Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota

Senin, 28 September 2026 09:00 WIB

Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain

Senin, 28 September 2026 08:23 WIB

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!

Senin, 28 September 2026 07:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota
  • Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain
  • Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!
  • Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam
  • Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan
  • Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mengenal Gedong Cai Tjibadak, Sumber Air Bersejarah dan Oase Alam di Bandung

By SusanaRabu, 21 Mei 2025 04:00 WIB2 Mins Read
Gedong Cai Tjibadak. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejak tahun 1921, Gedong Cai Tjibadak telah menjadi salah satu sumber utama air bersih bagi warga Kota Bandung.

Berlokasi di Kelurahan Ledeng, kawasan ini menyimpan nilai sejarah dan lingkungan yang sangat penting.

Tak jauh dari kawasan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Jalan Setiabudi, Gedong Cai berada di tengah permukiman warga dan mudah diakses.

Meski tersembunyi dari jalan utama, tempat ini menyimpan kisah panjang yang layak dikenang.

Menurut berbagai catatan sejarah, Gedong Cai Tjibadak dibangun pada masa kepemimpinan Wali Kota pertama Bandung, Bertus Coops.

Baca Juga:  Kemenkes Gelar Serangkaian Acara Kesehatan di Bandung, Ada Mini Museum hingga Sarasehan

Pembangunan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menjadikan Bandung sebagai calon ibu kota Hindia Belanda sekaligus untuk menanggulangi wabah kolera yang melanda saat itu.

Nama “Tjibadak” diyakini berasal dari istilah Sunda “cai badag” yang berarti air besar. Ada pula yang meyakini bahwa nama tersebut merujuk pada keberadaan badak di kawasan tersebut pada masa lalu.

Di masa jayanya, Gedong Cai Tjibadak mampu mengalirkan air hingga 50 liter per detik. Sayangnya, seiring waktu dan perubahan lingkungan, debit air mengalami penurunan drastis hingga hanya 18 liter per detik pada era 2010-an.

Baca Juga:  Kini Masih Sepi, Lonjakan Pemudik di Terminal Cicaheum Bandung Diprediksi 6-7 April

Namun, upaya pemulihan tak berhenti. Pemerintah bersama komunitas dan warga lokal aktif melakukan konservasi lingkungan. Perlahan, hasilnya mulai terlihat debit air kini mulai meningkat dan menyentuh angka 22 liter per detik.

Tak hanya menjadi sumber air bersih, Gedong Cai Tjibadak kini juga dikenal sebagai destinasi wisata edukatif di Kota Bandung.

Sejak pandemi melanda, banyak warga yang mencari alternatif wisata alam terbuka, dan Gedong Cai menjadi pilihan menarik.

Baca Juga:  Pakai 10 Armada Bus, Ratusan Peserta Mudik di Kota Bandung Diberangkatkan

Pengelolaan kawasan ini turut melibatkan komunitas lokal, salah satunya Komunitas Cinta Alam Indonesia (CAI). Mereka aktif mengadakan berbagai kegiatan lingkungan dan edukasi sejarah di lokasi ini. Bahkan, para pengunjung kerap diajak menjelajah ke sungai-sungai kecil yang mengalir di sekitar sumber air.

Bagi warga Bandung dan sekitarnya yang ingin mengenal lebih dekat sejarah kota sekaligus menikmati udara segar, Gedong Cai Tjibadak adalah pilihan yang patut dipertimbangkan. Wisata sambil belajar sejarah? Mengapa tidak!

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam

Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan

Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar

Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,61 Juta

Bansos

Jadwal & Cara Cair Bansos PKH-BPNT Tahap IV 2026: Simak Syarat dan Dokumen yang Wajib Dibawa!

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.