Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ogah Cari Istri Baru! Demian Aditya Blak-blakan Tak Kepikiran Nikah Lagi Usai Cerai dari Sara Wijayanto

Minggu, 8 November 2026 14:11 WIB

Jelang Persib vs Java United, Igor Tolic Minta Bobotoh Utamakan Keselamatan

Minggu, 8 November 2026 13:31 WIB

Kabar Duka! Bobotoh Meninggal saat Menuju Laga Persib di Semarang

Minggu, 8 November 2026 13:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ogah Cari Istri Baru! Demian Aditya Blak-blakan Tak Kepikiran Nikah Lagi Usai Cerai dari Sara Wijayanto
  • Jelang Persib vs Java United, Igor Tolic Minta Bobotoh Utamakan Keselamatan
  • Kabar Duka! Bobotoh Meninggal saat Menuju Laga Persib di Semarang
  • Lelah Bukan Alasan! Marc Klok Minta Persib Habis-habisan di Jatidiri
  • Apes! Veda Ega Pratama Kedelapan di Kualifikasi, tapi Terlempar ke Start ke-14
  • Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung
  • Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan
  • 10 Laga dalam 30 Hari! Igor Tolic Ungkap Kondisi Persib Jelang Lawan Java United
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 8 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lembang Terancam: Di Balik Wisata Sejuk, Lingkungannya Terus Rusak

By Aga GustianaSenin, 2 Juni 2025 12:00 WIB3 Mins Read
Gunung Putri Lembang
Gunung Putri Lembang. (Instagram/@hens4m)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lembang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata andalan di Kabupaten Bandung Barat (KBB), dengan udara sejuk dan lanskap pegunungan yang memanjakan mata. Namun di balik pesona itu, tersimpan krisis lingkungan yang makin mencemaskan.

Data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat menunjukkan bahwa kondisi alam di Kawasan Bandung Utara (KBU), termasuk Lembang, mengalami kerusakan signifikan. Dari total 40.000 hektare lahan di kawasan ini, sekitar 70 persen atau 28.000 hektare dinyatakan rusak.

“Alih fungsi lahan di KBU ini sangat masif. Bahkan banyak terjadi di kawasan lindung dan resapan air. Ini pelanggaran tata ruang dan berdampak pada keselamatan masyarakat,” ujar Wahyudin Iwang, Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, saat diwawancarai Senin (2/6/2025).

Dampak Nyata: Banjir dan Longsor Tak Terhindarkan

Kerusakan lingkungan ini bukan sekadar catatan statistik. Dampaknya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada pertengahan Mei 2025, bencana hidrometeorologi melanda. Sedikitnya 13 desa di Lembang terdampak banjir dan tanah longsor.

Baca Juga:  Gempa Sesar Lembang Berpotensi Lebih Parah dari Tsunami Aceh, Bandung Harus Siap?

“Lembang itu dulunya daerah resapan. Sekarang malah jadi langganan banjir karena vegetasi di hulu sudah rusak. Air yang dulu terserap kini jadi limpasan yang merusak,” jelas Wahyudin.

Menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber, sekitar 63 persen wilayah Bandung Barat masuk dalam zona KBU, mencakup daerah seperti Cikalongwetan, Parongpong, Cisarua, hingga Lembang. Sepanjang 10 tahun terakhir, alih fungsi lahan diperkirakan mencapai 200 hektare.

Pemerintah Dinilai Melegalkan Perusakan Lingkungan

Walhi menuding kerusakan lingkungan ini tak lepas dari campur tangan pemerintah daerah dan provinsi. Penerbitan izin usaha di kawasan lindung dianggap sebagai bentuk pembiaran terhadap pelanggaran tata ruang.

Baca Juga:  11 Tempat Wisata Bandung 2025 yang Paling Hits dan Wajib Masuk Bucket List Liburanmu

“Pemerintah seolah-olah melegalkan perusakan lingkungan. Ini kesalahan fatal,” tegas Wahyudin.

Di sisi lain, pembangunan komersial terus menggeliat. Di kawasan Cikole, misalnya, wisata kuliner dan akomodasi tumbuh bak jamur di musim hujan. Dari kafe-kafe estetik hingga vila eksklusif—semuanya tampak berlomba memanfaatkan daya tarik Lembang.

Namun di balik geliat ekonomi tersebut, risiko lingkungan semakin menggunung. Tidak hanya karena banjir dan longsor, tetapi juga karena potensi gempa dari Sesar Lembang yang membentang dari Kabupaten Bandung hingga Padalarang.

“Sebagian besar bangunan berdiri di atas zona sesar aktif. Ini sangat berbahaya,” ujar Wahyudin memperingatkan.

Respons Lambat, Reaksi Setelah Bencana

Ketika bencana terjadi, barulah perhatian pemerintah muncul. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, akhirnya turun langsung ke lapangan pasca-bencana tanah longsor yang melanda Desa Wangunsari hingga Cikahuripan.

Baca Juga:  Potensi Gempa Sesar Lembang 6,5-7 Magnitudo, BMKG Ungkap Wilayah yang Terdampak Signifikan

“Tentunya nanti kita cek izin pembangunan, akan diperketat. Apalagi ini masuk wilayah KBU. Kita akan kaji semuanya,” kata Jeje saat ditemui di Lembang, Sabtu (24/5/2025).

Meskipun pernyataan itu menunjukkan komitmen awal, masyarakat dan pengamat lingkungan berharap tindakan konkret segera dilakukan, bukan sekadar reaksi sesaat setiap kali bencana datang.

Daya Tarik Wisata vs Kelestarian Alam

Kini Lembang berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, geliat pariwisata menjadi sumber pendapatan daerah dan penggerak ekonomi lokal. Di sisi lain, pembangunan yang tidak terkendali telah mengorbankan ekosistem dan menempatkan ribuan warga dalam ancaman bencana.

Jika tidak ada upaya serius untuk memperbaiki tata kelola ruang dan pengawasan lingkungan, maka ancaman di Lembang bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan keniscayaan yang hanya menunggu waktu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Jeje Ritchie Ismail Lembang Sesar Lembang Walhi Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kabar Duka! Bobotoh Meninggal saat Menuju Laga Persib di Semarang

Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung

Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan

Ilustrasi video syur

Heboh 7 Versi Video Mesum Karyawati Pabrik di Jombang, Mantan Kekasih Diringkus Polisi!

Geger Balita 2 Tahun di Garut Diculik Mobil Avanza Putih, Polisi Buru Pelaku

Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.