Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Kebetulan! John Herdman Ungkap Rahasia Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2

Jumat, 2 Oktober 2026 18:04 WIB

Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut

Jumat, 2 Oktober 2026 17:33 WIB
BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 17:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Kebetulan! John Herdman Ungkap Rahasia Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2
  • Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
  • Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat
  • Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan
  • Lempar Bola Panas, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Megaproyek Data Center AI
  • Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam
  • FAM Layangkan Protes Resmi ke FIFA Terkait Lonjakan Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penipuan WO Dama Wangsa Rugikan Puluhan Calon Pengantin hingga Rp2,4 Miliar

By Mulki AlbarJumat, 19 Juni 2026 10:54 WIB2 Mins Read
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan. Foto: Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polda Jawa Barat mengungkap perkembangan penanganan kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh wedding organizer (WO) Dama Wangsa. Hingga saat ini, jumlah korban yang terdata mencapai 49 orang yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, dengan total kerugian sementara mencapai Rp2,4 miliar.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengatakan para korban berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Majalengka, Garut, Bandung, Sumedang, Soreang, dan Cimahi. Data tersebut diperoleh berdasarkan laporan yang telah masuk dan hasil pendataan sementara yang dilakukan penyidik.

“Dari jumlah 49 korban yang sudah direkap, total kerugian sementara mencapai Rp2,4 miliar,” ujar Hendra dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Menurut Hendra, modus yang digunakan pelaku adalah menawarkan berbagai paket pernikahan dengan harga promosi yang menarik. Setelah korban melakukan pembayaran ke rekening yang ditentukan, pihak penyelenggara diduga memutus komunikasi dan tidak lagi dapat dihubungi.

“Mereka menawarkan paket-paket dengan harga promosi, kemudian menerima pembayaran dari korban. Setelah uang diterima, handphone dimatikan dan pelaku tidak bisa ditemukan,” katanya.

Polda Jabar juga mengungkap bahwa salah satu pihak yang diduga terlibat, berinisial Suci, hingga kini belum diketahui keberadaannya. Penyidik masih melakukan pencarian dan tidak menutup kemungkinan menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) apabila yang bersangkutan tetap tidak ditemukan.

Hendra mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih jasa wedding organizer, terutama yang menawarkan harga jauh di bawah standar pasar. Menurutnya, masyarakat perlu melakukan pengecekan lebih mendalam terhadap legalitas dan rekam jejak penyedia jasa sebelum melakukan pembayaran.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan paket yang terlalu murah. Nilainya tetap besar dan kerugian yang dialami korban mencapai puluhan juta rupiah per orang,” ujarnya.

Saat ini penyidik baru memeriksa dua korban beserta sejumlah saksi pendukung. Namun, seluruh korban yang telah terdata akan dipanggil untuk dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan.

Polda Jabar juga membuka ruang pelaporan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban dugaan penipuan WO Dama Wangsa. Polisi memperkirakan jumlah korban maupun nilai kerugian masih berpotensi bertambah seiring berjalannya proses penyidikan.

“Kami masih mendalami kasus ini. Kemungkinan jumlah kerugian maupun korban dapat bertambah. Masyarakat yang merasa dirugikan silakan melapor ke Polda Jawa Barat, khususnya Direktorat Reserse Kriminal,” pungkas Hendra.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat

Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan

Lempar Bola Panas, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Megaproyek Data Center AI

Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam

Dedi Mulyadi Hadiri Pengukuhan PWI Jabar, Ingatkan Pers Jaga Independensi

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.