Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terungkap dari Telepon Misterius, Kasus Penyiksaan 3 Tahun di Bandung Gegerkan Publik

Kamis, 18 Juni 2026 13:39 WIB

Sistem Sering Error dan Ngelag, Komisi V DPRD Jabar Evaluasi Total Carut-Marut SPMB 2026

Kamis, 18 Juni 2026 13:25 WIB
Persib Bandung

Gila! Persib Jalani 60 Laga Musim Depan, Pelatih Minta Bantuan PSSI

Kamis, 18 Juni 2026 12:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terungkap dari Telepon Misterius, Kasus Penyiksaan 3 Tahun di Bandung Gegerkan Publik
  • Sistem Sering Error dan Ngelag, Komisi V DPRD Jabar Evaluasi Total Carut-Marut SPMB 2026
  • Gila! Persib Jalani 60 Laga Musim Depan, Pelatih Minta Bantuan PSSI
  • Prediksi Kanada vs Qatar: Tuan Rumah Siap Mengamuk, Qatar Terancam Pulang Tanpa Poin!
  • Kejutan Pantai Timur Pangandaran: Jaring Nelayan Berhasil Daratkan Kerapu Raksasa 120 Kg
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF 18 Juni 2026 Bagi-Bagi Skin Senjata Langka dan Hadiah Premium
  • Belanja Rokok Pakai Uang Palsu, Pria di Cimahi Malah Bikin Polisi Temukan Rp31 Juta di Rumahnya
  • Didikan Aktivis 98! Mengupas Omah Dongeng Marwah, Pabrik Kritik yang Lahirkan Tokoh Tangguh Tiyo Ardianto
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Punya Peran Strategis, Arfi Rafnialdi Siapkan Program Khusus Kaum Milenial dan Gen Z

By Putra JuangSabtu, 7 September 2024 15:02 WIB2 Mins Read
Bakal Calon Wali Kota Bandung 2024, Arfi Rafnialdi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bakal Calon Wali Kota Bandung 2024, Arfi Rafnialdi menekankan pentingnya peran pemerintah dalam membuat kebijakan strategis bagi anak muda.

Hal itu disampaikan Kang Arfi, sapaan akrabnya, usai menghadiri acara Rapimpirda/Pemuda KNPI di Gelanggang Generasasi Muda Kota Bandung, Jalan Merdeka, Sabtu (7/9/2024).

Berdasarkan data, jumlah anak muda di Kota Bandung mencapai 648.282 orang atau 25 persen dari populasi. Dari jumlah tersebut 80 persen berasal dari kalangan Gen Z dan 20 persen milenial.

“Pemuda ini bahan bakarnya pembangunan Indonesia karena sekarang kita lagi punya bonus demografi. Bandung dengan banyaknya pemuda kreatif ini diharapkan punya peran strategis dalam melompatkan Indonesia menjadi Indonesia emas,” ucap Kang Arfi.

Baca Juga:  Lewat Aksi Bela Palestina, Orang Tua Ingin Ajarkan Anak Peduli Terhadap Sesama

Kang Arfi pun menyiapkan beragam program yang fokus menyasar kaum milenial dan Gen Z. Dari mulai beasiswa hingga memperbanyak ruang ekspresi.

“Apa yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah memfasilitasi baik dari program pendidikan dalam bentuk beasiswa, memberikan fasilitas tempat bertemu atau ruang publik. Nah tentu kalau pemerintah kota bisa menyediakan fasilitas ruang publik yang bisa membuat para pemuda itu berkumpul dan bertukar ide, itu bisa jadi kegiatan kreatif bisa lebih banyak,” tuturnya.

Baca Juga:  Dijamin Kenyang, Kuliner Bakso di Bandung Ini Disajikan dengan Nasi

Tak hanya itu, Kang Arfi juga menyoroti masalah sulitnya anak muda dalam mendapat lapangan kerja. Karena itu, dirinya berkomitmen untuk mempermudah akses anak muda dalam menjalankan usaha.

“Tentu concern para pemuda ada urusan ekonomi karena mereka ini fresh graduate atau berkeluarga muda. Jadi pemerintah perlu menyediakan lapangan kerja baik itu kemudahan berusaha bisnis baru atau mendorong UMKM naik kelas supaya ada kesempatan lapangan kerja,” katanya.

Tak hanya urusan lahiriah, Kang Arfi juga bakal mempermudah akses anak muda untuk mendapatkan bantuan profesional dalam urusan kesehatan mental.

Baca Juga:  Menlu Sebut Gedung Merdeka Perlu Perbaikan Menyeluruh

Bukan tanpa alasan, ketimpangan di Kota Bandung selalu di atas angka nasional selama enam tahun terakhir. Ketimpangan memiliki korelasi yang tinggi pada kesehatan mental, merasa ditinggalkan, merasa berbeda dari yang lain, distribusi sumber daya dan kesempatan yang berbeda.

“Akses kepada bantuan professional masih sangat minim. Penempatan psikolog di pusat kesehatan di seluruh Indonesia masih sangat terbatas. Sejauh ini, hanya Yogyakarta yang berhasil menempatkan psikolog di semua 18 puskesmas sejak tahun 2010. Jadi bukan hanya lahiriah, masalah batin juga diurus,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak muda Arfi Rafnialdi Gen Z Kota Bandung milenial program
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Terungkap dari Telepon Misterius, Kasus Penyiksaan 3 Tahun di Bandung Gegerkan Publik

Sistem Sering Error dan Ngelag, Komisi V DPRD Jabar Evaluasi Total Carut-Marut SPMB 2026

Kejutan Pantai Timur Pangandaran: Jaring Nelayan Berhasil Daratkan Kerapu Raksasa 120 Kg

ilustrasi bansos

Belanja Rokok Pakai Uang Palsu, Pria di Cimahi Malah Bikin Polisi Temukan Rp31 Juta di Rumahnya

Didikan Aktivis 98! Mengupas Omah Dongeng Marwah, Pabrik Kritik yang Lahirkan Tokoh Tangguh Tiyo Ardianto

Menguak Duduk Perkara Kasus Hotel Sultan: Konflik 26 Tahun Pontjo Sutowo vs Negara yang Berakhir Eksekusi

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.