Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Saat Finfluencer dan AI Jadi Guru Keuangan, Masih Perlukah Belajar Manajemen?

Kamis, 24 September 2026 10:25 WIB

Anjlok Lagi! Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp25.000, Cek Daftar Lengkapnya

Kamis, 24 September 2026 10:19 WIB

Kejutan Last Minute, Persib Bandung Rekrut Bintang Brasil Caxambu?

Kamis, 24 September 2026 09:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Saat Finfluencer dan AI Jadi Guru Keuangan, Masih Perlukah Belajar Manajemen?
  • Anjlok Lagi! Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp25.000, Cek Daftar Lengkapnya
  • Kejutan Last Minute, Persib Bandung Rekrut Bintang Brasil Caxambu?
  • Akhirnya Terbongkar! Inilah Sosok Dirtek Java United Arogan yang Berani Usir Shin Tae-yong, Pantes Suka Berulah
  • Panduan Lengkap Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026: Jenis Bantuan, Skema, dan Cara Cek NIK
  • Kuliner Pagi di Bandung, 4 Tempat Sarapan Ini Bikin Susah Move On
  • Garudayaksa FC Datangkan 2 Talenta Muda Indonesia, Ada Eks Timnas U17!
  • September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, Begini Cara Cek Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 24 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lembang Terancam: Di Balik Wisata Sejuk, Lingkungannya Terus Rusak

By Aga GustianaSenin, 2 Juni 2025 12:00 WIB3 Mins Read
Gunung Putri Lembang
Gunung Putri Lembang. (Instagram/@hens4m)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lembang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata andalan di Kabupaten Bandung Barat (KBB), dengan udara sejuk dan lanskap pegunungan yang memanjakan mata. Namun di balik pesona itu, tersimpan krisis lingkungan yang makin mencemaskan.

Data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat menunjukkan bahwa kondisi alam di Kawasan Bandung Utara (KBU), termasuk Lembang, mengalami kerusakan signifikan. Dari total 40.000 hektare lahan di kawasan ini, sekitar 70 persen atau 28.000 hektare dinyatakan rusak.

“Alih fungsi lahan di KBU ini sangat masif. Bahkan banyak terjadi di kawasan lindung dan resapan air. Ini pelanggaran tata ruang dan berdampak pada keselamatan masyarakat,” ujar Wahyudin Iwang, Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, saat diwawancarai Senin (2/6/2025).

Dampak Nyata: Banjir dan Longsor Tak Terhindarkan

Kerusakan lingkungan ini bukan sekadar catatan statistik. Dampaknya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada pertengahan Mei 2025, bencana hidrometeorologi melanda. Sedikitnya 13 desa di Lembang terdampak banjir dan tanah longsor.

Baca Juga:  4 Rumah Makan Sunda di Lembang, Cocok Buat Botram Bareng Keluarga

“Lembang itu dulunya daerah resapan. Sekarang malah jadi langganan banjir karena vegetasi di hulu sudah rusak. Air yang dulu terserap kini jadi limpasan yang merusak,” jelas Wahyudin.

Menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber, sekitar 63 persen wilayah Bandung Barat masuk dalam zona KBU, mencakup daerah seperti Cikalongwetan, Parongpong, Cisarua, hingga Lembang. Sepanjang 10 tahun terakhir, alih fungsi lahan diperkirakan mencapai 200 hektare.

Pemerintah Dinilai Melegalkan Perusakan Lingkungan

Walhi menuding kerusakan lingkungan ini tak lepas dari campur tangan pemerintah daerah dan provinsi. Penerbitan izin usaha di kawasan lindung dianggap sebagai bentuk pembiaran terhadap pelanggaran tata ruang.

Baca Juga:  Rekomendasi 9 Tempat Wisata Bandung Paling Favorit, dari Alam Sejuk hingga Spot Instagramable

“Pemerintah seolah-olah melegalkan perusakan lingkungan. Ini kesalahan fatal,” tegas Wahyudin.

Di sisi lain, pembangunan komersial terus menggeliat. Di kawasan Cikole, misalnya, wisata kuliner dan akomodasi tumbuh bak jamur di musim hujan. Dari kafe-kafe estetik hingga vila eksklusif—semuanya tampak berlomba memanfaatkan daya tarik Lembang.

Namun di balik geliat ekonomi tersebut, risiko lingkungan semakin menggunung. Tidak hanya karena banjir dan longsor, tetapi juga karena potensi gempa dari Sesar Lembang yang membentang dari Kabupaten Bandung hingga Padalarang.

“Sebagian besar bangunan berdiri di atas zona sesar aktif. Ini sangat berbahaya,” ujar Wahyudin memperingatkan.

Respons Lambat, Reaksi Setelah Bencana

Ketika bencana terjadi, barulah perhatian pemerintah muncul. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, akhirnya turun langsung ke lapangan pasca-bencana tanah longsor yang melanda Desa Wangunsari hingga Cikahuripan.

Baca Juga:  Kunjungan Wisata ke Lembang Menurun, Pemkab Bandung Barat Siapkan Strategi Promosi Digital

“Tentunya nanti kita cek izin pembangunan, akan diperketat. Apalagi ini masuk wilayah KBU. Kita akan kaji semuanya,” kata Jeje saat ditemui di Lembang, Sabtu (24/5/2025).

Meskipun pernyataan itu menunjukkan komitmen awal, masyarakat dan pengamat lingkungan berharap tindakan konkret segera dilakukan, bukan sekadar reaksi sesaat setiap kali bencana datang.

Daya Tarik Wisata vs Kelestarian Alam

Kini Lembang berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, geliat pariwisata menjadi sumber pendapatan daerah dan penggerak ekonomi lokal. Di sisi lain, pembangunan yang tidak terkendali telah mengorbankan ekosistem dan menempatkan ribuan warga dalam ancaman bencana.

Jika tidak ada upaya serius untuk memperbaiki tata kelola ruang dan pengawasan lingkungan, maka ancaman di Lembang bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan keniscayaan yang hanya menunggu waktu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Jeje Ritchie Ismail Lembang Sesar Lembang Walhi Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, Begini Cara Cek Penerima

Borong Penghargaan! bank bjb Sabet Kategori Inovasi Ekonomi dan UMKM di Ajang Radar Banten Awards 2026

Demo Jakarta

Demo Besar 24 September Digelar, Ini Ruas Jakarta yang Perlu Diwaspadai

345 Kilometer! Jasad ABK Kapal Jurnalis Ditemukan Jauh dari Lokasi Terakhir Terdeteksi

Turis Belanda Tewas di Hotel Grand Preanger Bandung, Polisi Ungkap Kondisi Jasad Korban

Viral Plang Larangan Merokok Ancaman Denda Rp50 Juta di Pantai Pangandaran

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.