bukamata.id – Sejak tahun 1921, Gedong Cai Tjibadak telah menjadi salah satu sumber utama air bersih bagi warga Kota Bandung.
Berlokasi di Kelurahan Ledeng, kawasan ini menyimpan nilai sejarah dan lingkungan yang sangat penting.
Tak jauh dari kawasan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Jalan Setiabudi, Gedong Cai berada di tengah permukiman warga dan mudah diakses.
Meski tersembunyi dari jalan utama, tempat ini menyimpan kisah panjang yang layak dikenang.
Menurut berbagai catatan sejarah, Gedong Cai Tjibadak dibangun pada masa kepemimpinan Wali Kota pertama Bandung, Bertus Coops.
Pembangunan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menjadikan Bandung sebagai calon ibu kota Hindia Belanda sekaligus untuk menanggulangi wabah kolera yang melanda saat itu.
Nama “Tjibadak” diyakini berasal dari istilah Sunda “cai badag” yang berarti air besar. Ada pula yang meyakini bahwa nama tersebut merujuk pada keberadaan badak di kawasan tersebut pada masa lalu.
Di masa jayanya, Gedong Cai Tjibadak mampu mengalirkan air hingga 50 liter per detik. Sayangnya, seiring waktu dan perubahan lingkungan, debit air mengalami penurunan drastis hingga hanya 18 liter per detik pada era 2010-an.
Namun, upaya pemulihan tak berhenti. Pemerintah bersama komunitas dan warga lokal aktif melakukan konservasi lingkungan. Perlahan, hasilnya mulai terlihat debit air kini mulai meningkat dan menyentuh angka 22 liter per detik.
Tak hanya menjadi sumber air bersih, Gedong Cai Tjibadak kini juga dikenal sebagai destinasi wisata edukatif di Kota Bandung.
Sejak pandemi melanda, banyak warga yang mencari alternatif wisata alam terbuka, dan Gedong Cai menjadi pilihan menarik.
Pengelolaan kawasan ini turut melibatkan komunitas lokal, salah satunya Komunitas Cinta Alam Indonesia (CAI). Mereka aktif mengadakan berbagai kegiatan lingkungan dan edukasi sejarah di lokasi ini. Bahkan, para pengunjung kerap diajak menjelajah ke sungai-sungai kecil yang mengalir di sekitar sumber air.
Bagi warga Bandung dan sekitarnya yang ingin mengenal lebih dekat sejarah kota sekaligus menikmati udara segar, Gedong Cai Tjibadak adalah pilihan yang patut dipertimbangkan. Wisata sambil belajar sejarah? Mengapa tidak!
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










