di sektor kesehatan. Program yang tetap menjadi perhatian antara lain penanganan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan Puskesmas rawat inap, pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD), serta pemenuhan alat kesehatan.

“Begitu juga bidang kesehatan, seperti angka kematian ibu dan bayi, peningkatan Puskesmas rawat inap, pembangunan RSUD, dan alat kesehatan,” ujarnya.

Sementara di sektor infrastruktur, pembangunan dan pemeliharaan jalan, jembatan, irigasi, hingga penerangan jalan umum juga tetap diupayakan berjalan.

Defisit Capai Rp5,9 Triliun

Lebih lanjut, Iswara menjelaskan tekanan fiskal Jawa Barat turut dipengaruhi penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Secara nasional, TKD disebut turun dari Rp919 triliun menjadi Rp693 triliun. Kondisi tersebut berdampak terhadap Jawa Barat dengan penurunan sekitar Rp2,458 triliun dari sisi TKD.

Selain itu, terdapat persoalan kurang salur Dana Bagi Hasil (DBH) yang terakumulasi dari tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Alami Kekeringan, Pemprov Jabar Salurkan 954 Ribu Liter Air Bersih untuk 8 Kabupaten Kota

“Kalau bicara defisit, pertama dari Transfer ke Daerah (TKD). Secara nasional berkurang Rp2,4 triliun. Jawa Barat turun Rp2,458 triliun dari TKD saja,” kata Iswara.

Ia menyebut kurang salur DBH yang terkumpul dari tahun-tahun sebelumnya hampir mencapai Rp4 triliun. Berdasarkan Permenkeu yang menjadi dasar pengajuan, tagihan Jawa Barat mencapai sekitar Rp1,22 triliun. Namun, pencairan yang diterima jauh lebih kecil, yakni sekitar Rp19 miliar.

Kondisi tersebut kemudian membuat Jawa Barat menghadapi defisit sekitar Rp5,9 triliun.

Pinjaman Rp3,4 Triliun untuk Infrastruktur

Untuk menjaga program pembangunan tetap berjalan, Pemprov Jabar bersama DPRD melakukan kajian ulang terhadap skala prioritas belanja.

Iswara mengatakan kebutuhan mendesak terutama berada pada sektor infrastruktur sehingga diputuskan menggunakan skema pinjaman daerah sebesar Rp3,4 triliun melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan sindikasinya.

“Karena ada defisit sekitar Rp5,9 triliun, kita lakukan kajian ulang prioritas. Kebutuhan mendesak untuk infrastruktur adalah Rp3,4 triliun, sehingga kita lakukan pinjaman ke PT SMI dan sindikasinya,” jelasnya.

Pinjaman tersebut dialokasikan kepada 11 organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membiayai lebih dari 100 kegiatan yang seluruhnya berkaitan dengan pembangunan fisik atau infrastruktur.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Hentikan Dana Operasional Masjid Raya Bandung, Negara Absen di Rumah Ibadah

Dari total pengajuan Rp3,4 triliun, sekitar Rp3,28 triliun telah mendapatkan persetujuan dari PT SMI, sementara sekitar Rp111 miliar masih dalam proses.

APBD Perubahan Ditargetkan Rampung Pertengahan September

Iswara mengatakan proses perubahan dokumen perencanaan juga berjalan paralel dengan proses pengajuan pinjaman.

Pemprov Jabar telah melakukan revisi RKPD 2026 yang menjadi salah satu dasar pengajuan pinjaman daerah. Sementara perubahan RPJMD juga masih berjalan.

“RKPD 2026 sudah direvisi lebih dulu oleh eksekutif. Ini yang menjadi payung hukum dasar pengajuan pinjaman daerah,” ujarnya.

Menurut Iswara, apabila di kemudian hari TKD maupun DBH yang menjadi hak Jawa Barat kembali dicairkan, pinjaman daerah tersebut memungkinkan untuk dilunasi lebih cepat sehingga beban bunga dapat ditekan.

Sementara itu, penetapan APBD Perubahan 2026 ditargetkan dapat rampung sekitar pertengahan September 2026.

“Sekitar satu bulan dari sekarang, pertengahan September diharapkan selesai. Jika terlalu lama, proses tender dan pengerjaan fisik di lapangan tidak akan sempat terkejar,” katanya.

Iswara menilai percepatan pembahasan APBD Perubahan penting agar program pembangunan yang telah menjadi prioritas tetap dapat dilaksanakan sebelum tahun anggaran berakhir.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Jabar 2026 APBD Jawa Barat 2026 DPRD Jawa Barat MQ Iswara Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.