Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Gaspol! Rumput GBLA Dipoles Jelang Hadapi Manila Digger di Playoff ACL 2

Senin, 10 Agustus 2026 19:02 WIB

Kasus Handi Pria Bandung Tewas di Sumedang, 15 Orang Kini Diperiksa Polisi

Senin, 10 Agustus 2026 18:38 WIB

Usai 7 Tahun, Persija vs Persib Bakal Kembali ke GBK pada 12 September?

Senin, 10 Agustus 2026 18:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Gaspol! Rumput GBLA Dipoles Jelang Hadapi Manila Digger di Playoff ACL 2
  • Kasus Handi Pria Bandung Tewas di Sumedang, 15 Orang Kini Diperiksa Polisi
  • Usai 7 Tahun, Persija vs Persib Bakal Kembali ke GBK pada 12 September?
  • Pria di Kuningan Tega Habisi Ibu Kandung Gara-gara Kesal Dibangunkan Salat Subuh
  • Pria Bandung Tewas di Sumedang, Diduga Disekap dan Dianiaya hingga Babak Belur
  • Cek Bansos Agustus 2026 Lewat HP, Cukup Pakai NIK KTP! Ini Caranya
  • SUGBK dan Si Jalak Harupat Dipilih Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup 2026
  • Jawa Barat Krisis Guru, Pengajar Terpaksa Memegang Mata Pelajaran di Luar Keahlian
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 10 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pria Bandung Tewas di Sumedang, Diduga Disekap dan Dianiaya hingga Babak Belur

By SusanaSenin, 10 Agustus 2026 17:31 WIB3 Mins Read
Ilustrasi korban meninggal dunia. (Foto: Ilustrasi/net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang pria bernama Handi (46), warga Bandung, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan di kawasan Alam Sari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Handi ditemukan dalam kondisi mengalami sejumlah luka di sekitar Bundaran Alam Sari. Warga bersama polisi kemudian mengevakuasi korban menggunakan kendaraan patroli untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun, nyawa Handi tidak berhasil diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Umar Wirahadikusumah Sumedang pada Sabtu (8/8/2026) pagi.

Handi Ditemukan dalam Kondisi Luka-Luka

Peristiwa tersebut menggegerkan masyarakat di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi yang diterima pihak keluarga, Handi diduga mengalami penyekapan sebelum mendapatkan penganiayaan.

Keluarga menyebut korban diduga berada dalam kondisi tangan dan kaki terikat sebelum dianiaya oleh sejumlah orang. Dugaan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan aparat kepolisian.

Kosasih, salah seorang keluarga korban, mengatakan pihak keluarga mendapat informasi bahwa Handi telah dibawa ke rumah sakit pada Sabtu dini hari.

Ia kemudian mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk memastikan kondisi korban. Saat tiba di rumah sakit, Handi disebut sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Keluarga juga melihat sejumlah luka pada tubuh korban.

“Saya cek ke IGD dan lihat ipar saya sudah terkapar dan tidak sadarkan diri. Mukanya bengkak semua. Gigi atas bawah dan kaki keluar darah,” ujar Kosasih, Senin (10/8/2026).

Korban Sedang Menjalani Pengobatan Tradisional

Menurut keterangan keluarga, sebelum peristiwa tersebut terjadi, Handi sedang menjalani pengobatan tradisional di wilayah Sumedang.

Korban diketahui merupakan warga Bandung. Namun, pihak keluarga belum mengetahui secara pasti rangkaian kejadian yang menyebabkan Handi ditemukan dalam kondisi luka-luka.

Informasi awal yang diterima keluarga menyebutkan Handi diduga disekap dengan tangan dan kaki terikat. Ia kemudian diduga mengalami penganiayaan hingga mengalami luka pada bagian wajah dan kedua kaki.

Untuk kepentingan penyelidikan, petugas juga telah memasang garis polisi di lokasi yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Jenazah Handi Diautopsi di Bandung

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Handi kemudian dibawa untuk menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.

Proses autopsi dilakukan untuk membantu penyidik mengungkap penyebab dan rangkaian kematian korban.

Setelah proses tersebut selesai, jenazah Handi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipadung, Kelurahan Kota Kaler.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut secara menyeluruh.

Kosasih meminta seluruh pihak yang terbukti terlibat dapat diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum.

“Saya berharap yang berwajib bertindak agar para pelaku diamankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku setimpal perbuatannya,” katanya.

Keluarga juga berharap proses penyelidikan dapat segera menemukan titik terang sehingga pihak yang bertanggung jawab atas kematian Handi dapat diproses sesuai hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Handi tewas Sumedang kasus Sumedang terbaru penganiayaan Sumedang pria tewas Sumedang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Handi Pria Bandung Tewas di Sumedang, 15 Orang Kini Diperiksa Polisi

Pria di Kuningan Tega Habisi Ibu Kandung Gara-gara Kesal Dibangunkan Salat Subuh

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Bansos Agustus 2026 Lewat HP, Cukup Pakai NIK KTP! Ini Caranya

Jawa Barat Krisis Guru, Pengajar Terpaksa Memegang Mata Pelajaran di Luar Keahlian

Ajang Drag Race di Sulawesi Utara Makan Korban, 8 Penonton Tewas Dihantam Mobil Balap

Kapolda Jabar Berkunjung ke Polrestabes Bandung, Soroti Curanmor hingga Kejahatan Jalanan

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.