Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral ‘Cut Salwa’ Ramai Diburu Netizen! Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Siber dan Hukum

Minggu, 14 Juni 2026 02:00 WIB

Buruan Klaim! Kode Redeem FF 14 Juni 2026 Terbaru, Banjir Skin Senjata Eksklusif dan Diamond Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 01:00 WIB

Waspada Bahaya Nirkabel: Soundbar Gaming Ini Bisa Diubah Jadi ‘Keyboard Hantu’ untuk Bobol Komputer Anda

Sabtu, 13 Juni 2026 21:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral ‘Cut Salwa’ Ramai Diburu Netizen! Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Siber dan Hukum
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF 14 Juni 2026 Terbaru, Banjir Skin Senjata Eksklusif dan Diamond Gratis
  • Waspada Bahaya Nirkabel: Soundbar Gaming Ini Bisa Diubah Jadi ‘Keyboard Hantu’ untuk Bobol Komputer Anda
  • Rekomendasi 10 Wisata Lembang Terbaru yang Lagi Hits, Agenda Liburan Seru Anti Ribet!
  • Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Malam 1 Suro dan 1 Muharram yang Jarang Diketahui
  • Jangan Bingung Kalau Ditolak, Ini 7 Hal yang Bikin Pendaftaran Bansos Perlinsos Otomatis Gugur
  • Bukan Cuma Elon Musk, Pekerja Kantin SpaceX Kini Mendadak Jadi Jutawan Berkat Saham
  • Bisa Beli Negara! Sisi Gelap Elon Musk Jadi Triliuner Pertama dalam Sejarah Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemprov Jabar Setop Bantuan Sekolah Swasta, Pemerataan Pendidikan Terancam

By Aga GustianaRabu, 28 Januari 2026 14:15 WIB3 Mins Read
Ilustrasi siswa. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencoret bantuan bagi sekolah-sekolah swasta pada tahun anggaran 2026 memicu kegelisahan di sektor pendidikan. Kebijakan ini dinilai berpotensi memperlebar ketimpangan akses pendidikan, terutama bagi siswa dari keluarga menengah ke bawah yang selama ini bergantung pada sekolah swasta.

Informasi tersebut mencuat usai rapat antara Dinas Pendidikan Jawa Barat dan Komisi V DPRD Jabar. Anggota DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah, secara terbuka mengungkapkan hasil pertemuan tersebut dan menyampaikan keprihatinannya atas keputusan yang diambil pemerintah daerah.

“Saya barusan selesai rapat dengan mitra Komisi 5, Dinas Pendidikan Jawa Barat. Langsung saja saya memberitahukan sedikit ketidaknyamanan, terkhusus untuk yang ada di sekolah swasta,” ujar Maulana dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, dikutip Rabu (28/1/2026).

Ia menyebut, dalam rapat tersebut Disdik Jabar menyampaikan bahwa alokasi bantuan Pemprov Jawa Barat untuk sekolah swasta pada 2026 ditiadakan sepenuhnya.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Tegaskan Aset SMAN 1 Bandung Aman, Siswa Diminta Fokus Belajar

“Bahwa bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada sekolah-sekolah swasta tahun 2026 pada akhirnya dengan berat hati saya sampaikan itu nol rupiah,” jelasnya.

Padahal sebelumnya, Pemprov Jabar memiliki skema Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) yang menjadi penopang operasional banyak sekolah swasta. Skema tersebut bahkan sempat dijanjikan akan dialihkan ke bentuk beasiswa personal maupun bantuan operasional sekolah.

Namun rencana tersebut tak kunjung terealisasi. Erwin menegaskan bahwa fakta di lapangan justru menunjukkan nihilnya bantuan bagi sekolah swasta pada 2026.

“Faktanya, sekali lagi 2026, bantuan Pemprov Jabar untuk sekolah swasta itu nol rupiah,” katanya.

Alasan pencabutan bantuan disebut beragam, mulai dari pengurangan anggaran transfer pusat hingga adanya kewajiban pembayaran tunggakan pemerintah daerah. Meski demikian, Erwin menilai alasan tersebut tidak seharusnya dijadikan pembenaran untuk memangkas sektor pendidikan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Lantik Dua Pejabat Fungsional untuk Dinkes dan Distanhorti

“Dengan berbagai alasan sebetulnya, bahwa alasan pemprov mencabut bantuan kepada sekolah swasta itu karena berkurangnya anggaran dari pusat, atau sekalipun karena ada tunggakan,” jelasnya.

Ia menegaskan, jika memang terdapat tunggakan, penyesuaian anggaran semestinya dilakukan secara proporsional dan tidak berdampak pada sektor yang tidak berkaitan langsung.

“Sebagaimana saya sudah sebutkan, jika ada tunggakan Pemprov maka tolong tunggakan tersebut jangan menggangu hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan tunggakan itu,” kata Maulana.

“Andai kata tunggakan itu karena pekerjaan fisiki, tolong berarti yang dikurangi itu adalah pekerjaan fisik. Tapi pada faktanya, entah seperti apa Pemprov Jabar akhirnya menghapus bantuan kepada sekolah swasta tahun 2026,” lanjutnya.

Lebih jauh, Erwin juga merespons pernyataan bahwa bantuan untuk sekolah swasta kemungkinan akan dimasukkan dalam anggaran perubahan 2026. Menurutnya, janji tersebut masih jauh dari kepastian.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Serius Bangun Iklim Investasi yang Baik di Jabar

“Kabar baiknya, katanya akan dianggarkan pada perubahan 2026. Namun kita yang ada di komisi V sangat meragukan itu, karena kita tahu bahwa anggaran perubahan adalah anggaran yang belum pasti. Mudah-mudahan ada arah kebijakan lain untuk membantu memperbaiki pendidikan yang ada di Jawa Barat, termasuk melalui sekolah-sekolah swasta,” pungkasnya.

Kebijakan ini menuai sorotan karena sekolah swasta selama ini menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan Jawa Barat, terutama di wilayah dengan keterbatasan sekolah negeri. Tanpa dukungan anggaran, beban operasional berpotensi dialihkan ke orang tua siswa, yang pada akhirnya dapat mempersempit akses pendidikan berkualitas.

Di tengah narasi pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, keputusan mencoret bantuan bagi sekolah swasta justru menimbulkan pertanyaan besar soal prioritas kebijakan Pemprov Jawa Barat ke depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anggaran Pendidikan 2026 Bantuan Pendidikan kebijakan publik Pemprov Jabar pendidikan Jawa Barat sekolah swasta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Susul Dadan Cs, Komisaris Emmo Jadi Tersangka Baru Kasus MBG Usai 26 Nama Dibocorkan

Amblesan Jalan Dago Atas Bikin Perjalanan Melambat, Pengguna Jalan Minta Perbaikan Dipercepat

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.