Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Petualangan Orang Utan Didi: Cara Cerdas Hack Pagar Listrik Pakai Kayu Buat Kabur, Pulang-pulang Dicueki Istri

Kamis, 20 Agustus 2026 08:13 WIB

HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan

Kamis, 20 Agustus 2026 06:48 WIB

Daftar Kode Redeem FF Terbaru 20 Agustus 2026, Segera Klaim Hadiahnya!

Kamis, 20 Agustus 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Petualangan Orang Utan Didi: Cara Cerdas Hack Pagar Listrik Pakai Kayu Buat Kabur, Pulang-pulang Dicueki Istri
  • HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan
  • Daftar Kode Redeem FF Terbaru 20 Agustus 2026, Segera Klaim Hadiahnya!
  • Klaim Saldo DANA Gratis 20 Agustus 2026: Link DANA Kaget dan Cara Cairkan hingga Ratusan Ribu Rupiah Hari Ini
  • Kumpulan Kode Redeem FF 20 Agustus 2026 Terbaru: Klaim Skin & Diamond Gratis Hari Ini
  • Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa? Cek Kalender Hijriah 1448 H dan Daftar Tanggal Merahnya
  • Tikung PSG di Detik Akhir, Aston Villa Resmi Amankan Tanda Tangan Zion Suzuki
  • Skandal Pancatera: Jual Narasi Kritis, Tapi ‘Pesta’ di Istana? Netizen Merasa Dikhianati!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 20 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemprov Jabar Jadi Pelopor Penerapan Deep Learning di Sekolah, Siap Wujudkan Pendidikan Bermakna

By SusanaSelasa, 7 Januari 2025 20:40 WIB2 Mins Read
Sekda Jabar, Herman Suryatman. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menjadi pelopor dalam penerapan pendekatan belajar Deep Learning di sekolah-sekolah, dengan tujuan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa penerapan pendekatan ini merupakan langkah transisi sambil menunggu hasil kajian terkait Kurikulum Merdeka.

Sejauh ini, implementasi Deep Learning di Jabar, yang mencakup semua jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA, hingga lembaga di bawah Kementerian Agama, berjalan dengan lancar.

“Kami sudah relatif memahami kondisi di lapangan, dan Jawa Barat berkomitmen menjadi yang terdepan dalam implementasi Deep Learning di seluruh jenjang pendidikan,” ungkap Herman Suryatman setelah melakukan monitoring implementasi Deep Learning di SMA Negeri Situraja, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Senin (6/1/2025).

Pada kesempatan tersebut, Herman melihat bahwa para siswa telah memahami tiga pilar utama dalam pendekatan Deep Learning, yaitu mindful learning (pembelajaran dengan kesadaran penuh), meaningful learning (pembelajaran yang bermakna), dan joyful learning (pembelajaran yang menyenangkan).

“Saya melihat langsung di hari pertama sekolah setelah libur semester, dan mereka sudah mulai memahami konsep Deep Learning ini,” jelasnya.

Pemprov Jabar, menurut Herman, akan terus memantau penerapan Deep Learning di semua sekolah. Tidak hanya siswa, pemahaman tentang pendekatan ini juga akan diberikan kepada kepala sekolah dan guru-guru di seluruh wilayah Jabar.

“Tentu, nantinya program ini juga akan diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Jabar, karena semua pihak harus terlibat. Kami akan edukasikan agar semua kepala sekolah dan guru dapat memahami dan mempraktikkan Deep Learning ini dengan baik,” tambah Herman.

Sebagai bentuk keseriusan Pemprov Jabar terhadap dunia pendidikan, Herman menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, yang dapat tercapai melalui pendidikan yang maju dan berkualitas.

“Ini adalah bukti nyata bahwa Pemda Provinsi Jabar sangat peduli terhadap dunia pendidikan. Pendidikan yang maju adalah modal utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Selain meninjau SMA Negeri Situraja, Herman juga didampingi Plh Kadisdik Jabar untuk mengunjungi SMP Negeri 1 Situraja dan SD Negeri Situraja dalam rangka memastikan penerapan Deep Learning berjalan dengan baik di semua jenjang pendidikan.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah mengkaji kembali Kurikulum Merdeka dan belum memutuskan apakah akan melanjutkan atau menghentikan implementasinya.

Herman juga menegaskan bahwa Deep Learning bukanlah kurikulum baru, melainkan sebuah model pendekatan belajar yang dirancang untuk memperdalam pemahaman siswa dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

belajar Deep Learning Herman Suryatman Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan

Skandal Pancatera: Jual Narasi Kritis, Tapi ‘Pesta’ di Istana? Netizen Merasa Dikhianati!

Polemik Siswa SMP Nambal Lapangan: Antara Dugaan Eksploitasi & Budaya Gotong Royong!

gempa

Ribuan Gempa Susulan Masih Guncang Flores, Korban Jiwa Tembus 70 Orang

Dedi Mulyadi Beberkan PR Jabar di Usia 81 Tahun, dari Lapangan Kerja hingga Lingkungan

ilustrasi gempa

Bandung Kembali Digoyang Gempa Pagi Ini, BMKG Ungkap Pemicunya

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.