Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Rabu, 16 September 2026 22:30 WIB

Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 16 September 2026 21:00 WIB

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Rabu, 16 September 2026 20:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia
  • Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two
  • Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label
  • Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak
  • 10 Tempat Wisata Bogor Terbaru dan Paling Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga
  • Persib Curi Poin Penuh di ACL 2, Marc Klok Sanjung Mental Juang Bobotoh di Negeri Ginseng
  • Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia
  • DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Punya Peran Strategis, Arfi Rafnialdi Siapkan Program Khusus Kaum Milenial dan Gen Z

By Putra JuangSabtu, 7 September 2024 15:02 WIB2 Mins Read
Bakal Calon Wali Kota Bandung 2024, Arfi Rafnialdi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bakal Calon Wali Kota Bandung 2024, Arfi Rafnialdi menekankan pentingnya peran pemerintah dalam membuat kebijakan strategis bagi anak muda.

Hal itu disampaikan Kang Arfi, sapaan akrabnya, usai menghadiri acara Rapimpirda/Pemuda KNPI di Gelanggang Generasasi Muda Kota Bandung, Jalan Merdeka, Sabtu (7/9/2024).

Berdasarkan data, jumlah anak muda di Kota Bandung mencapai 648.282 orang atau 25 persen dari populasi. Dari jumlah tersebut 80 persen berasal dari kalangan Gen Z dan 20 persen milenial.

“Pemuda ini bahan bakarnya pembangunan Indonesia karena sekarang kita lagi punya bonus demografi. Bandung dengan banyaknya pemuda kreatif ini diharapkan punya peran strategis dalam melompatkan Indonesia menjadi Indonesia emas,” ucap Kang Arfi.

Baca Juga:  Makna Dibalik Lilin-lilin Vihara Dharma Ramsi Bandung yang Hiasi Tahun Baru Imlek

Kang Arfi pun menyiapkan beragam program yang fokus menyasar kaum milenial dan Gen Z. Dari mulai beasiswa hingga memperbanyak ruang ekspresi.

“Apa yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah memfasilitasi baik dari program pendidikan dalam bentuk beasiswa, memberikan fasilitas tempat bertemu atau ruang publik. Nah tentu kalau pemerintah kota bisa menyediakan fasilitas ruang publik yang bisa membuat para pemuda itu berkumpul dan bertukar ide, itu bisa jadi kegiatan kreatif bisa lebih banyak,” tuturnya.

Baca Juga:  Wisata Kuliner di Bandung: Yamcha Sajikan Makanan Hongkong dengan Desain Retro

Tak hanya itu, Kang Arfi juga menyoroti masalah sulitnya anak muda dalam mendapat lapangan kerja. Karena itu, dirinya berkomitmen untuk mempermudah akses anak muda dalam menjalankan usaha.

“Tentu concern para pemuda ada urusan ekonomi karena mereka ini fresh graduate atau berkeluarga muda. Jadi pemerintah perlu menyediakan lapangan kerja baik itu kemudahan berusaha bisnis baru atau mendorong UMKM naik kelas supaya ada kesempatan lapangan kerja,” katanya.

Tak hanya urusan lahiriah, Kang Arfi juga bakal mempermudah akses anak muda untuk mendapatkan bantuan profesional dalam urusan kesehatan mental.

Baca Juga:  UMK Jabar 2025 Resmi Naik, Upah Minimum Kota Bandung Jadi Rp4,4 Juta

Bukan tanpa alasan, ketimpangan di Kota Bandung selalu di atas angka nasional selama enam tahun terakhir. Ketimpangan memiliki korelasi yang tinggi pada kesehatan mental, merasa ditinggalkan, merasa berbeda dari yang lain, distribusi sumber daya dan kesempatan yang berbeda.

“Akses kepada bantuan professional masih sangat minim. Penempatan psikolog di pusat kesehatan di seluruh Indonesia masih sangat terbatas. Sejauh ini, hanya Yogyakarta yang berhasil menempatkan psikolog di semua 18 puskesmas sejak tahun 2010. Jadi bukan hanya lahiriah, masalah batin juga diurus,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak muda Arfi Rafnialdi Gen Z Kota Bandung program
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia

DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!

Api Kepung 5 Titik Lahan di Sindanggalih Sumedang, Warga Mulai Waspada

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.