Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!

Minggu, 28 Juni 2026 15:40 WIB

Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka

Minggu, 28 Juni 2026 15:15 WIB

Persib Masih Diblokir FIFA, Nasib Rekrutan Baru di Ujung Tanduk

Minggu, 28 Juni 2026 14:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!
  • Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka
  • Persib Masih Diblokir FIFA, Nasib Rekrutan Baru di Ujung Tanduk
  • Daftar Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap, Ini Jadwal Pertandingannya
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
  • Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung
  • Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!
  • Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pendapatan-Belanja Jabar Merosot hingga Disentil Mendagri, Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Ini

By Aga GustianaKamis, 10 Juli 2025 07:29 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (Demul). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalami kemunduran pada pertengahan tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, Jawa Barat, yang sebelumnya langganan puncak nasional dalam hal realisasi pendapatan dan belanja daerah, kini harus rela turun ke peringkat ketiga.

Sorotan tajam datang dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (7/7/2025), yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemendagri. Tito menyampaikan keprihatinannya terhadap penurunan kinerja fiskal Jawa Barat, yang kini berada di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Dulu Jawa Barat nomor satu, sekarang Kang Dedi Mulyadi (KDM) kalah sama Ngarso Dalem Sri Sultan. Dan Pak Lalu Iqbal dari NTB sekarang di atas Jawa Barat,” ujar Tito, dikutip Rabu (9/7/2025).

Berdasarkan data Kemendagri per Juni 2025, Jawa Barat mencatat realisasi pendapatan sebesar 44,72 persen dan belanja 38,79 persen. Angka tersebut masih tergolong baik secara nasional, namun belum cukup untuk mempertahankan posisi puncak. Sebagai perbandingan, Yogyakarta memimpin dengan pendapatan 57,43 persen dan belanja 41,92 persen. NTB menyusul di posisi kedua dengan pendapatan 46,26 persen dan belanja 38,99 persen.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Hapus Anggaran Perjalanan Dinas Luar Negeri dan Baju Dinas

Menanggapi penurunan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi membeberkan kondisi fiskal Jabar yang terbebani oleh kewajiban masa lalu. Menurutnya, sekitar sepertiga dari total APBD Jabar 2025 yang mencapai Rp31 triliun tidak bisa dialokasikan untuk program baru karena harus digunakan untuk membayar utang dan kewajiban yang belum tuntas.

Baca Juga:  Mie Kocok Bandung hingga Tahu Cibuntu Masuk Warisan Budaya Tak Benda 2025

“Banyak yang tanya, berapa anggaran Jabar tahun ini? Rp31 triliun. Tapi jangan dikira semuanya bisa dipakai. Kami harus bayar dulu utang PEN, BPJS, operasional Kertajati, sampai Masjid Al Jabbar,” ujar Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (10/7/2025).

Tak hanya itu, Dedi juga menyoroti masalah sosial yang belum selesai, termasuk kasus ijazah siswa di sekolah swasta yang masih tertahan karena belum dilunasi. Pemprov Jabar masih menanggung beban Rp1,2 triliun untuk menyelesaikan masalah ini, dengan separuhnya telah dibayarkan melalui program Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU).

Baca Juga:  Pemprov Jabar Puasa Internal Demi Pesta Layanan Publik di Tahun 2026

“Uangnya terbatas, tapi kebutuhan rakyat tetap harus dilayani. Jalan harus bagus, bencana harus ditangani, anak sekolah harus bisa lanjut, santri tetap dapat beasiswa. Itu komitmen saya,” tegas Dedi.

Di tengah tekanan fiskal, Pemprov Jabar terpaksa mengetatkan belanja. Namun Dedi memastikan langkah efisiensi ini tidak akan mengorbankan pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat.

“Mohon doa dari masyarakat. Kami akan terus bekerja meski dengan napas fiskal yang pendek,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Belanja Daerah Dedi Mulyadi jawa barat Kinerja Fiskal Pemprov Jabar pendapatan daerah Tito Karnavian
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.