Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Berpacu dengan Waktu! Igor Tolic Pusing, 2 Pemain Cedera Jelang Kontra Manila Digger

Senin, 24 Agustus 2026 14:19 WIB

Natanael Wiraatmaja, Ilmuwan Masa Depan Indonesia yang Menembus Orlando dan NASA

Senin, 24 Agustus 2026 14:13 WIB

Mencekam! Bocah 9 Tahun Diserang Pitbull di Kompleks Bandung, Kepala dan Telinga Luka Serius

Senin, 24 Agustus 2026 13:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Berpacu dengan Waktu! Igor Tolic Pusing, 2 Pemain Cedera Jelang Kontra Manila Digger
  • Natanael Wiraatmaja, Ilmuwan Masa Depan Indonesia yang Menembus Orlando dan NASA
  • Mencekam! Bocah 9 Tahun Diserang Pitbull di Kompleks Bandung, Kepala dan Telinga Luka Serius
  • Cek Bansos Rp600 Ribu BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, NIK KTP Jadi Kuncinya
  • Mengenal Pembagian Desil 1 sampai 10: Syarat Penerima PKH, Sembako, hingga PBI JKN Terbaru
  • Gempuran Bantuan Udara: Enam Pesawat TNI AU Diterbangkan Tembus Wilayah Bencana NTT dan Kalimantan
  • Ramon Tanque Tak Takut Lawan Manila Digger, Tapi Ada Satu Hal yang Bikin Penyerang Persib Kecewa
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nekat! Ibu Hamil Selundupkan Sabu ke Lapas Banceuy Bandung, Disembunyikan di Balik Bra

By SusanaMinggu, 4 Januari 2026 14:55 WIB2 Mins Read
peredaran narkoba
Narkoba. Foto ilustrasi: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Upaya penyelundupan narkoba kembali digagalkan petugas Lapas Kelas IIA Banceuy, Kota Bandung. Seorang ibu hamil berinisial DP nekat membawa narkoba jenis sabu dan obat keras ke dalam lapas saat hendak membesuk warga binaan, Sabtu (3/1/2026).

DP menyembunyikan barang terlarang tersebut di balik bra yang dikenakannya. Aksi ini terungkap berkat kejelian petugas lapas saat melakukan pemeriksaan manual terhadap pengunjung.

Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy, Eris Ramdani, menjelaskan bahwa DP datang untuk mengunjungi seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) berinisial MS, narapidana kasus pencurian yang sedang menjalani hukuman tiga tahun penjara.

“Karena yang bersangkutan dalam kondisi hamil, tidak dilakukan pemeriksaan menggunakan X-ray maupun body scanner. Namun, petugas tetap melakukan pemeriksaan secara manual sesuai prosedur,” ujar Eris.

Baca Juga:  Oknum Pengurus Tempat Ibadah di Bandung Cabuli Bocah 8 Tahun, Terungkap dari CCTV

Saat pemeriksaan berlangsung, petugas menemukan kejanggalan di area tubuh DP. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ditemukan delapan paket sabu dan 20 butir obat keras yang disembunyikan di sekitar payudara.

“Petugas menemukan bungkusan mencurigakan di sekitar payudara. Dengan begitu, upaya penyelundupan yang dilakukan DP berhasil kami gagalkan,” tegas Eris.

Baca Juga:  Terungkap! Pelaku Kerusuhan Diduga Konsumsi Psikotropika sebelum Anarkis

Usai penemuan tersebut, DP langsung diamankan oleh petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan keterangan awal, DP mengaku hanya diminta mengantarkan barang tersebut oleh seseorang dari luar lapas.

“Menurut pengakuan sementara, ada pihak lain yang menitipkan barang itu dan menyuruh DP untuk bertemu dengan MS di dalam lapas,” jelas Eris.

Tak hanya DP, pihak lapas juga akan memeriksa WBP berinisial MS guna mendalami dugaan keterlibatannya dalam kasus penyelundupan narkoba tersebut. Lapas Banceuy pun berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung untuk penanganan hukum lebih lanjut.

Baca Juga:  Sebar Pesan Diduga Fitnah, Pengurus Gereja di Bandung Dijerat UU ITE

“Kasus ini akan kami limpahkan ke Polrestabes Bandung. Yang pasti, untuk MS tidak akan ada remisi. Kami akan periksa lebih lanjut keterlibatannya,” kata Eris.

Sebagai langkah pencegahan, pihak Lapas Banceuy menegaskan akan memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung tanpa pengecualian.

“Pemeriksaan akan kami perketat sejak pintu depan. Semua barang masuk harus melalui P2U, baik pengunjung, petugas, maupun warga binaan di kamar hunian,” pungkas Eris.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mencekam! Bocah 9 Tahun Diserang Pitbull di Kompleks Bandung, Kepala dan Telinga Luka Serius

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cek Bansos Rp600 Ribu BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, NIK KTP Jadi Kuncinya

Gempuran Bantuan Udara: Enam Pesawat TNI AU Diterbangkan Tembus Wilayah Bencana NTT dan Kalimantan

Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung

Aturan Tak Melarang Tapi Calon Kadet Dipaksa Lepas Hijab? Teka-Teki Polemik Seragam di Unhan

Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.