Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Rabu, 4 November 2026 20:21 WIB

Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne

Rabu, 4 November 2026 19:42 WIB

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Rabu, 4 November 2026 19:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
  • Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne
  • Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
  • Persib Menang Lagi di ACL 2! Ini Hitung-hitungan Poin Koefisien Liga Indonesia Terbaru di Ranking AFC
  • Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli
  • Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions
  • Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemprov Jabar Setop Bantuan Sekolah Swasta, Pemerataan Pendidikan Terancam

By Aga GustianaRabu, 28 Januari 2026 14:15 WIB3 Mins Read
Ilustrasi siswa. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencoret bantuan bagi sekolah-sekolah swasta pada tahun anggaran 2026 memicu kegelisahan di sektor pendidikan. Kebijakan ini dinilai berpotensi memperlebar ketimpangan akses pendidikan, terutama bagi siswa dari keluarga menengah ke bawah yang selama ini bergantung pada sekolah swasta.

Informasi tersebut mencuat usai rapat antara Dinas Pendidikan Jawa Barat dan Komisi V DPRD Jabar. Anggota DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah, secara terbuka mengungkapkan hasil pertemuan tersebut dan menyampaikan keprihatinannya atas keputusan yang diambil pemerintah daerah.

“Saya barusan selesai rapat dengan mitra Komisi 5, Dinas Pendidikan Jawa Barat. Langsung saja saya memberitahukan sedikit ketidaknyamanan, terkhusus untuk yang ada di sekolah swasta,” ujar Maulana dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, dikutip Rabu (28/1/2026).

Ia menyebut, dalam rapat tersebut Disdik Jabar menyampaikan bahwa alokasi bantuan Pemprov Jawa Barat untuk sekolah swasta pada 2026 ditiadakan sepenuhnya.

Baca Juga:  Dana Hibah Rp1 Trilun Siap Dikucurkan Hadapi Pilgub Jabar 2024

“Bahwa bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada sekolah-sekolah swasta tahun 2026 pada akhirnya dengan berat hati saya sampaikan itu nol rupiah,” jelasnya.

Padahal sebelumnya, Pemprov Jabar memiliki skema Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) yang menjadi penopang operasional banyak sekolah swasta. Skema tersebut bahkan sempat dijanjikan akan dialihkan ke bentuk beasiswa personal maupun bantuan operasional sekolah.

Namun rencana tersebut tak kunjung terealisasi. Erwin menegaskan bahwa fakta di lapangan justru menunjukkan nihilnya bantuan bagi sekolah swasta pada 2026.

“Faktanya, sekali lagi 2026, bantuan Pemprov Jabar untuk sekolah swasta itu nol rupiah,” katanya.

Alasan pencabutan bantuan disebut beragam, mulai dari pengurangan anggaran transfer pusat hingga adanya kewajiban pembayaran tunggakan pemerintah daerah. Meski demikian, Erwin menilai alasan tersebut tidak seharusnya dijadikan pembenaran untuk memangkas sektor pendidikan.

Baca Juga:  Penataan Gedung Sate Picu Kebingungan: Pemprov Jabar Dinilai Labil Soal Penutupan Jalan Diponegoro

“Dengan berbagai alasan sebetulnya, bahwa alasan pemprov mencabut bantuan kepada sekolah swasta itu karena berkurangnya anggaran dari pusat, atau sekalipun karena ada tunggakan,” jelasnya.

Ia menegaskan, jika memang terdapat tunggakan, penyesuaian anggaran semestinya dilakukan secara proporsional dan tidak berdampak pada sektor yang tidak berkaitan langsung.

“Sebagaimana saya sudah sebutkan, jika ada tunggakan Pemprov maka tolong tunggakan tersebut jangan menggangu hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan tunggakan itu,” kata Maulana.

“Andai kata tunggakan itu karena pekerjaan fisiki, tolong berarti yang dikurangi itu adalah pekerjaan fisik. Tapi pada faktanya, entah seperti apa Pemprov Jabar akhirnya menghapus bantuan kepada sekolah swasta tahun 2026,” lanjutnya.

Lebih jauh, Erwin juga merespons pernyataan bahwa bantuan untuk sekolah swasta kemungkinan akan dimasukkan dalam anggaran perubahan 2026. Menurutnya, janji tersebut masih jauh dari kepastian.

Baca Juga:  Dari Bangunan Terbengkalai Jadi Kantor Modern, Ini Dukungan DPRD Jabar untuk Eks Bakorwil

“Kabar baiknya, katanya akan dianggarkan pada perubahan 2026. Namun kita yang ada di komisi V sangat meragukan itu, karena kita tahu bahwa anggaran perubahan adalah anggaran yang belum pasti. Mudah-mudahan ada arah kebijakan lain untuk membantu memperbaiki pendidikan yang ada di Jawa Barat, termasuk melalui sekolah-sekolah swasta,” pungkasnya.

Kebijakan ini menuai sorotan karena sekolah swasta selama ini menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan Jawa Barat, terutama di wilayah dengan keterbatasan sekolah negeri. Tanpa dukungan anggaran, beban operasional berpotensi dialihkan ke orang tua siswa, yang pada akhirnya dapat mempersempit akses pendidikan berkualitas.

Di tengah narasi pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, keputusan mencoret bantuan bagi sekolah swasta justru menimbulkan pertanyaan besar soal prioritas kebijakan Pemprov Jawa Barat ke depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bantuan Pendidikan kebijakan publik Pemprov Jabar pendidikan Jawa Barat sekolah swasta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.