Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Rabu, 28 Oktober 2026 16:47 WIB

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Rabu, 28 Oktober 2026 16:27 WIB

Persib vs Melbourne Victory Malam Ini Tayang di Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming

Rabu, 28 Oktober 2026 15:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Persib vs Melbourne Victory Malam Ini Tayang di Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming
  • Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM
  • Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil
  • Prediksi Line Up Persib vs Melbourne Victory Malam Ini, Thom Haye dan Klok Kawal Lini Tengah
  • Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama
  • Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pasca Gempa, Ratusan Pasien di RSUD Sumedang Masih Berada di Tenda Darurat

By SusanaSenin, 1 Januari 2024 15:03 WIB2 Mins Read
Situasi pasien RSUD Sumedang yang di evakuasi ke tenda darurat.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasca gempa ratusan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang masih ditempatkan di tenda darurat, Senin (1/1/2024).

Kurang lebih 10 tenda darurat didirikan di kawasan rumah sakit, Jalan Palasari. Tenda darurat di halaman depan diisi oleh 108 pasien. Sedangkan tenda di halaman belakang, berisi 45 orang pasien.

Pemerintah masih melakukan pemeriksaan kondisi gedung rumah sakit pasca rentetan gempa pada Minggu (31/12/2023).

Para pasien belum bisa kembali ke gedung rumah sakit karena proses pemeriksaan kelaikan pasca gempa masih belum rampung.

Baca Juga:  Pagandaran Diguncang Gempa, Ketua Tagana: Aman Terkendali

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin meninjau ke lokasi terdampak. Kebijakan memindahkan pasien ke tenda darurat adalah upaya memastikan keselamatan.

“Yang utama adalah keselamatan dan ketenangan pasien. Jadi dipindahkan dulu ke tempat yang aman, memang masih ada pasien di dalam tapi itu berada di bangunan yang aman,” ujar Bey.

Baca Juga:  Mentan Puji Pompaniasi Sumedang Terbaik dari Semua yang Pernah Dikunjunginya

Bey pun menyampaikan belasungkawa terkait musibah yang menimpa Kabupaten Sumedang pada Minggu (31/12/2023) kemarin.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah kami menyampaikan rasa duka dan prihatin atas terjadinya gempa ini. Tadi malam kami langsung koordinasi baik dengan Pemkab Sumedang, BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan BMKG,” ia melanjutkan.

Setelah meninjau kondisi di RSUD Sumedang, Bey melanjutkan peninjauan di kawasan permukimam warga yang terdampak gempa cukup parah, tepatnya di Perum Babakan Hurip Kelurahan Kotakaler Kecamatan Sumedang Utara.

Baca Juga:  Amanda Apresiasi Promosi Bersama Produk Perkayuan Sumedang

Bey memastikan kondisi warga aman dan terpenuhi segala kebutuhan logistikanya dengan  menyerahkan bantuan secara simbolis berupa dana kebencanaan, makanan dan obat-obatan kepada Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman.

“Kami akan terus memantau dan berharap masyarakat mematuhi petunjuk petugas di lapangan,” ujar Bey.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

gempa pasien Sumedang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.