Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Main! Persib Bangkit Usai Dipermalukan Persija, Igor Tolic Ungkap Rahasia Mental Maung Bandung

Rabu, 23 September 2026 14:25 WIB

Jelang HJKB ke-216, Mahasiswa Tagih Progres Pemkot Bandung Tangani Sampah hingga Kemacetan

Rabu, 23 September 2026 14:03 WIB

Bikin Merinding! Bocah 6 Tahun Asal Cirebon Tundukkan Rider 8 Negara di Kejuaraan Dunia

Rabu, 23 September 2026 13:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Main! Persib Bangkit Usai Dipermalukan Persija, Igor Tolic Ungkap Rahasia Mental Maung Bandung
  • Jelang HJKB ke-216, Mahasiswa Tagih Progres Pemkot Bandung Tangani Sampah hingga Kemacetan
  • Bikin Merinding! Bocah 6 Tahun Asal Cirebon Tundukkan Rider 8 Negara di Kejuaraan Dunia
  • Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun di 21 Cabor, Esports Mulai Buru Medali
  • Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung
  • 10 Pasangan Nikah Gratis di MPP Bandung, Dapat KTP, KK hingga Voucher Hotel
  • Sumber Air Menyusut Drastis hingga Ratusan Lahan Terbakar, Bupati Bandung Keluarkan Instruksi Darurat Hadapi Kemarau
  • Ngeri! Bentrokan Berdarah Diduga Ormas di Sukalarang Sukabumi, Polisi Turun Tangan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ledakan di SMAN 72 Jakarta dari Bom Rakitan, Diduga Dibawa Siswa yang Sering Dibully

By Aga GustianaJumat, 7 November 2025 18:58 WIB3 Mins Read
Peristiwa ledakan menggegerkan SMAN 72 Kelapa Gading. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana tenang di SMAN 72 Jakarta mendadak berubah mencekam pada Jumat (7/11/2025) siang. Sebuah ledakan terjadi di masjid sekolah tak lama setelah khutbah Jumat berakhir. Insiden itu membuat sejumlah siswa terluka dan menyebabkan kepanikan di lingkungan sekolah.

Salah seorang siswa kelas XI, Sela, menuturkan bahwa bahan peledak yang ditemukan di lokasi diduga merupakan bom rakitan atau bom molotov yang dibawa oleh salah satu siswa di sekolah tersebut. Ia menduga pelaku merupakan siswa yang selama ini kerap menjadi korban perundungan.

“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak,” kata Sela di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Menurut Sela, ledakan pertama terdengar sesaat setelah khutbah Jumat selesai dan jamaah bersiap untuk melaksanakan iqomah. Suara ledakan yang keras mengejutkan semua orang yang berada di dalam masjid.

“Saya di selasar masjid dan tidak terkena. Baju saya kotor karena menolong teman,” ujarnya.

Sela menuturkan bahwa jamaah shalat Jumat di masjid sekolah tersebut terdiri dari siswa, guru, serta beberapa staf sekolah. Ia juga mengatakan tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.

“Kami tadi ikut kegiatan Adiwiyata di pagi hari,” katanya.

Ia menambahkan, sejak pagi suasana sekolah berjalan normal tanpa ada perilaku aneh dari siapa pun. Ledakan yang terjadi tiba-tiba membuat semua siswa panik dan berusaha menyelamatkan diri.

Guru: Ledakan Terjadi Tiba-Tiba

Salah satu guru SMAN 72 Jakarta, Toto, membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi di tengah jamaah Jumat. Ia berada di belakang imam ketika suara ledakan keras menggema dari arah belakang masjid.

“Semua bubar dan sejumlah siswa terluka,” ujar Toto singkat.

Guru dan siswa yang selamat segera mengevakuasi korban yang mengalami luka ringan ke UKS dan fasilitas kesehatan terdekat. Beberapa di antaranya mengalami luka bakar akibat percikan api dari bahan peledak.

Situasi Sekolah dan Dugaan Awal

Hingga sore hari, aparat kepolisian sudah memasang garis polisi di area masjid sekolah. Petugas penjinak bom (Jibom) juga terlihat melakukan penyisiran dan mengamankan sisa bahan peledak yang tidak sempat meledak.

Sumber internal menyebutkan, ditemukan tiga jenis bom rakitan, namun hanya dua di antaranya yang meledak. Dugaan sementara, bom tersebut dirakit secara sederhana menggunakan bahan mudah terbakar.

Sela kembali menegaskan bahwa pelaku diduga merupakan siswa yang sering menjadi korban ejekan teman-temannya. Ia mengatakan, selama ini siswa tersebut dikenal pendiam dan jarang bergaul.

“Dia sering duduk sendirian dan jarang bicara. Kadang diejek juga, tapi kami tidak menyangka akan seperti ini,” tutur Sela.

Pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi mengenai identitas pelaku maupun korban. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk para guru dan siswa yang berada di lokasi saat kejadian.

Kegiatan Pagi Berjalan Normal

Sebelum ledakan, sekolah diketahui sedang mengadakan kegiatan Adiwiyata, sebuah program pendidikan lingkungan hidup. Seluruh siswa mengikuti kegiatan tersebut sejak pagi dan tidak ada kejadian yang menimbulkan kecurigaan.

“Tidak ada tanda-tanda apa pun. Semua berjalan baik-baik saja,” ujar Sela lagi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai motif maupun kondisi pelaku. Namun dugaan sementara, insiden ini berkaitan dengan aksi frustrasi akibat perundungan (bullying) yang dialami oleh pelaku di lingkungan sekolah.

Keterangan Awal dari Kepolisian

Kepolisian masih menelusuri kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. Tim Gegana Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Timur melakukan investigasi mendalam, termasuk meneliti bahan yang digunakan dalam bom molotov tersebut.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta untuk sementara dihentikan sampai situasi dinyatakan aman

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jelang HJKB ke-216, Mahasiswa Tagih Progres Pemkot Bandung Tangani Sampah hingga Kemacetan

Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung

10 Pasangan Nikah Gratis di MPP Bandung, Dapat KTP, KK hingga Voucher Hotel

Sumber Air Menyusut Drastis hingga Ratusan Lahan Terbakar, Bupati Bandung Keluarkan Instruksi Darurat Hadapi Kemarau

Ngeri! Bentrokan Berdarah Diduga Ormas di Sukalarang Sukabumi, Polisi Turun Tangan

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.