Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Usai Keluhan Lapangan Padel, Pemkot Bandung Siapkan Aturan Jam Operasional Tempat Usaha

Senin, 3 Agustus 2026 14:10 WIB

Farhan Ingatkan Pengusaha: Jangan Cuma Legal, Harus Bangun Hubungan Baik dengan Warga

Senin, 3 Agustus 2026 13:48 WIB

Indonesia vs Vietnam Piala AFF 2026: Herdman Akui The Golden Star Jadi Ujian Terberat Garuda

Senin, 3 Agustus 2026 13:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Usai Keluhan Lapangan Padel, Pemkot Bandung Siapkan Aturan Jam Operasional Tempat Usaha
  • Farhan Ingatkan Pengusaha: Jangan Cuma Legal, Harus Bangun Hubungan Baik dengan Warga
  • Indonesia vs Vietnam Piala AFF 2026: Herdman Akui The Golden Star Jadi Ujian Terberat Garuda
  • Ditutup Sejak Awal 2026, Alun-alun Bandung Kembali Sambut Warga Jelang 17 Agustus
  • Alih Fungsi Futsal Jadi Padel Wajib Ubah Izin, Pemkot Bandung: Standar Bangunannya Berbeda
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Mariano Peralta Batal Debut di Persib vs Persija, Igor Tolic Ungkap Kondisi Sebenarnya
  • Perizinan Padel Disorot Usai Kasus Penebangan Pohon, Pemkot Bandung Tegaskan Denda Rp10 Juta dan 100 Pohon Pengganti
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ledakan di SMAN 72 Jakarta dari Bom Rakitan, Diduga Dibawa Siswa yang Sering Dibully

By Aga GustianaJumat, 7 November 2025 18:58 WIB3 Mins Read
Peristiwa ledakan menggegerkan SMAN 72 Kelapa Gading. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana tenang di SMAN 72 Jakarta mendadak berubah mencekam pada Jumat (7/11/2025) siang. Sebuah ledakan terjadi di masjid sekolah tak lama setelah khutbah Jumat berakhir. Insiden itu membuat sejumlah siswa terluka dan menyebabkan kepanikan di lingkungan sekolah.

Salah seorang siswa kelas XI, Sela, menuturkan bahwa bahan peledak yang ditemukan di lokasi diduga merupakan bom rakitan atau bom molotov yang dibawa oleh salah satu siswa di sekolah tersebut. Ia menduga pelaku merupakan siswa yang selama ini kerap menjadi korban perundungan.

“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak,” kata Sela di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Menurut Sela, ledakan pertama terdengar sesaat setelah khutbah Jumat selesai dan jamaah bersiap untuk melaksanakan iqomah. Suara ledakan yang keras mengejutkan semua orang yang berada di dalam masjid.

“Saya di selasar masjid dan tidak terkena. Baju saya kotor karena menolong teman,” ujarnya.

Sela menuturkan bahwa jamaah shalat Jumat di masjid sekolah tersebut terdiri dari siswa, guru, serta beberapa staf sekolah. Ia juga mengatakan tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.

“Kami tadi ikut kegiatan Adiwiyata di pagi hari,” katanya.

Ia menambahkan, sejak pagi suasana sekolah berjalan normal tanpa ada perilaku aneh dari siapa pun. Ledakan yang terjadi tiba-tiba membuat semua siswa panik dan berusaha menyelamatkan diri.

Guru: Ledakan Terjadi Tiba-Tiba

Salah satu guru SMAN 72 Jakarta, Toto, membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi di tengah jamaah Jumat. Ia berada di belakang imam ketika suara ledakan keras menggema dari arah belakang masjid.

“Semua bubar dan sejumlah siswa terluka,” ujar Toto singkat.

Guru dan siswa yang selamat segera mengevakuasi korban yang mengalami luka ringan ke UKS dan fasilitas kesehatan terdekat. Beberapa di antaranya mengalami luka bakar akibat percikan api dari bahan peledak.

Situasi Sekolah dan Dugaan Awal

Hingga sore hari, aparat kepolisian sudah memasang garis polisi di area masjid sekolah. Petugas penjinak bom (Jibom) juga terlihat melakukan penyisiran dan mengamankan sisa bahan peledak yang tidak sempat meledak.

Sumber internal menyebutkan, ditemukan tiga jenis bom rakitan, namun hanya dua di antaranya yang meledak. Dugaan sementara, bom tersebut dirakit secara sederhana menggunakan bahan mudah terbakar.

Sela kembali menegaskan bahwa pelaku diduga merupakan siswa yang sering menjadi korban ejekan teman-temannya. Ia mengatakan, selama ini siswa tersebut dikenal pendiam dan jarang bergaul.

“Dia sering duduk sendirian dan jarang bicara. Kadang diejek juga, tapi kami tidak menyangka akan seperti ini,” tutur Sela.

Pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi mengenai identitas pelaku maupun korban. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk para guru dan siswa yang berada di lokasi saat kejadian.

Kegiatan Pagi Berjalan Normal

Sebelum ledakan, sekolah diketahui sedang mengadakan kegiatan Adiwiyata, sebuah program pendidikan lingkungan hidup. Seluruh siswa mengikuti kegiatan tersebut sejak pagi dan tidak ada kejadian yang menimbulkan kecurigaan.

“Tidak ada tanda-tanda apa pun. Semua berjalan baik-baik saja,” ujar Sela lagi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai motif maupun kondisi pelaku. Namun dugaan sementara, insiden ini berkaitan dengan aksi frustrasi akibat perundungan (bullying) yang dialami oleh pelaku di lingkungan sekolah.

Keterangan Awal dari Kepolisian

Kepolisian masih menelusuri kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. Tim Gegana Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Timur melakukan investigasi mendalam, termasuk meneliti bahan yang digunakan dalam bom molotov tersebut.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta untuk sementara dihentikan sampai situasi dinyatakan aman

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bom molotov bom rakitan bullying sekolah ledakan masjid siswa dirundung SMAN 72 Jakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Usai Keluhan Lapangan Padel, Pemkot Bandung Siapkan Aturan Jam Operasional Tempat Usaha

Farhan Ingatkan Pengusaha: Jangan Cuma Legal, Harus Bangun Hubungan Baik dengan Warga

Ditutup Sejak Awal 2026, Alun-alun Bandung Kembali Sambut Warga Jelang 17 Agustus

Alih Fungsi Futsal Jadi Padel Wajib Ubah Izin, Pemkot Bandung: Standar Bangunannya Berbeda

Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional

Perizinan Padel Disorot Usai Kasus Penebangan Pohon, Pemkot Bandung Tegaskan Denda Rp10 Juta dan 100 Pohon Pengganti

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.