bukamata.id – Rencana relokasi sementara siswa SDN 026 Bojongloa mendapat dukungan dari salah satu orang tua siswa. Relokasi dinilai menjadi solusi untuk mengakhiri persoalan kondisi bangunan sekolah yang telah berlangsung cukup lama.
Hal tersebut disampaikan Devid Setiadi (33), orang tua siswa kelas 2 SDN 026 Bojongloa, saat ditemui di SDN 026 Bojongloa, Rabu (26/8/2026).
Devid mengatakan dirinya mendukung rencana relokasi, terutama jika siswa SDN 026 untuk sementara diarahkan belajar di SDN 148 Cibaduyut. Menurutnya, kondisi bangunan sekolah yang sudah lama serta persoalan yang berlarut-larut membuat proses belajar siswa turut terdampak.
“Kalau saya sih paling benar. Pertama, ini bangunan-bangunan lama. Kedua, masalahnya terlalu berlarut-larut, jadi siswa yang sekolah di sini malah terganggu. Sekarang ada solusi, saya paling setuju kalau direlokasi,” ujar Devid.
Menurut Devid, persoalan terkait kondisi sekolah tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak dirinya masih bersekolah di tingkat SD. Namun, persoalan tersebut kemudian semakin mencuat sekitar 2018 atau 2019.
Ia menilai relokasi dapat menjadi jalan keluar sembari menunggu pembangunan gedung sekolah yang baru.
“Biar tidak ada masalah lagi dan dibangun baru,” katanya.
Tak Ingin Siswa Terpencar
Devid menyebut dirinya mendapat informasi bahwa pembangunan gedung sekolah diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Selama proses tersebut, siswa SDN 026 disebut akan diarahkan ke sejumlah sekolah lain.
Namun, ia mengaku keberatan apabila siswa harus tersebar ke berbagai sekolah karena jaraknya dinilai cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
“Katanya kurang lebih pembangunannya sekitar satu tahun. Sebagian siswa mau dialihkan ke SD-SD yang lain, ada yang ke SD Maja, ada juga ke SD daerah sini,” ungkapnya.
Sebagai warga sekitar, Devid menilai pemindahan siswa ke sekolah yang lokasinya cukup jauh akan menyulitkan orang tua maupun anak.
“Kalau bagi saya kan orang sini, jadi agak jauh kalau dipindahkan ke tempat lain,” ujarnya.
Ia memperkirakan sejumlah sekolah alternatif yang berada di kawasan Pasirkoja berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi SDN 026 Bojongloa.
“Kurang lebih daerah Pasirkoja dua kilometer. Jadi lumayan, ditambah kepencar-pencar ke sekolah lain. Kalau relokasi ke SDN 148, itu yang paling bagus,” katanya.
Berharap Bisa Tetap Satu Lokasi
Karena itu, Devid berharap pemerintah dan Dinas Pendidikan dapat mengupayakan agar seluruh siswa SDN 026 tetap berada dalam satu lokasi selama proses pembangunan sekolah baru berlangsung.
Menurutnya, SDN 148 Cibaduyut menjadi pilihan yang lebih ideal dibandingkan siswa harus berpindah-pindah ke sejumlah sekolah.
“Ya mau bagaimana lagi, tidak apa-apa. Cuma kita paling berharap dari pemerintah atau pihak dinas bisa melobi, selama pembangunan tetap di sana (SDN 148). Itu lebih bagus daripada dipindah-pindah, digeser-geser ke sekolah yang lain,” pungkasnya.
Devid menilai relokasi sementara ke SDN 148 Cibaduyut dapat menjadi solusi yang lebih terarah. Selain memudahkan siswa dan orang tua, opsi tersebut juga dinilai dapat menjaga proses pembelajaran tetap berjalan selama pembangunan gedung SDN 026 Bojongloa dilakukan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










