Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Bisa Capai Rp600.000 untuk Tiga Bulan, Begini Cara Cek Status Penerima

Senin, 12 Oktober 2026 06:00 WIB

Buru Pecel Lele Enak di Bandung? Ini 4 Tempat yang Wajib Masuk Daftar Kuliner

Senin, 12 Oktober 2026 03:00 WIB

5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000

Senin, 12 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • BPNT Bisa Capai Rp600.000 untuk Tiga Bulan, Begini Cara Cek Status Penerima
  • Buru Pecel Lele Enak di Bandung? Ini 4 Tempat yang Wajib Masuk Daftar Kuliner
  • 5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pendapatan-Belanja Jabar Merosot hingga Disentil Mendagri, Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Ini

By Aga GustianaKamis, 10 Juli 2025 07:29 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (Demul). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalami kemunduran pada pertengahan tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, Jawa Barat, yang sebelumnya langganan puncak nasional dalam hal realisasi pendapatan dan belanja daerah, kini harus rela turun ke peringkat ketiga.

Sorotan tajam datang dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (7/7/2025), yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemendagri. Tito menyampaikan keprihatinannya terhadap penurunan kinerja fiskal Jawa Barat, yang kini berada di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Dulu Jawa Barat nomor satu, sekarang Kang Dedi Mulyadi (KDM) kalah sama Ngarso Dalem Sri Sultan. Dan Pak Lalu Iqbal dari NTB sekarang di atas Jawa Barat,” ujar Tito, dikutip Rabu (9/7/2025).

Berdasarkan data Kemendagri per Juni 2025, Jawa Barat mencatat realisasi pendapatan sebesar 44,72 persen dan belanja 38,79 persen. Angka tersebut masih tergolong baik secara nasional, namun belum cukup untuk mempertahankan posisi puncak. Sebagai perbandingan, Yogyakarta memimpin dengan pendapatan 57,43 persen dan belanja 41,92 persen. NTB menyusul di posisi kedua dengan pendapatan 46,26 persen dan belanja 38,99 persen.

Baca Juga:  KDM Pastikan Bantuan Rp9 Juta bagi Pekerja Tambang Parung Panjang Disalurkan Dua Tahap

Menanggapi penurunan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi membeberkan kondisi fiskal Jabar yang terbebani oleh kewajiban masa lalu. Menurutnya, sekitar sepertiga dari total APBD Jabar 2025 yang mencapai Rp31 triliun tidak bisa dialokasikan untuk program baru karena harus digunakan untuk membayar utang dan kewajiban yang belum tuntas.

Baca Juga:  Dana Operasional Rp28 Miliar Disorot, Dedi Mulyadi Tegaskan untuk Kepentingan Rakyat

“Banyak yang tanya, berapa anggaran Jabar tahun ini? Rp31 triliun. Tapi jangan dikira semuanya bisa dipakai. Kami harus bayar dulu utang PEN, BPJS, operasional Kertajati, sampai Masjid Al Jabbar,” ujar Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (10/7/2025).

Tak hanya itu, Dedi juga menyoroti masalah sosial yang belum selesai, termasuk kasus ijazah siswa di sekolah swasta yang masih tertahan karena belum dilunasi. Pemprov Jabar masih menanggung beban Rp1,2 triliun untuk menyelesaikan masalah ini, dengan separuhnya telah dibayarkan melalui program Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU).

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran, Dedi Mulyadi Klaim Hemat 4 Triliun sebelum Menjabat

“Uangnya terbatas, tapi kebutuhan rakyat tetap harus dilayani. Jalan harus bagus, bencana harus ditangani, anak sekolah harus bisa lanjut, santri tetap dapat beasiswa. Itu komitmen saya,” tegas Dedi.

Di tengah tekanan fiskal, Pemprov Jabar terpaksa mengetatkan belanja. Namun Dedi memastikan langkah efisiensi ini tidak akan mengorbankan pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat.

“Mohon doa dari masyarakat. Kami akan terus bekerja meski dengan napas fiskal yang pendek,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Dedi Mulyadi jawa barat Pemprov Jabar Tito Karnavian
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Bisa Capai Rp600.000 untuk Tiga Bulan, Begini Cara Cek Status Penerima

5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.