Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Kasus Penyekapan di Bandung, Polisi Sebut Pelaku Terus Berpindah Lokasi

Kamis, 18 Juni 2026 22:00 WIB

Dedi Mulyadi Siapkan Nobar Piala Dunia di Jabar, Yakin Argentina Jadi Magnet Penonton

Kamis, 18 Juni 2026 21:50 WIB

Aksi Mahasiswa di Bandung Memanas, Polisi Lakukan Penindakan Tegas

Kamis, 18 Juni 2026 21:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Kasus Penyekapan di Bandung, Polisi Sebut Pelaku Terus Berpindah Lokasi
  • Dedi Mulyadi Siapkan Nobar Piala Dunia di Jabar, Yakin Argentina Jadi Magnet Penonton
  • Aksi Mahasiswa di Bandung Memanas, Polisi Lakukan Penindakan Tegas
  • Link Live Streaming & Jadwal Piala Dunia Jumat 19 Juni 2026: Korsel Siap Hadapi Teror Tuan Rumah Meksiko
  • Ini Alasan Kemendagri Minta Kepala Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026
  • Kaosnya Oblong, Penyamarannya Blong: Gara-gara Salah Outfit? Intel di UMY Terciduk Instan!
  • Maung Bandung Bergerak Diam-Diam, Ini Daftar Calon Pemain Anyar Persib
  • Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Menanti Vonis FIFA: Nasib Malaysia di Ujung Tanduk, FAM Bakal Banding ke CAS?

By Aga GustianaKamis, 30 Oktober 2025 14:33 WIB4 Mins Read
Kantor FAM Malaysia.
Kantor FAM Malaysia. (Foto: Dok FAM)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menjelang akhir Oktober 2025, dunia sepak bola Malaysia menahan napas. FIFA dijadwalkan mengumumkan keputusan final pada Kamis, 30 Oktober 2025, terkait banding yang diajukan Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) atas sanksi berat dalam kasus naturalisasi pemain ilegal.

Kasus ini menjadi badai terburuk dalam sejarah sepak bola Negeri Jiran. Sebelumnya, FIFA menjatuhkan denda lebih dari Rp7,2 miliar dan skorsing 12 bulan bagi tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang terbukti menggunakan dokumen palsu untuk tampil di Kualifikasi Piala Asia 2027.

Tujuh pemain tersebut adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Mereka kini dilarang tampil di seluruh kompetisi resmi di bawah naungan FIFA.

Baca Juga: Bocoran dari Internal FIFA: Timnas Malaysia Terancam Hukuman Berat Akibat Skandal Naturalisasi Pemain

Titik Balik Sepak Bola Malaysia

Keputusan FIFA ini menjadi ujian besar bagi FAM. Meski sudah mengajukan banding, harapan untuk keringanan hukuman disebut sangat tipis.

Penasihat tim nasional, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, sempat menyuarakan optimisme agar FIFA mau meninjau ulang hukuman tersebut. Namun para pengamat sepak bola di Malaysia berpandangan sebaliknya.

Baca Juga:  Sempat Tertahan di Malaysia, TKI Asal Majalaya Ini Akhirnya Kembali ke Keluarga

“FAM harus siap menerima konsekuensinya. Ini kesalahan kami sendiri, tidak seharusnya mencoba membenarkan atau memperpanjang kasus ini,” ujar komentator olahraga Malaysia, Datuk Pekan Ramli, dikutip soha.vn.

Menurutnya, memperpanjang polemik hanya akan memperburuk citra sepak bola Malaysia. Ia menekankan, yang kini dibutuhkan bukan lagi perlawanan, tetapi reformasi menyeluruh untuk memulihkan kepercayaan publik.

“Memperpanjang perselisihan ini hanya akan memperparah kerusakan. Yang perlu dilakukan adalah memperbaiki sistem dan mengembalikan kepercayaan,” tegas Ramli.

Baca Juga: Tunku Ismail: FIFA Hampir Mustahil Cabut Sanksi FAM Malaysia, Hanya Bisa Dikurangi

Ancaman Hukuman Tambahan

Jika FIFA menolak banding FAM, bukan hanya pemain yang terkena imbas. Federasi Malaysia berpotensi kehilangan hak tampil di turnamen internasional, bahkan menghadapi hukuman tambahan.

Keputusan ini bisa mengguncang posisi Timnas Malaysia di ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia 2027.

Menurut sejumlah sumber, FIFA tengah menimbang langkah tegas jika terbukti ada pelanggaran administratif atau manipulasi dokumen secara sistematis. Artinya, semua hasil pertandingan Malaysia yang melibatkan pemain naturalisasi bisa dibatalkan, termasuk kemenangan atas Nepal dan Vietnam.

Konsekuensinya jelas: Malaysia bisa kehilangan seluruh poin di babak kualifikasi — sebuah pukulan telak bagi ambisi mereka untuk menembus level Asia yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Skandal Naturaliasi Malaysia: 7 Pemain Timnas Terjerat Sanksi FIFA

Peluang Banding ke CAS: Tipis Tapi Masih Ada

Jika keputusan FIFA pada 30 Oktober 2025 tidak berpihak pada Malaysia, FAM masih memiliki satu jalur terakhir, yakni mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss — lembaga tertinggi dalam penyelesaian sengketa olahraga dunia.

Namun para pakar hukum olahraga menilai peluang kemenangan sangat kecil, kecuali FAM mampu menunjukkan bukti baru yang spesifik dan kredibel bahwa proses verifikasi kewarganegaraan para pemain tidak dilakukan dengan kecurangan.

“Banding ke CAS mungkin bisa dilakukan, tetapi tanpa bukti baru yang kuat, hasilnya tidak akan berubah,” ujar salah satu ahli hukum olahraga dari Kuala Lumpur.

Jika banding berlanjut ke CAS, prosesnya bisa memakan waktu hingga Maret 2026, memperpanjang ketidakpastian masa depan Timnas Malaysia.

Baca Juga: Kasus Naturalisasi Malaysia Memanas, TMJ Khawatir FAM Dihukum Lebih Berat oleh FIFA

Reputasi Dipertaruhkan

Kasus ini telah menimbulkan tekanan besar bagi FAM dan pemerintah Malaysia. Opini publik menilai, skandal ini adalah pelajaran keras bahwa kesuksesan instan dengan cara pintas bisa berakhir bencana.

“Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi soal moral dan integritas sepak bola nasional,” tulis New Straits Times dalam editorialnya.

Baca Juga:  Malaysia Negara Pertama yang Izinkan Warganya Zakat Pakai Kripto

FAM kini juga menghadapi tekanan dari sponsor dan mitra komersial yang mulai mempertimbangkan untuk meninjau kembali kerja sama mereka. Jika FIFA memperberat sanksi, dampaknya akan terasa pada keuangan, reputasi, dan kepercayaan publik jangka panjang.

Babak Baru Sepak Bola Malaysia

Apa pun hasil keputusan FIFA nanti, satu hal pasti: Malaysia sedang berada di persimpangan sejarah sepak bolanya.

Jika hukuman dikuatkan, mereka bukan hanya kehilangan peluang lolos turnamen besar, tapi juga menghadapi masa pemulihan panjang dari krisis kepercayaan.

Namun, bagi sebagian pengamat, vonis FIFA juga bisa menjadi titik balik untuk reformasi total di tubuh FAM — dari sistem naturalisasi, transparansi administrasi, hingga tata kelola federasi.

“Ini saatnya Malaysia membuktikan bahwa mereka bisa belajar dari krisis, bukan sekadar mencari jalan keluar,” kata Ramli menutup komentarnya.

Kini, semua mata tertuju ke markas besar FIFA di Zurich, tempat keputusan final akan diumumkan.

Apakah FAM akan mendapat keringanan atau justru menghadapi hukuman lebih berat?
Jawabannya akan menentukan arah masa depan sepak bola Malaysia

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

CAS FAM FIFA Malaysia Piala Asia 2027 Sanksi FIFA Skandal Naturalisasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Link Live Streaming & Jadwal Piala Dunia Jumat 19 Juni 2026: Korsel Siap Hadapi Teror Tuan Rumah Meksiko

Ronaldo Main Full 90 Menit Tanpa Gol, Portugal Kehilangan Dua Poin

Merinding! Timnas Jerman Diteror Ular Berbisa, Terpaksa Selalu ‘Nunduk’ saat Latihan

Prediksi Kanada vs Qatar: Tuan Rumah Siap Mengamuk, Qatar Terancam Pulang Tanpa Poin!

Ronaldo Pecahkan Rekor Dunia, Portugal Malah Gagal Menang di Piala Dunia 2026!

Kena Mental! Oknum Penghina Beckham Putra Akhirnya Minta Maaf, Ngaku Gak Bisa Tidur Nyenyak

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.