Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!

Jumat, 30 Oktober 2026 15:19 WIB

Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam

Jumat, 30 Oktober 2026 13:54 WIB

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 12:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
  • Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
  • Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Petani Indramayu Desak Dedi Mulyadi Hentikan PLTU: Kami Butuh Air Bukan Api!

By Aga GustianaSelasa, 22 April 2025 14:00 WIB2 Mins Read
Aksi unjuk rasa Walhi Jabar di depan Gedung Sate. (Foto: Rafki Razif/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suara penolakan terhadap keberadaan dan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indramayu kembali menggema. Kali ini datang dari Ketua Jaringan Tanpa Asap Batu Bara Indramayu (Jatayu), Bapak Rodi, yang mewakili keresahan warga Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.

Rodi menegaskan bahwa warga selama ini secara konsisten menolak keberadaan PLTU, baik yang sudah beroperasi seperti PLTU 1 Indramayu yang telah berjalan lebih dari 13 tahun, maupun rencana pembangunan PLTU baru. Menurutnya, keberadaan PLTU secara nyata telah membawa dampak buruk terhadap lingkungan, pertanian, dan kehidupan masyarakat.

“Lahan pertanian kami sangat produktif, hasil padinya terkenal karena kualitas dan keputihan berasnya. Tapi sekarang, tanah jadi cepat kering, air sulit dikelola, dan hasil bumi menurun drastis,” kata Rodi saat menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Gubernur Jawa Barat, Bandung, Selasa (22/4/2025).

Lebih dari itu, ia mengungkapkan bahwa pohon kelapa yang dulu tumbuh subur di wilayah utara Indramayu kini telah punah akibat polusi dari PLTU. Padahal, pohon kelapa tidak hanya penting secara ekonomi, tetapi juga berperan dalam menjaga kesejukan alam.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp150 Juta per Korban Tewas di Pesta Pernikahan Anaknya

“Dulu waktu masih ada pohon kelapa, daerah kami adem. Sekarang, panasnya luar biasa. Bahkan air di selokan pun terasa panas. Ini dirasakan langsung oleh petani, bukan teori atau sekadar wacana,” ujarnya.

Baca Juga:  100 Rumah Subsidi Diserahkan untuk Rakyat Kecil di Jabar, Target 90 Ribu Unit Menanti

Rodi mengajak siapapun yang ingin melihat langsung dampak lingkungan akibat PLTU untuk datang ke Indramayu saat musim panas. Menurutnya, masyarakat sudah cukup bukti, meski tidak semua paham soal teknis atau teknologi, mereka merasakan dampaknya setiap hari.

Baca Juga:  Demo Pekerja Pariwisata Jabar Ditunda, Tuntutan Revisi Larangan Study Tour Berlanjut

Ia juga menyampaikan harapan besar kepada pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Barat, untuk menghentikan proyek PLTU. “Indramayu itu sudah panas. Kenapa malah ditambah dengan api dari PLTU? Seharusnya yang dibutuhkan itu air, bukan api,” tegasnya.

Rodi menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada pertanian, bukan senjata. “Kalau tanah rusak, kita mau makan apa? Petani itu yang menjaga pangan negeri ini. Jadi utamakan pangan, lindungi petani,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Indramayu petani
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.