Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 01:00 WIB

Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan

Sabtu, 10 Oktober 2026 21:02 WIB

Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
  • Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nekat! Ibu Hamil Selundupkan Sabu ke Lapas Banceuy Bandung, Disembunyikan di Balik Bra

By SusanaMinggu, 4 Januari 2026 14:55 WIB2 Mins Read
peredaran narkoba
Narkoba. Foto ilustrasi: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Upaya penyelundupan narkoba kembali digagalkan petugas Lapas Kelas IIA Banceuy, Kota Bandung. Seorang ibu hamil berinisial DP nekat membawa narkoba jenis sabu dan obat keras ke dalam lapas saat hendak membesuk warga binaan, Sabtu (3/1/2026).

DP menyembunyikan barang terlarang tersebut di balik bra yang dikenakannya. Aksi ini terungkap berkat kejelian petugas lapas saat melakukan pemeriksaan manual terhadap pengunjung.

Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy, Eris Ramdani, menjelaskan bahwa DP datang untuk mengunjungi seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) berinisial MS, narapidana kasus pencurian yang sedang menjalani hukuman tiga tahun penjara.

“Karena yang bersangkutan dalam kondisi hamil, tidak dilakukan pemeriksaan menggunakan X-ray maupun body scanner. Namun, petugas tetap melakukan pemeriksaan secara manual sesuai prosedur,” ujar Eris.

Baca Juga:  Tragis! Perempuan di Bandung Tewas Ditikam Mantan Kakak Ipar, Diduga Karena Dendam Lama

Saat pemeriksaan berlangsung, petugas menemukan kejanggalan di area tubuh DP. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ditemukan delapan paket sabu dan 20 butir obat keras yang disembunyikan di sekitar payudara.

“Petugas menemukan bungkusan mencurigakan di sekitar payudara. Dengan begitu, upaya penyelundupan yang dilakukan DP berhasil kami gagalkan,” tegas Eris.

Baca Juga:  Dua Kakak di Bandung Tega Bunuh Adik Sendiri, Ini Pemicu Utamanya

Usai penemuan tersebut, DP langsung diamankan oleh petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan keterangan awal, DP mengaku hanya diminta mengantarkan barang tersebut oleh seseorang dari luar lapas.

“Menurut pengakuan sementara, ada pihak lain yang menitipkan barang itu dan menyuruh DP untuk bertemu dengan MS di dalam lapas,” jelas Eris.

Tak hanya DP, pihak lapas juga akan memeriksa WBP berinisial MS guna mendalami dugaan keterlibatannya dalam kasus penyelundupan narkoba tersebut. Lapas Banceuy pun berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung untuk penanganan hukum lebih lanjut.

Baca Juga:  Geger di Bandung! Benda Diduga Bom Ditemukan di ITC Baranangsiang

“Kasus ini akan kami limpahkan ke Polrestabes Bandung. Yang pasti, untuk MS tidak akan ada remisi. Kami akan periksa lebih lanjut keterlibatannya,” kata Eris.

Sebagai langkah pencegahan, pihak Lapas Banceuy menegaskan akan memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung tanpa pengecualian.

“Pemeriksaan akan kami perketat sejak pintu depan. Semua barang masuk harus melalui P2U, baik pengunjung, petugas, maupun warga binaan di kamar hunian,” pungkas Eris.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.