Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?

Selasa, 20 Oktober 2026 10:00 WIB

Persib Mengancam di Posisi 5 Besar! Ini Kalkulasi Peluang Maung Bandung Geser Macan Kemayoran

Selasa, 20 Oktober 2026 09:42 WIB

Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga

Selasa, 20 Oktober 2026 09:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?
  • Persib Mengancam di Posisi 5 Besar! Ini Kalkulasi Peluang Maung Bandung Geser Macan Kemayoran
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak
  • Bukan Cuma Dijemur, Ini Metode Paling Ampuh Membasmi Kutu Busuk dan Telurnya Sampai Tuntas
  • Berburu Sarapan di Bandung? Ini 5 Tempat Lontong Kari yang Bisa Dicoba
  • Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?
  • 5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Macan Tutul Jawa Diserang! Kamera Trap Rekam Kejahatan Pemburu Liar di Sanggabuana

By Aga GustianaSelasa, 20 Januari 2026 19:25 WIB3 Mins Read
Macan tutul tertangkap kamera trap di Pegunungan Sanggabuana. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di heningnya Pegunungan Sanggabuana, kamera jebak yang dipasang Sanggabuana Wildlife Ranger bersama anggota TNI AD merekam kehidupan liar yang seharusnya bebas dari gangguan manusia. Seekor macan tutul Jawa, predator puncak yang menandai kesehatan hutan, tampak berjalan pelan dan waspada di antara pepohonan tinggi. Namun di balik rekaman itu, terselip bayangan kelam: pemburu ilegal yang menembus kedamaian hutan dengan senjata laras panjang, anjing buruan, dan niat membunuh.

Sebelumnya, Pegunungan Sanggabuana sempat menjadi sorotan karena tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa merekam 19 individu macan tutul, termasuk fenomena unik seekor induk macan kumbang yang membawa dua anaknya dengan pola bulu berbeda—satu melanistik dan satu bercorak tutul.

Bernard T. Wahyu Wiryanta, peneliti dan fotografer satwa liar yang memimpin tim, menyebut, “Setiap macan tutul Jawa mempunyai pola tutul yang unik, berbeda tiap individu, sama seperti sidik jari manusia. Kamera jebak merekam 19 individu ini, 14 macan tutul dan 5 macan kumbang, termasuk induk yang membawa dua anaknya.”

Kebahagiaan dan keindahan alam itu kini ternoda. Rekaman terbaru mengungkap adegan yang membuat jantung tercekat: segerombolan pemburu liar muncul di hutan dengan senjata dan anjing pemburu, menyusuri jalan setapak yang sama yang biasa dilalui macan tutul.

Kamera menyorot gerakan mereka di siang dan malam hari, menembus kabut dan bayangan pepohonan. Bahkan terlihat bekas upaya perusakan kamera trap—tanda bahwa mereka sadar ada yang mengintai.

Yang paling memilukan adalah dampak langsung terhadap macan tutul. Seekor individu terlihat pincang, kaki kiri depannya terluka parah, tubuhnya kurus karena tak mampu berburu. Luka itu bukan hanya fisik—tapi simbol penderitaan akibat kejahatan manusia. Setiap langkahnya yang pelan, setiap napasnya yang berat, adalah bukti bahwa predator puncak itu kini menjadi korban kejahatan terorganisir yang mengintai hutan.

Kasus ini menegaskan dugaan perburuan liar yang terorganisir di Sanggabuana. Identitas pelaku belum terekam, namun rekaman jelas menunjukkan mereka bersenjata lengkap dan membawa anjing. Aktivitas semacam ini adalah ancaman nyata bagi ekosistem yang telah terbentuk selama ratusan tahun, mengancam bukan hanya macan tutul, tapi seluruh rantai kehidupan di hutan.

Netizen pun merespons dengan gelombang empati dan kemarahan. “Cepat sembuh dan cepat sehat kembali seperti sediakala ya macan tutul,” tulis seorang pengguna media sosial. Lainnya menuntut tindakan tegas: “Sing enggal ka tangkep pelakuna.” Sementara yang lain menyuarakan kemarahan umum: “Kenapa di Indonesia banyak banget orang jahat sama binatang.”

Gunung Sanggabuana sendiri adalah kawasan yang masih terawat, dengan pepohonan tinggi termasuk pohon kemenyan liar. Di puncaknya terdapat makam peziarah dan panorama yang memungkinkan pengunjung memandang kota Karawang hingga bendungan Jatiluhur.

Hutan ini adalah rumah bagi 432 jenis satwa liar, termasuk owa, monyet elang, dan macan tutul sebagai predator puncak. Keindahan dan keanekaragaman ini kini terancam oleh tangan manusia yang datang dengan niat merusak.

Tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa yang sebelumnya merekam 19 individu melibatkan anggota Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad), dilepas langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Maruli menekankan, keterlibatan TNI AD bukan sekadar kegiatan militer, tetapi bagian dari upaya pelestarian ekosistem. “Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keanekaragaman hayati demi kelangsungan hidup generasi mendatang. TNI AD akan terus mendukung kegiatan pelestarian hutan lindung seperti ini,” tegas KSAD.

Kini, Pegunungan Sanggabuana menjadi saksi ganda: keindahan alam yang berhasil terekam kamera jebak, dan ancaman nyata dari pemburu liar yang menembus kedamaian hutan.

Macan tutul Jawa, simbol kekuatan dan keseimbangan hutan, terpaksa berjuang melawan rasa sakit fisik dan ancaman manusia. Setiap totol bulu, setiap jejak kaki di tanah, setiap bisikan angin di pepohonan adalah pengingat bahwa alam membutuhkan perlindungan—dan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk memastikan keajaiban Pegunungan Sanggabuana tetap hidup bagi generasi yang akan datang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga

Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak

Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?

Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara

Demo Jakarta

Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi

Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.