Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Prediksi Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Pertarungan Taktik Luis Enrique dan Arteta

Sabtu, 30 Mei 2026 22:24 WIB

Resmi! Liverpool Tunjuk Andoni Iraola sebagai Nakhoda Baru di Anfield

Sabtu, 30 Mei 2026 20:41 WIB

Buka Suara soal Sanksi FIFA, Daisuke Sato Bongkar Permintaan Rahasia Manajemen Persib

Sabtu, 30 Mei 2026 20:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prediksi Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Pertarungan Taktik Luis Enrique dan Arteta
  • Resmi! Liverpool Tunjuk Andoni Iraola sebagai Nakhoda Baru di Anfield
  • Buka Suara soal Sanksi FIFA, Daisuke Sato Bongkar Permintaan Rahasia Manajemen Persib
  • Dulu Dihujat Habis-habisan, Kini Menteri Bahlil Malah Jadi ‘Bolu Ketan’ Netizen! Kok Bisa?
  • Link Video Viral Rok Hijau Banyak Diburu Netizen, Isinya Bikin Penasaran!
  • Blora Babak Belur, Jawa Barat Punya Solusinya? Sentilan Keras untuk Manajemen Infrastruktur Jateng!
  • Bukan Gaji, Ini Penyebab Sebenarnya Persib Bandung Masuk Daftar Larangan Transfer FIFA
  • Imigrasi Malaysia Lumpuh Total, Ribuan Pelancong Terjebak di Jalur Perbatasan Johor-Singapura
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pesan Dedi Mulyadi di WJF 2025: Dorong Produktivitas dan Siklus Ekonomi Berbasis Kepercayaan

By Putra JuangMinggu, 9 November 2025 13:00 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ Putra Juang.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memanfaatkan momen akbar West Java Festival (WJF) 2025 untuk menyampaikan pesan yang mendalam mengenai filosofi pembangunan daerahnya.

Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa inti dari pertumbuhan ekonomi Jabar bukanlah sekadar angka-angka besar, melainkan berakar pada produktivitas setiap individu, kepercayaan publik, dan keberanian untuk bekerja tanpa memandang jenis pekerjaannya.

Redefinisi Bekerja dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Menurutnya, pesan utama WJF 2025 berfokus pada tiga pilar yakni ekonomi harus tumbuh, rakyat harus kreatif, dan setiap orang harus mau bekerja.

“Pesannya adalah ekonomi harus tumbuh, rakyat harus kreatif dan yang paling utama adalah setiap orang harus mau bekerja apapun pekerjaan itu tanpa harus bicara persoalan pekerjaannya apa,” ucap pria yang akrab disapa KDM itu, saat ditemui usai pembukaan West Java Festival 2025 di Kiara Artha Park, Kota Bandung, Minggu (9/11/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Soroti Layanan Pajak Lemot, Usulkan Sistem Cicilan Harian

“Memahami pekerjaan itu jangan hanya pekerjaan ASN, TNI, Polri, kerja di perusahaan, kan bukan seperti itu pekerjaannya. Jadi hari ini yang harus kita dorong adalah orang yang berpenghasilan,” lanjutnya.

Dedi menyoroti pentingnya melihat penghasilan sebagai tolok ukur, bukan hanya status pekerjaan formal. Aktivitas seperti bertani, menjadi pengemudi ojek daring (ojol), hingga membangun industri kreatif rumahan adalah bentuk kerja produktif yang melahirkan penghasilan dan menggerakkan roda perekonomian lokal.

“Nah dari situ lahir produktivitas. Jadi saya ini kan memperhatikan orang dari sejak bangun sampai tidur,” ujarnya, sambil memberi contoh pertemuannya dengan anak-anak muda di Tasik dan Majalengka yang berpenghasilan 150-200 ribu dari membersihkan sungai dan membangun sawah baru.

Baca Juga:  Ribut Makan Siang Gratis, Dedi Mulyadi Berikan Rp15 Ribu pada Orang Tua untuk Olah Bekal Siswa

Infrastruktur dan Kepercayaan Publik: Memutar Uang Pajak di Indonesia

Dedi juga menjelaskan strategi pemerintahannya selama sembilan bulan terakhir yang berfokus pada penggunaan uang rakyat untuk kepentingan rakyat. Ia mengaku tidak berfokus pada jargon, melainkan pada aksi nyata membelanjakan anggaran dengan baik.

“Dana pajak diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti pembangunan jalan, jembatan, irigasi, sekolah, dan rumah sakit,” ungkapnya.

“Keterbukaan alokasi anggaran, termasuk dana bagi hasil dari pajak industri, digunakan untuk membangun jalan premium, PJU, dan perlindungan keamanan di wilayah pabrik,” tambahnya.

Hasil dari transparansi ini, kata Dedi, adalah meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk membayar pajak, terbukti dengan peningkatan pembayaran pajak kendaraan bermotor meskipun pembelian kendaraan baru turun.

Baca Juga:  Diprotes Ulama, Penggantian Nama RSUD Al Ihsan Dinilai Lukai Spiritualitas Islam

Kejujuran Pedagang sebagai Fondasi Siklus Ekonomi

Hal krusial lain yang ditekankan adalah pentingnya membangun siklus ekonomi berbasis kejujuran dan keramahan, terutama di kalangan pedagang.

“Sampaikan barang dagangan sesuai dengan kualitasnya. Jangan dibeli lebih-lebihkan, jangan dibohongi-bohongin,” pesan Dedi mencontohkan kasus Nanas madu di Jalan Cagak yang terasa asam, yang menyebabkan hilangnya kepercayaan pelanggan.

Selain itu, sikap ramah seperti mempersilakan orang beristirahat di warung tanpa harus memaksa membeli, menjadi kunci dalam membangun hubungan baik dan siklus ekonomi yang berkelanjutan.

“Jangan sampai orang duduk di warung, tidak beli mie rebus, sama kopi terus diusir. Nah, siklus ini yang harus dibangun. Saya ingin ngajak ke orang-orang Jawa Barat: bangun siklus itu. Nanti ekonomi tumbuh,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi ekonomi jawa barat pembangunan Jabar siklus ekonomi Jabar West Java Festival 2025
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Blora Babak Belur, Jawa Barat Punya Solusinya? Sentilan Keras untuk Manajemen Infrastruktur Jateng!

Imigrasi Malaysia Lumpuh Total, Ribuan Pelancong Terjebak di Jalur Perbatasan Johor-Singapura

Bansos

Resmi Berjalan! Penyaluran PKH BPNT Mei 2026 Bikin Warga Cek NIK KTP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Resmi! Jadwal PKH 2026 Sudah Terungkap, Ini Cara Cek Lewat HP

Duka Haji 2026! Dua Jamaah Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci

sapi

Sapi Kurban Prabowo Bikin Melongo: Niat Berbagi atau ‘Pencitraan’ Pakai Uang Pajak?

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.