bukamata.id – Menelisik kata welas asih menjadi pembuka dari kisah perubahan nama besar di dunia pelayanan kesehatan Jawa Barat. RSUD Al Ihsan kini resmi mengusung nama baru: RSUD Welas Asih. Bukan sekadar pergantian nama, namun ada filosofi dan nilai kemanusiaan yang dalam di balik keputusan ini.
Perubahan nama ini bukan hanya soal identitas visual. Ini adalah wujud penegasan ulang terhadap misi sosial dan spiritual rumah sakit dalam memberikan layanan yang penuh kasih, peduli, dan manusiawi.
Makna di Balik Kata Welas Asih
Secara bahasa, kata “welas asih” berasal dari bahasa Jawa dan Sunda. “Welas” berarti kasih, sedangkan “asih” berarti cinta atau kepedulian. Jika digabungkan, maknanya merujuk pada sikap belas kasih, empati, dan perhatian terhadap sesama.
Dalam konteks rumah sakit, makna ini menjadi sangat relevan. Pelayanan kesehatan seharusnya tidak hanya berorientasi pada prosedur medis, tapi juga pada aspek kemanusiaan. Inilah nilai yang ingin ditonjolkan RSUD Welas Asih.
Pemilihan nama tersebut mencerminkan harapan bahwa setiap pasien akan diperlakukan dengan cinta, kepedulian, dan empati, sejalan dengan semangat pelayanan publik yang lebih humanis.
Kenapa Mengganti Nama Menjadi RSUD Welas Asih?
Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengganti nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan yang berlokasi di Kabupaten Bandung menjadi RSUD Welas Asih. Perubahan nama ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperbarui identitas rumah sakit milik Pemprov Jabar yang berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Nama baru tersebut, menurut Dedi, dipilih karena dianggap lebih merepresentasikan budaya lokal masyarakat Sunda yang dikenal penuh kasih sayang.
“Karena orang Sunda welas asih, kan lebih dekat dengan kalimat-kalimat yang lebih bisa dipahami oleh masyarakat. Lalu memori, Al Ihsan kan ada memori panjang enggak usah disebutkan memori panjangnya. Sehingga memori itu kita coba dibangun dengan brand baru,” jelas Dedi Mulyadi dikutip Sabtu (5/7/2025).
Menelisik Kata Welas Asih dalam Konteks Budaya dan Agama
Menelisik kata welas asih juga membawa kita pada pemahaman lintas budaya dan agama. Dalam ajaran agama, welas asih identik dengan nilai kasih sayang yang universal.
Dalam Islam, konsep ini sangat erat dengan sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim dari Allah SWT. Dalam Kristen, welas asih identik dengan cinta kasih Yesus kepada umat manusia. Bahkan dalam ajaran Buddha dan Hindu, welas asih merupakan kunci utama menuju pencerahan.
Dengan mengangkat kata ini sebagai nama rumah sakit, RSUD Welas Asih tidak hanya membawa nilai lokal, tetapi juga menegaskan prinsip universal tentang cinta kasih terhadap sesama manusia.
Targetkan Layanan Setara RS Hasan Sadikin
Tak hanya mengubah nama, Pemprov Jabar juga berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSUD Welas Asih. Dedi menyampaikan bahwa dalam waktu dua tahun ke depan, fasilitas dan layanan medis rumah sakit ini ditargetkan bisa setara dengan RS Hasan Sadikin Bandung.
“Dalam waktu dua tahun. Saya sudah bicara dengan Menkes agar layanan di Al Ihsan bisa setara dengan Hasan Sadikin,” kata Dedi.
Dedi juga menjelaskan bahwa perubahan nama hanya berlaku untuk RSUD Al Ihsan. Rumah sakit daerah lainnya tetap menggunakan nama sesuai lokasi, seperti RSUD Pelabuhan Ratu atau RSUD Garut Selatan, yang dinilai sudah mencerminkan identitas geografis masing-masing.
Kesimpulan: Menelisik Kata Welas Asih sebagai Filosofi Pelayanan
Menelisik kata welas asih bukan hanya soal bahasa, tetapi juga soal nilai, budaya, dan arah pelayanan. RSUD Welas Asih membawa pesan bahwa pelayanan kesehatan harus berlandaskan cinta kasih dan empati.
Perubahan nama ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan baru dalam membangun sistem kesehatan yang lebih manusiawi dan bermartabat.
Dengan semangat baru, RSUD Welas Asih diharapkan bisa menjadi contoh rumah sakit publik yang tidak hanya unggul secara medis, tapi juga menyentuh hati setiap pasien yang datang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










